www.diengplateau.com
Silahkan Kirim Email Ke : info@diengplateau.org
Kejajar Village - Sesuap Nasi
07:11 // 65 komentar // Dieng Plateau Tourism // Category: Realita //Anda hanya dapat melihat pemandangan seperti ini, tapi sama sekali tak dapat merasakan !. Sebuah realita di daerah Dataran Tinggi Dieng, Tepatnya di pasar Kejajar Kabupaten Wonosobo.
Seorang kakek tua, yang biasa dipanggil Mbah Dariyo demi Rp.1000 (Seribu Rupiah) rela menghabiskan masa tuanya dengan mengangkat beban seberat 60 Kg.
Pekerjaan menjadi kuli di pasar Kejajar sudah lama dilakoni, dengan modal sisa tenaga yang dimilikinya. Adapun upah / barang rata - rata Rp.1000, biasanya berupa karung beras dengan berat 50 - 60 Kg.
Untuk apa ? ... Sesuap nasi !.
Tanggapan secara umum, Artikel berjudul "Kejajar Village - Sesuap Nasi" dalam waktu 2 hari mendapatkan banyak komentar dan perhatian dari berbagai pihak, tentunya dengan prespektif yang berbeda. Secara umum gambaran artikel "Kejajar Village - Sesuap Nasi" adalah Sebuah pembelajaran yang sangat berharga untuk kita, Dimana Mbah dariyo yang telah berusia lanjut masih mampu melakukan pekerjaanya tanpa mengenal lelah. Untuk kita yang muda tentunya dapat mencontoh etos kerja yang dimilikinya. Yang kedua, bukan soal besar kecilnya suatu pendapatan tapi bagaimana cara kita untuk mendapatkan penghasilan ? Secara tak langsung Mbah Dariyo mencontohkan, walaupun Rp. 1000 demi Rp. 1000 tapi beliau mendapatkanya dengan cara yang halal.
Sedangkan judul "Kejajar Village - Sesuap Nasi" Digambarkan pada kejadian atau realita yang terjadi di Desa Kejajar tepatnya di Pasar Kejajar Jl. Dieng km 17 Kejajar Wonosobo, dimana kata "sesuap nasi" mengingatkan kepada pemerintah akan tingkat kemakmuran rakyatnya. Ada juga yang mengatakan "Nestapa di negeri yang kaya raya". Semoga artikel diatas dapat bermanfaat, juga membuka mata hati kita akan kepedulian dilingkungan sekitar.
(Original Picture & Articles By : Ade Lang Lang HariMurti / Kejajar Village 13 Mei '10 - All Content in Dieng Tourism is Licensed under a Creative Commons License - The Best News & Articles About Dieng Plateau)
Sedangkan judul "Kejajar Village - Sesuap Nasi" Digambarkan pada kejadian atau realita yang terjadi di Desa Kejajar tepatnya di Pasar Kejajar Jl. Dieng km 17 Kejajar Wonosobo, dimana kata "sesuap nasi" mengingatkan kepada pemerintah akan tingkat kemakmuran rakyatnya. Ada juga yang mengatakan "Nestapa di negeri yang kaya raya". Semoga artikel diatas dapat bermanfaat, juga membuka mata hati kita akan kepedulian dilingkungan sekitar.
(Original Picture & Articles By : Ade Lang Lang HariMurti / Kejajar Village 13 Mei '10 - All Content in Dieng Tourism is Licensed under a Creative Commons License - The Best News & Articles About Dieng Plateau)
Related posts :
