www.diengplateau.com
Silahkan Kirim Email Ke : info@diengplateau.org
Pncitraan Pariwisata, Melalui Peningkatan Kualitas Pengelolaan
17:00 // 1 komentar // Dieng Plateau Tourism // Category: Article //Dieng, Wonosobo Banjarnegara 19-02-2011. Pengelolaan obyek wisata di Dataran Tinggi dieng - Wonosobo saat ini, sangat jauh dari standar pelayanan minimal. Hal ini tercermin saat kelapangan melihat kondisi fisik, infrastruktur dan pelayanan di masing-masing obyek wisata sangat jauh dari sebuah bisnis jasa pariwisata dengan nama besar DIENG PLATEAU.
Sedangkan di satu sisi kalau dilihat dari potensi alam pendukung dan potensi lainnya pada obyek wisata di Dieng terutama obyek wisata natural memiliki daya tarik dan kualitas yang sangat tinggi.
Potensi ini mestinya mampu dikelola dengan lebih baik dengan catatan kita mampu mewujudkan manajemen pengelolaan yang berwawasan manajemen profesional dan melihat pengelolaan obyek wisata adalah sebuah kewajiban. Bukan sebaliknya, seperti yang terjadi di kebanyakan obyek wisata saat ini, kecenderungan pengelolaan obyek wisata hanya ingin mendapatkan uang yang sebesar-besarnya dalam waktu yang sesingkat-singkatnya, tanpa memperhatikan bagaimana keberlangsungan (sustainability).
Perlu kita sadari bahwa peranan obyek wisata di Dieng dalam menopang pariwisata Wonosobo memegang peranan yang sangat penting. Mereka yang datang ke Dieng untuk berwisata intinya berkunjung dan mengetahui obyek wisata yang ada. Hal ini disebabkan karena keunikan Dieng Plateau sebagai daerah kunjungan wisata yang berbasis alam & budaya dapat mereka lihat dan saksikan secara langsung.
Inilah sesungguhnya menjadi core product wisata Dieng yang harus kita jaga dan kelola secara baik dan profesional. Dengan tingginya kualitas obyek wisata pada sebuah daerah kunjungan wisata akan berdampak positif bagi sektor-sektor pariwisata lainnya seperti akomodasi, transportasi, travel agent, restaurant dan lain sebagainya.
Membangun dan mengelola sebuah obyek wisata bukan hanya sekedar membangun dan mengelola manajemen petugas pengelola saja, tapi juga mesti membangun dan mengelola masyarakat dan lingkungan dimana obyek wisata tidak cukup dengan meningkatkan pelayanan yang diberikan oleh karyawan di obyek wisata tapi pengelolaan sebuah obyek wisata mesti mampu meningkatkan seluruh pelayanan yang ada pada sebuah obyek wisata termasuk meningkatkan kualitas pelayanan yang diberikan oleh masyarakat lokal (residence).
Sebab interaksi wisatawan yang datang pada sebuah obyek wisata tak hanya dengan karyawan tapi juga banyak berinteraksi dengan masyarakat setempat, termasuk para pedagang, yang melaksanakan aktivitas keseharian di obyek wisata. Persepsi wisatawan yang datang ke sebuah obyek wisata tak hanya dipengaruhi dan terbentuk oleh pelayanan karyawan dan kualitas infrastruktur obyek wisata. Wisatawan yang datang akan berinteraksi dengan seluruh elemen di obyek wisata, bahkan persepsi wisatawan dipengaruhi juga oleh situasi sebelum mereka sampai ke obyek wisata.
Hal ini menjadi sangat penting untuk diketahui, sebab hingga kini pada wilayah-wilayah tertentu terjadi pemandangan sangat kontradiktif, antara situasi di dalam kawasan obyek wisata dengan situasi diluar kawasan obyek wisata. Mestinya terjadi keselarasan atau sinkronisasi situasi antara eksternal lingkungan obyek wisata dengan situasi internal lingkungan obyek wisata, serta adanya keselarasan pelayanan dari petugas pengelola obyek wisata dengan pelayanan lain dari seluruh elemen yang ada di lingkungan internal obyek wisata.
