www.diengplateau.com
Silahkan Kirim Email Ke : info@diengplateau.org
Bisnis Tak Kenal Krisis
19:32 // 1 komentar // tafrihan // Category: Article , Catatan Tafrihan //Peluang Bisnis Tak Kenal Krisis, sebuah renungan ketika ekonomi sedang sulit.
Tuhan telah memberikan kepingan Surga berupa Dieng. Golden sunrise melenggang cantik dari bukit Sikunir Sembungan, Telaga – telaga menghadirkan kesejukan mata dan ketenangan hati, Candi Arjuna dan Bima berdiri dengan gagahnya menyambut kehadiran kita, budayanya begitu adiluhung dan terus menarik pikiran dan hati kita untuk memahaminya… suguhan minum Purwaceng dan Carica, makannya kentang goreng, mie ongklok dan lainnya, Tapi yang terjadi akhir-akhir ini adalah bencana…,dan sangat mungkin tragedi kemanusiaan akan terjadi di surga kita, yang sudah dimulai dengan tanda – tandanya. Kawasan Dieng yang ibarat permadani hijau, tergulung dan berubah menjadi kecoklatan dengan bebatuan yang mulai muncul kepermukaan. Tanah subur itu telah hilang, pertanian semakin sulit untuk terus dipertahankan. Karena terbukti perekonomian penduduknya terus mengalami penurunan. Kita sudah memaksa tanah kita untuk terus menghasilkan sayuran, kentang kol dan sejenisnya, berbagai obat-obatan kimia kita gunakan, media tanah yang berkurang kita ganti dengan pupuk, bahkan ada yang mengatakan kita menanam diatas pupuk. Kerja keras kita dari pagi sampai sore hari, tapi semuanya tidak menghasilkan perbaikan ekonomi.
Ada apa dengan kepingan Surga ini ? … Haruskah kita seperti adam dan hawa yang terusir dari Surga, karena kita telah mengambil sesuatu yang seharusnya tidak kita ambil ? kita makan dari sesuatu yang seharusnya tidak kita makan ? kita berbuat sesuatu yang seharusya kita tidak melakukannya ? …. Lalu bagaimana dengan anak cucu kita… Pernahkah kita berpikir mereka akan hidup dengan cara apa ? ataukah mereka akan kita biarkan menjadi tumbal – tumbal atas keserakahan kita…?
Ataukah kita akan putus asa dan pergi entah kemana untuk mencari surga lain. Dan merusaknya lagi..
Masih ada Harapan bagi kita untuk memperbaiki diri, peluang ada didepan mata, dan untuk kawasan Dieng yang paling memungkinkan adalah dengan Pariwisata. Pariwisata merupakan bisnis tak kenal krisis. Karena sifatnya global dan mendunia. Mungkin kita pikir ketika kawasan Dieng mengalami krisis maka seluruh dunia akan krisis juga.. Tidak !!!. Semarang tidak krisis, Magelang, Bandung, Jawa Timur, Luar Jawa ,Luar Negeri , Eropa, Amerika, Australia dll tidak krisis, itulah kenapa Kunjungan Wisata selalu saja naik dari tahun ketahun.. Uni Emirat Arab saja sekarang telah memiliki Industri pariwisata yang mampu bersaing dengan Pariwisata di negara – negara Barat. Pariwisata bukan sebuah dosa... bahkan terhitung sebagai ibadah ketika kita memfasilitasi orang untuk mengagumi ciptaan Tuhannya.
Pengembangan Pariwisata tentunya merupakan sebuah kesempatan dan peluang bisnis yang dapat menjadi industri utama disuatu daerah tertentu apabila dapat dikemas dan dipasarkan secara lebih serius, terlebih lagi dikawasan Dataran Tinggi Dieng yang potensi alam, budaya dan keunikan lokalnya sudah dikenal dan didatangi wisatawan dunia sejak tahun 1925.
Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa sektor pariwisata akhir – akhir ini mendapatkan perhatian yang lebih dari berbagai negara, termasuk di dalamnya Indonesia. Kondisi tersebut dipicu dengan adanya fenomena bahwa ke depan sektor pariwisata memiliki tren pertumbuhan yang melebihi sektor industri lainnya. Fenomena ini akan menjadikan sektor pariwisata menjadi primadona bagi negara Indonesia untuk mendatangkan devisa disamping minyak dan gas bumi.