65 komentar for this post
Leave a reply
:: SAVE DIENG :: ~ We Just Want To Help ... ~
1. Mengapa Ada Longsoran ?
2. Monitoring Peredaran dan Penggunaan Pestisida
3. Mutualisme Pariwisata dan Pertanian, Sebuah Mimpi Singkronisasi
4. Sindoro Waspada !
5. Panduan Umum Penanggulangan Bencana Berbasis Masyarakat
6. Pencitraan Pariwisata Melalui Peningkatan Kualitas Pengelolaan
7. Potensi Yang Tersembunyi
8. Sejarah Pengelolaan Situs
9. Upaya Mitigasi Bencana Gerakan Tanah
10. Ketugasan dan Kesiapan Aparat Dalam Menghadapi Bencana
11. Ada Pahlawan Diantara Kita
12. Penerapan Rotasi Tanaman Menuju Pertanian Berwawasan Lingkungan
13. Dieng Perlu Sentuhan
14. Gelar Budaya Sebagai Pemikat Turis Asing
15. Kami Jamin Keamanan Anda Selama Berwisata
16. Kunci Utama Menaikkan Nilai Jual Tempat Wisata
17. Menemukan Kembali Mutiara Yang Hilang
18. Perempuan dan Pelestarian Dieng
19. Mengubah Paham Antroposentris Menjadi Ekosentris
20. Penanaman Pinus dan Kentang Secara Proporsional
3. Mutualisme Pariwisata dan Pertanian, Sebuah Mimpi Singkronisasi
4. Sindoro Waspada !
5. Panduan Umum Penanggulangan Bencana Berbasis Masyarakat
6. Pencitraan Pariwisata Melalui Peningkatan Kualitas Pengelolaan
7. Potensi Yang Tersembunyi
8. Sejarah Pengelolaan Situs
9. Upaya Mitigasi Bencana Gerakan Tanah
10. Ketugasan dan Kesiapan Aparat Dalam Menghadapi Bencana
11. Ada Pahlawan Diantara Kita
12. Penerapan Rotasi Tanaman Menuju Pertanian Berwawasan Lingkungan
13. Dieng Perlu Sentuhan
14. Gelar Budaya Sebagai Pemikat Turis Asing
15. Kami Jamin Keamanan Anda Selama Berwisata
16. Kunci Utama Menaikkan Nilai Jual Tempat Wisata
17. Menemukan Kembali Mutiara Yang Hilang
18. Perempuan dan Pelestarian Dieng
19. Mengubah Paham Antroposentris Menjadi Ekosentris
20. Penanaman Pinus dan Kentang Secara Proporsional










Siapa tak kenal Candi Borobudur? Candi Budha ini memiliki 1460 relief dan 504 stupa Budha di kompleksnya. Jutaan orang mendamba untuk mengunjungi bangunan yang termasuk dalam World Wonder Heritages ini.


2010 Dieng Plateau Tourism - News And Articles About Tourism, Culture In Dieng Plateau
Umar
14 Mei 2010 07:27
Kondisi seperti itu tidak hanya terjadi di kejajar saja. Tapi berbagai daerah di indonesia. Sudah barang tentu pemerintah harus lebih memperhatikan rakyat kecil.
DEMPO AWANG PUTRA ELANG ANTARNUSA
14 Mei 2010 08:45
Harusnya pemrntah konsisten dngn UUD 45 pasal 34. Jngn cuma sbgai penyenang hati rkyt kecil.
Gak tega sy ngelihat bapak tua d atas.
Iwan
14 Mei 2010 09:26
Nggak tahu saya mesti mau ngomong apa ? yang jelas saya gak tega. Mengenai pemimpin kita yang diatas semoga melihat contoh tsb. biar mata hati mereka kebuka.
mimi
14 Mei 2010 09:27
Berkunjung pagi sahabat
Re's Japan
14 Mei 2010 09:35
kasian :( kalo aku sih punya uang 1000 malah q beli bwt yg g penting :( moga aku bsa cepet sadar :(
Zan Insurgent
14 Mei 2010 10:18
Mau nangis rasanya :( ...sebuah pelajaran berharga juga buat kita yang masih muda...apapun itu kerjakanlah dengan Ikhlas,jangan karena terpaksa,Karena Sang Pencipta selalu bersama orang2 yang sabar.