Dengan konsep yang demikian diharapkan seluruh elemen dalam obyek wisata mampu memberi persepsi yang positif kepada wisatawan yang datang. Interaksi wisatawan pada sebuah obyek wisata terjadi tak hanya dengan petugas pengelola obyek wisata. Interaksi juga terjadi dengan seluruh elemen yang ada pada obyek wisata, bahkan dengan lingkungan eksternal menuju lokasi obyek wisata.
Ketika berbicara tentang peningkatan kualitas pelayanan obyek wisata, mestinya berbicara tentang peningkatan kualitas pelayanan petugas pengelola obyek wisata, kualitas pelayanan seluruh elemen-elemen lain pada lingkungan internal dan eksternal obyek wisata tersebut. Ini merupkan kewajiban yang sangat besar yang mestinya dilakukan Wonosobo dalam upayanya membangun citra positif pariwisata. Sebab dengan peningkatan kualitas pelayanan obyek wisata, maka persepsi wisatawan akan meningkat, dan tentunya citra positif dieng sebagai daerah tujuan wisata juga akan ikut meningkat.
Perhatian semua kalangan sangat dibutuhkan dalam upaya membangun dan mengembangkan pengelolaan obyek - obyek wisata di Wonosobo yang lebih profesional dan memiliki standar pelayanan minimal. Bisa dibayangkan ketika persepsi wisatawan negatif terhadap obyek wisata yang ada di Dataran Tinggi Dieng, maka semakin banyak pula citra negatif yang timbul di pasar wisata dunia tentang destinasi Dieng.
Inilah sesungguhnya menjadi core product wisata Dieng yang harus kita jaga dan kelola secara baik dan profesional. Dengan tingginya kualitas obyek wisata pada sebuah daerah kunjungan wisata akan berdampak positif bagi sektor-sektor pariwisata lainnya seperti akomodasi, transportasi, travel agent, restaurant dan lain sebagainya.
Membangun dan mengelola sebuah obyek wisata bukan hanya sekedar membangun dan mengelola manajemen petugas pengelola saja, tapi juga mesti membangun dan mengelola masyarakat dan lingkungan dimana obyek wisata tidak cukup dengan meningkatkan pelayanan yang diberikan oleh karyawan di obyek wisata tapi pengelolaan sebuah obyek wisata mesti mampu meningkatkan seluruh pelayanan yang ada pada sebuah obyek wisata termasuk meningkatkan kualitas pelayanan yang diberikan oleh masyarakat lokal (residence).
Sebab interaksi wisatawan yang datang pada sebuah obyek wisata tak hanya dengan karyawan tapi juga banyak berinteraksi dengan masyarakat setempat, termasuk para pedagang, yang melaksanakan aktivitas keseharian di obyek wisata. Persepsi wisatawan yang datang ke sebuah obyek wisata tak hanya dipengaruhi dan terbentuk oleh pelayanan karyawan dan kualitas infrastruktur obyek wisata. Wisatawan yang datang akan berinteraksi dengan seluruh elemen di obyek wisata, bahkan persepsi wisatawan dipengaruhi juga oleh situasi sebelum mereka sampai ke obyek wisata.
Hal ini menjadi sangat penting untuk diketahui, sebab hingga kini pada wilayah-wilayah tertentu terjadi pemandangan sangat kontradiktif, antara situasi di dalam kawasan obyek wisata dengan situasi diluar kawasan obyek wisata. Mestinya terjadi keselarasan atau sinkronisasi situasi antara eksternal lingkungan obyek wisata dengan situasi internal lingkungan obyek wisata, serta adanya keselarasan pelayanan dari petugas pengelola obyek wisata dengan pelayanan lain dari seluruh elemen yang ada di lingkungan internal obyek wisata.
Dengan konsep yang demikian diharapkan seluruh elemen dalam obyek wisata mampu memberi persepsi yang positif kepada wisatawan yang datang. Interaksi wisatawan pada sebuah obyek wisata terjadi tak hanya dengan petugas pengelola obyek wisata. Interaksi juga terjadi dengan seluruh elemen yang ada pada obyek wisata, bahkan dengan lingkungan eksternal menuju lokasi obyek wisata.