Selain fenomena tersebut, dalam konstelasi pariwisata dunia WTO (World Tourism Organization) memperkirakan jumlah kunjungan wisatawan internasional di seluruh dunia akan mencapai 1.006,4 milyar pada tahun 2010 dan 1.561,1 milyar pada tahun 2020. Dari jumlah tersebut 1,18 milyar merupakan kunjungan intraregional dan sisanya sebanyak 377 juta merupakan long haul. Secara total, tingkat pertumbuhan kunjungan wisatawan diperkirakan 4,1 persen per tahun. Kondisi ini semakin menjadikan pariwisata menjadi primadona.
Dalam Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 14 Tahun 2004 Tanggal 26 Agustus 2004 tentang Rencana Induk Pengembangan Pariwisata (RIPP) Provinsi Jawa Tengah disebutkan bahwa Provinsi Jawa Tengah memiliki empat kategori kawasan, yakni Kawasan Unggulan, Kawasan Andalan, Kawasan Pengembangan dan Kawasan Potensial. Yang dimaksud dengan Kawasan Unggulan adalah kawasan wisata dengan obyek wisata langka serta daya tarik wisata yang kuat, tidak ditemui di wilayah lain serta telah teruji oleh pasar wisata domestik dan internasional yang mantap dan mampu memberikan dampak pembangunan secara cepat dan menyeluruh. Yang dimaksud dengan Kawasan Andalan adalah kawasan wisata dengan obyek wisata langka serta daya tarik wisata yang kuat, mempunyai posisi yang kuat dalam lingkup regional, mempunyai pasar wisata domestik yang kuat serta mulai ditawarkan pada pasar internasional dan mempunyai kontribusi perekonomian pada skala provinsi Jawa Tengah. Kawasan Pengembangan adalah adalah kawasan wisata dengan obyek wisata langka serta daya tarik wisata yang diproyeksikan akan menjadi alternatif daya tarik yang kuat di masa mendatang dan sudah mempunyai pasar potensial. kawasan Potensial adalah kawasan wisata dengan obyek wisata dan daya tarik wisata yang relatif baru berkembang namun diperkirakan mempunyai kekuatan produk yang cukup besar di masa mendatang meskipun jangkauan pasarnya wisatawan domestik.
Salah satu Kawasan Andalan Jawa Tengah sebagaimana disebutkan dalam RIPP tersebut adalah Kawasan Dieng. Kawasan Dieng sebagai salah satu potensi pariwisata mempunyai panorama tang sangat menawan dan memiliki aneka ragam obyek wisata mulai dari Candi (Arjuna, Gatotkaca, Bima, Dwarawati), kawah (Sikidang, Sileri Candradimuka, Sikendang), Telaga (Warna, Pengilon, Merdada, Balekambang, Dringo, Cebong, Menjer), Gua (Jimat, Semar, Jaran Sumur Jalatunda, Bimo Lukar, Sumber air panas (Sirawe), Air terjun (Sirawe, Sikarim, Seloka), Agrowisata Tambi, maupun obyek wisata buatan yang dibangun untuk menunjang aktivitas pariwisata di kawasan tersebut (Dieng Paateau Theater, Museum Purbakala, Gardu Pandang Tieng) serta masih banyak obyek wisata yang lain seperti Ondo Budho, Gunung Sikunir, Tuk Bimo Lukar, Watu Kelir dan PAP Bitingan. Namun saat ini obyek wisata dataran tinggi Dieng masih belum dikembangkan secara maksimal. Pengembangan pariwisata di Kawasan Wisata Dieng diyakini akan dapat memperkokoh dan memandirikan ekonomi di kawasan tersebut pada khususnya dan Jawa Tengah pada umumnya.
Untuk mulai berbisnis kita sudah memiliki modalnya berupa anugerah kepingan Surga , tinggal kita memolesnya untuk menjadi lebih menarik,dan yang paling penting adalah masyarakatnya yang mau sadar wisata, mengamalkan Sapta pesona. Dan memperbaiki lingkungannya. Hijaukan kembali Dieng, dan ramahlah dalam memanfaatkan tanah – tanah kita, Uri-uri budayanya, Bersikaplah lebih Ndesani , sapalah pengunjung dengan sopan, layani ibarat raja, jagalah kejujuran, Kebersihan menjadi wajib bagi semua kawasan, maka nantikan keajaibannya, uang akan mengalir ke Kawasan Dieng, tanpa kita harus merusak lingkungan kita. Tanpa harus meletakkan pupuk- pupuk menutupi setengah dari jalan umum, menyedot Telaga untuk mengairi tanaman kita , berhutang modal pada sektor perbankan yang ahirnya hanya menjadi masalah bagi kita.