EndangAstiana
14 Mei 2010 10:36
ahh?? cuman buat seribu rupiah???
ya ampun.. betapa borosnya diriku ini T0T
shirley
14 Mei 2010 10:56
sedih banget... liat kakek ini..
ternyata 1000 rupiah pun berharga
rey pramudibta
14 Mei 2010 10:56
hohoho good blog
NyieL ^_^
14 Mei 2010 11:27
Ya Allah,
Katian mbah na....
Cuwie Uwiw
14 Mei 2010 11:35
Ya Allah ... kasihan sekali .. :(
adhitya fazri
14 Mei 2010 14:12
ikutan koment ah....huuu
panas neh
Muhammad Farooq
14 Mei 2010 14:23
Thank you very much my Friend for your kind visit always welcome keep of Friday smile .
Mystery of the World
14 Mei 2010 20:12
oh my God ..
apa ga da yg kasian sama itu kakek ?
kmana ank cucu nya ?
Salon Oyah
15 Mei 2010 05:03
Aduuuhhh... klo bener infonya, sedih bgts dengernya, coba klo deket rmh aq... aq kasi kerjaan yg lbh layak bwt org tua kayak beliau ini... hix...
Btw, jgn lupa mampir2 yaaa ke blog aq, sekalian follow... jga ada info utk meningkatkan jumlah pengunjung/traffic...
http://salonoyah.blogspot.com
Andi
15 Mei 2010 07:15
Menurut aku seusia Mbah Dariyo, sudah harus istirahat. Tapi jika memang kondisi tidak memungkinkan siapa lagi yang akan peduli ??? Bagaimana kinerja pemerintah setempat ? apa hanya tutup mata saja dengan kondisi tersebut.
ahmadi amrun
15 Mei 2010 07:33
bapak tua yg insya Allah mulia hidupnya, karena dengan keterbatasannya, beliau lebih memilih bekerja dari pada meminta-minta.....
sementara banyak dari kita yang lebih suka meminta dari pada berusaha....(baik itu meminta sebagai pengemis sungguhan, atau meminta pada ortu dengan sedikit memaksa......apa bedanya?)
msafru
15 Mei 2010 07:57
salam kenal sob, main juga yach
salut sama mbah Dariyo ak aj belum tentu kuat memikul karung seberat itu
yastro
15 Mei 2010 08:10
Salam kenal juga dr saya..
dina
15 Mei 2010 08:20
thanks 4 ur visit to my blog...hv a wnderful weekend my friend
Nit
15 Mei 2010 08:24
Potret kehidupan masyarakat kita bro...
salam kenal ya bro
Butik Bella
15 Mei 2010 08:35
Allah SWT tidak akan memberikan cobaan dan ujian hidup di luar batas kemampuan umatNya. Luar biasa buat sang kakek yang begitu kuat dan tabah menjalani semuanya. Kita juga belum tau bagaimana kelak ketika kita seumuran dengan sang kakek.. Mampukah kita menjalani semua itu!? "semangat yah kek... life must go on" Itu lebih baik dari pada menjadi peminta2...
Anyway, tnx dah mampir yah sob.. Happy blogging.. N plz, sampaikan salam hangat dari aku buat sang kakek.. Keep spirit :'(
rey pramudibta
15 Mei 2010 08:35
hohoho
Imam
15 Mei 2010 08:40
Menurut saya, potret diatas merupakan pelajaran yang sangat berharga untuk kita. Yang tua masih sanggup bekerja, kenapa kita yang muda malah loyo ?
Yang kedua, saya sagat salut juga iba melihat kondisi realita di atas. Thx atas topik nya.
Indra
15 Mei 2010 09:41
emank susah hidup skg,
yg kaya semakin kaya yg miskin sbaliknya.
visit me blik y,n follow me
Akmal Fahrurizal
15 Mei 2010 09:51
Kita patut bersukur, masih bisa duduk tenang sambil blogging ria . .