Ketika berbicara tentang peningkatan kualitas pelayanan obyek wisata, mestinya berbicara tentang peningkatan kualitas pelayanan petugas pengelola obyek wisata, kualitas pelayanan seluruh elemen-elemen lain pada lingkungan internal dan eksternal obyek wisata tersebut. Ini merupkan kewajiban yang sangat besar yang mestinya dilakukan Wonosobo dalam upayanya membangun citra positif pariwisata. Sebab dengan peningkatan kualitas pelayanan obyek wisata, maka persepsi wisatawan akan meningkat, dan tentunya citra positif dieng sebagai daerah tujuan wisata juga akan ikut meningkat.
Perhatian semua kalangan sangat dibutuhkan dalam upaya membangun dan mengembangkan pengelolaan obyek - obyek wisata di Wonosobo yang lebih profesional dan memiliki standar pelayanan minimal. Bisa dibayangkan ketika persepsi wisatawan negatif terhadap obyek wisata yang ada di Dataran Tinggi Dieng, maka semakin banyak pula citra negatif yang timbul di pasar wisata dunia tentang destinasi Dieng.
Naskah: Yunanto : Dimas P
Copyright © 2011 diengplateau.com
Copyright © 2011 diengplateau.com
Related posts :
1 komentar for this post
Leave a reply
:: SAVE DIENG :: ~ We Just Want To Help ... ~
1. Mengapa Ada Longsoran ?
2. Monitoring Peredaran dan Penggunaan Pestisida
3. Mutualisme Pariwisata dan Pertanian, Sebuah Mimpi Singkronisasi
4. Sindoro Waspada !
5. Panduan Umum Penanggulangan Bencana Berbasis Masyarakat
6. Pencitraan Pariwisata Melalui Peningkatan Kualitas Pengelolaan
7. Potensi Yang Tersembunyi
8. Sejarah Pengelolaan Situs
9. Upaya Mitigasi Bencana Gerakan Tanah
10. Ketugasan dan Kesiapan Aparat Dalam Menghadapi Bencana
11. Ada Pahlawan Diantara Kita
12. Penerapan Rotasi Tanaman Menuju Pertanian Berwawasan Lingkungan
13. Dieng Perlu Sentuhan
14. Gelar Budaya Sebagai Pemikat Turis Asing
15. Kami Jamin Keamanan Anda Selama Berwisata
16. Kunci Utama Menaikkan Nilai Jual Tempat Wisata
17. Menemukan Kembali Mutiara Yang Hilang
18. Perempuan dan Pelestarian Dieng
19. Mengubah Paham Antroposentris Menjadi Ekosentris
20. Penanaman Pinus dan Kentang Secara Proporsional
3. Mutualisme Pariwisata dan Pertanian, Sebuah Mimpi Singkronisasi
4. Sindoro Waspada !
5. Panduan Umum Penanggulangan Bencana Berbasis Masyarakat
6. Pencitraan Pariwisata Melalui Peningkatan Kualitas Pengelolaan
7. Potensi Yang Tersembunyi
8. Sejarah Pengelolaan Situs
9. Upaya Mitigasi Bencana Gerakan Tanah
10. Ketugasan dan Kesiapan Aparat Dalam Menghadapi Bencana
11. Ada Pahlawan Diantara Kita
12. Penerapan Rotasi Tanaman Menuju Pertanian Berwawasan Lingkungan
13. Dieng Perlu Sentuhan
14. Gelar Budaya Sebagai Pemikat Turis Asing
15. Kami Jamin Keamanan Anda Selama Berwisata
16. Kunci Utama Menaikkan Nilai Jual Tempat Wisata
17. Menemukan Kembali Mutiara Yang Hilang
18. Perempuan dan Pelestarian Dieng
19. Mengubah Paham Antroposentris Menjadi Ekosentris
20. Penanaman Pinus dan Kentang Secara Proporsional











Siapa tak kenal Candi Borobudur? Candi Budha ini memiliki 1460 relief dan 504 stupa Budha di kompleksnya. Jutaan orang mendamba untuk mengunjungi bangunan yang termasuk dalam World Wonder Heritages ini.


2010 Dieng Plateau Tourism - News And Articles About Tourism, Culture In Dieng Plateau
3Fortune Indonesia
22 Maret 2011 21:36
Saya pernah kesana antara tahun 99 - 2000, sangat dibutuhkan peran serta pemerintah daerah untuk membenahi