Di Sektor Pariwisata Kita dapat menjadi apa saja , mulai dari Pengelola Home Stay, Guide, Sopir angkutan antar obyek, penjaga parkir, pengelola out bond. Pengrajin, pengelola warung/ rumah makan, pembuat souvenir, pembuat makanan khas, kesenian, dan banyak pekerjaan lain. Kalau kita hitung satu persatu ternyata banyak sekali peluangnya.
Kalau masyarakat Bali bisa, Kenapa masyarakat kawasan Dieng tidak bisa.? Jawabannya hanya kita yang tahu... tapi kita tidak mau untuk melakukannya seperti halnya orang Bali Melakukannya ................. Disektor pariwisata, apa saja bisa kita jual untuk menyenangkan wisatawan dan menghasilkan uang bagi kita...
Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa sektor pariwisata akhir – akhir ini mendapatkan perhatian yang lebih dari berbagai negara, termasuk di dalamnya Indonesia. Kondisi tersebut dipicu dengan adanya fenomena bahwa ke depan sektor pariwisata memiliki tren pertumbuhan yang melebihi sektor industri lainnya. Fenomena ini akan menjadikan sektor pariwisata menjadi primadona bagi negara Indonesia untuk mendatangkan devisa disamping minyak dan gas bumi.
Selamatkan alam dan lingkungan kita, selamatkan ekonomi kita dengan pariwisata.
Related posts :
1 komentar for this post
Leave a reply
:: SAVE DIENG :: ~ We Just Want To Help ... ~
1. Mengapa Ada Longsoran ?
2. Monitoring Peredaran dan Penggunaan Pestisida
3. Mutualisme Pariwisata dan Pertanian, Sebuah Mimpi Singkronisasi
4. Sindoro Waspada !
5. Panduan Umum Penanggulangan Bencana Berbasis Masyarakat
6. Pencitraan Pariwisata Melalui Peningkatan Kualitas Pengelolaan
7. Potensi Yang Tersembunyi
8. Sejarah Pengelolaan Situs
9. Upaya Mitigasi Bencana Gerakan Tanah
10. Ketugasan dan Kesiapan Aparat Dalam Menghadapi Bencana
11. Ada Pahlawan Diantara Kita
12. Penerapan Rotasi Tanaman Menuju Pertanian Berwawasan Lingkungan
13. Dieng Perlu Sentuhan
14. Gelar Budaya Sebagai Pemikat Turis Asing
15. Kami Jamin Keamanan Anda Selama Berwisata
16. Kunci Utama Menaikkan Nilai Jual Tempat Wisata
17. Menemukan Kembali Mutiara Yang Hilang
18. Perempuan dan Pelestarian Dieng
19. Mengubah Paham Antroposentris Menjadi Ekosentris
20. Penanaman Pinus dan Kentang Secara Proporsional
3. Mutualisme Pariwisata dan Pertanian, Sebuah Mimpi Singkronisasi
4. Sindoro Waspada !
5. Panduan Umum Penanggulangan Bencana Berbasis Masyarakat
6. Pencitraan Pariwisata Melalui Peningkatan Kualitas Pengelolaan
7. Potensi Yang Tersembunyi
8. Sejarah Pengelolaan Situs
9. Upaya Mitigasi Bencana Gerakan Tanah
10. Ketugasan dan Kesiapan Aparat Dalam Menghadapi Bencana
11. Ada Pahlawan Diantara Kita
12. Penerapan Rotasi Tanaman Menuju Pertanian Berwawasan Lingkungan
13. Dieng Perlu Sentuhan
14. Gelar Budaya Sebagai Pemikat Turis Asing
15. Kami Jamin Keamanan Anda Selama Berwisata
16. Kunci Utama Menaikkan Nilai Jual Tempat Wisata
17. Menemukan Kembali Mutiara Yang Hilang
18. Perempuan dan Pelestarian Dieng
19. Mengubah Paham Antroposentris Menjadi Ekosentris
20. Penanaman Pinus dan Kentang Secara Proporsional










Siapa tak kenal Candi Borobudur? Candi Budha ini memiliki 1460 relief dan 504 stupa Budha di kompleksnya. Jutaan orang mendamba untuk mengunjungi bangunan yang termasuk dalam World Wonder Heritages ini.


2010 Dieng Plateau Tourism - News And Articles About Tourism, Culture In Dieng Plateau
Anonim
20 Desember 2011 23:08
adai masyarakat Dieng sadar wisata!!!!