Mirza Sharz
15 Mei 2010 10:09
Masih banyak mbah Dariyo lain di desa2 daerah lainnya di negeri kita ini. Beberapa di antara kita mungkin menganggap kondisi seperti yang dialami mbah Dariyo adalah hal yang lumrah. Tapi saya yakin lebih banyak orang yang tak tega dan menaruh simpati pada orang senasib mbah Dariyo. Mari kita ulurkan tangan dengan mengirim sumbangan seiklasnya melalui pemilik blog ini (bersedia kan mas dititipi sumbangan?)
BRI Jakarta Veteran
15 Mei 2010 10:38
memang sangat ironis sekali terlebih melihat bagaimana cara sebahagian dari kita menghabiskan uangnya. Salam
Manam
15 Mei 2010 10:56
Tak cukup hanya dengan komentar kita saja, melainkan harus ada suatu tindakan yang nyata. Baik dalam bentuk apapun.
Kepada pengelola blog ini, mohon mengadakan suatu wadah untuk menampung uluran tangan saudara - saudara kita yang lain.
Mungkin juga ada yang berempati memberikan sumbangan untuk Mbah dariyo di Kejajar.
ina
15 Mei 2010 11:17
inspiratif bgt... meskipun udah tua... semangat dan kekuatannya luar biasa...
subhanallah :)
abusyafath
15 Mei 2010 11:43
blogwalking, $$HARE me too!
at : all-best-food.blogspot.com
EzHa_CuTe
15 Mei 2010 12:38
sangat memprihatinkan sobb...huh...kondisi seperti itu mungkin telah banyak di jumpai di berbagai kota di Indonesia..seharusnya kakek yang sudah berusia lanjut itu menikmati masa senja nya...kasian ya sobb...huh
Nick
15 Mei 2010 12:46
kasihan
isdaryanto.com
15 Mei 2010 13:16
bersyukurlah kpd yg diberikan kemudahan dlm mendapatkan rizky...
pasang cbox gan buat jalan2...
salam dari algeria
osi
15 Mei 2010 13:34
ducchhhhh...kasian liatnya....anaknya pada kemana ya, koq kayak gak ada yg urus
Anonim
15 Mei 2010 15:35
wuih.....
tema blogny simpel, ak suka sob..
mw jg lah..
boleh gk ni??
http://www.safe-computing.co.cc
get free tips for safe computing and surfing on safe-computing.co.cc
Yohanes
15 Mei 2010 17:27
Berbicara begitu dalam, hanya dengan sebuah gambar kecil.
My Dream is My Lucky
15 Mei 2010 17:50
NIce...
Perjuangan seseorang untuk orang yang dia sayangi...
My Dream is My Lucky
15 Mei 2010 17:52
Wow keren...tenan.....
http://www.soleh.co.nr
Amal menolak bala
15 Mei 2010 19:06
mampir ke tempat sobat
this is indonesia
15 Mei 2010 20:19
Kasihan T.T
tapi harus dihargai usaha kake tersebut, kake itu lebih memilih bekerja keras drpada mengemis seperti kebanyakan kakek yg menjadi pengemis dijakarta paddahal dilihat fisik masih mampu bekerja...
mudah2an ada jalan yg terbaik buat si kakek....
sens
15 Mei 2010 23:15
banyak sekali ketidak adilan di sekitar kita. kewajiban kita untuk memberikan yang terbaik sesuai dengan kemampuan kita masing2
richoyul
15 Mei 2010 23:28
kasihan yah dah tua masi harus menanggung beban hidup
blog motivasi hidup kang maman
15 Mei 2010 23:36
inilah realita di sekitar kita, nestapa di 'negeri kaya raya'...
Gaby
16 Mei 2010 00:52
Thanks for your visit
AD1N
16 Mei 2010 08:13
kunjungan mempererat silaturahmi....
Topan
16 Mei 2010 12:22
Bukan hal 1000 atau 2000 rupiah, melainkan bagaimana cara untuk mendapatkanya. hal itu akan sangat lebih baik daripada, mendapatkan hasil yang banyak tapi dengan cara yang haram.
Jika dilihat dari prespek yang berbeda, mengenai realita diatas pasti akan banyak tanggapan. Ada yang melihat hal tsb menjadi hal biasa, ada juga yang hanya mengucapkan kata iba tapi tidak dilakukan dengan tindakan. bahkan ada juga yang mewujudkan rasa iba dengan uluran tangan.
Saya hanya bisa mengharap kepedulian kpd masyarakat, khususnya kepada rekan rekan blogger lain. Mari sudah sepantasnya kita melakukan sesuatu.
Saya yakin dengan adanya yang memulai 1 juta mata yang lain pasti akan terbuka.
Ini adalah awl kita bertindak.
rany rose
16 Mei 2010 12:53
ulurkan tangan kita buat membantu yg kekurangan..
mixedfresh
16 Mei 2010 14:07
salut dah... sekalian berkunjung siang2 ni
economyindonesi
16 Mei 2010 14:41
salam kenal juga, nice post
Salon Oyah
16 Mei 2010 17:06
Jjm a.k.a. jln2 malam dgn :) Btw ad 1 Autosurf lg bwt nambah Alexa Rank, cekidot... Semua rekan blogger yg mampir di sini silakan mampir ke blog sederhana q >> http://salonoyah.blogspot.com ... makasyiiihhh
campur bawur
16 Mei 2010 18:04
emmm... kisah mbah Dariyo di atas itu hanya sedikit dari mbah2 Dariyo lain di luar sana...semoga semuanya ini bisa menjadi pelajaran untuk kita yang telah diberi kecukupan agar lebih bersyukur atas apa yang telah Tuhan berikan kepada kita..
mampir kesini ya kawan2...terima kasih
http://wahyuaga.blogspot.com/
sehat-mu
16 Mei 2010 19:09
berkunjung sobat, :D semoga hari ini menyenangkan, selamat beraktifitas n GD LCK !!!!!!
buret
17 Mei 2010 16:06
semangat perjuangan hidup yang tak akan ada habisnya. aq bersyukur atas semua nikmat yang telah diberikan oleh-Nya.
Freegametube
17 Mei 2010 21:33
Thanks for kind visit. All exciting games for u.
gamer
18 Mei 2010 06:42
Nice site my friend... :)
mimi
19 Mei 2010 08:51
Berkunjung pagi sobat..
dani
19 Mei 2010 08:59
sungguh aku tag tega
Anonim
19 Mei 2010 09:40
Mesti ada seseorang yang harus memperjuangkan nasibnya !!!!
Burukutuk
19 Mei 2010 16:08
Wah, benar-benar perjuangan yang hebat.
Tetapi,
kalau seperti itu, pasti nasi dan lauk pauk yang dinikmatinya benar-benar enak, soalnya jerih payah untuk mendapatkannya susah sekali.
Joorica
27 Mei 2010 10:00
The Live......Reality.........
Good job friend.
vikar al-karim
19 Februari 2011 22:17
saya sebagai orang dieng, ikut merasakan..... semga mbah Dariyo diberikan kesabaran oleh Allah SWT..... Amiin
ac-elektrik
13 Agustus 2011 20:41
Bersyukur buat kita yang di beri kelebihan...
dias
17 September 2011 08:54
Gambar seperti itu sangat memprihatinkan, terus adanya pemerintah untuk apa, apalagi DPRD daerah bagaiman harus memikirkan rakyatnya, la wong masuk jadi DPRD saja modal sudah banyak, tentunya sich tidak semua nya.. tapi jaman sekarang jaman duit.. semoga kemiskinan dapat terentaskan... kita semuanya berdoa yang terbaik sj...
Agus
27 Desember 2011 22:39
Makasih kawan, sudah share realita pahit di kecamatan kejajar, semoga rintihan orang kecil bisa terdengar.