www.diengplateau.com
Silahkan Kirim Email Ke : info@diengplateau.org
Renungan Perjalanan Menuju Kehancuran.
15:39 // 2 komentar // tafrihan // Category: Catatan Tafrihan //Ada yang memprediksi Dieng akan benar-benar hancur 10 tahun lagi, apabila tidak ada perubahan dari pola kehidupan masyarakat dan pemerintahnya, Hal ini dapat dipahami dengan melihat beberapa aspek yaitu :
- Seluruh luas wilayah kawasan Dieng sesuai dengan Pergub no 5 tahun 2009,yang berada diwilayah Kabupaten Banjarnegara, Wonosobo, Temanggung, Kendal Batang dan Pekalongan ,
- Kawasan Lindung , hutan Negara dan cagar alam,tanah situs ,kawasan budidaya dan Kawasan pemukiman
- Jumlah penghuni kawasan Dieng
- Daya dukung Sumberdaya alam
Degradasi lingkungan merupakan sudut pandang yang paling mudah untuk mengukur proses menuju kehancuran, bisa kita bayangkan kondisi saat ini dimana kerusakan lingkungan sedemikian parahnya, yang lajunya lebih cepat dibanding dengan upaya kita untuk merehabilitasinya,daya dukung sumber daya alam yang terus menurun dapat dirasakan oleh warganya yang semakin lama semakin memburuk, dan titik parahnya pada tahun 2010 kemarin. Tanaman sayuran kentang dan kubis yang menjadi andalan ekonomi masyarakat sudah tidak dapat lagi sebagai penopang kehidupan. Ditambah lagi dengan cuaca ekstrim yang menyebabkan gagal panen,lengkap sudah tonggak kehancuran itu tertanam. Pada sisi lain petani menjadi pihak yang disalahkan karena menjadi penyebab tingginya erosi dan sedimentasi yang mencapai 160 ton/Ha/tahun.
Kondisi Ekonomi masyarakat Dieng sudah hampir tidak tertolong lagi, banyak yang mengeluh. Banyak yang putus asa, banyak yang pergi entah kemana, dan itu semua terjadi pada masa sekarang tahun 2011, dimana penduduknya belum bertambah banyak, lahannya belum dibagi-bagi lagi dengan anak cucu atau lebih parah lagi disita oleh pihak Bank karena kredit macet.
- Luas lahan budidaya tanaman kentang dan Kobis dikawasan Dieng sekitar 8.000 Hektar ( bukan data BPS tapi data yang diperoleh dari Formulator pestisida dan beberapa toko pestisida )
- Jumlah penduduk Dua Kecamatan sekitar 79.800 jiwa( sensus desember 2010 )
- Rata – rata kepemilikan lahan sekitar 0,2 Hektar per KK dengan perhitungan ada yang memiliki beberapa hektar dan banyak juga yang tidak memiliki Lahan.
- Dengan pertumbuhan penduduk yang rendah saja dapat dipastikan akan terjadi ledakan jumlah penduduk, sementara lahan budidaya tidak bertambah bahkan terkurangi dengan konversi menjadi lahan pemukiman
- Kesimpulan sementara adalah terjadinya ketidakseimbangan antara daya dukung sumberdaya alam dengan jumlah penduduknya
Apa yang terjadi, ketika pada saat tersebut tidak ada jenis tanaman yang nilai ekonomisnya sangat tinggi, tidak ada sektor riel yang bergerak cepat, tidak ada sektor jasa yang pemanfaatnya luar biasa,mau jadi apa penduduk yang tinggal di Kawasan Dieng. Sementara skill life yang dimiliki hanya di sektor pertanian.
Pernahkah kita berpikir apabila pola kita dalam memperlakukan lahan dan lingkungan tidak kita rubah total yang akan terjadi 10 tahun mendatang adalah, habisnya semua sumber daya alam kita, lapisan tanah subur berganti dengan tanah tandus dan bebatuan yang walaupun dipaksa 10 kali lipat dari pemaksaan tanah seperti yang sekarang kita lakukanpun sudah tidak mampu lagi menghasilkan sesuai dengan harapan kita,sementara masih diperparah dengan sumber air mengering yang bahkan untuk berwudlu saja kita sudah kesulitan, dan ketika musim hujan tiba, bencana seperti yang selalu terjadi dalam kurun waktu lima tahun terakhir ini sudah menampakkan taring-taringnya untuk memakan korban jiwa dan harta kita.
Dieng seharusnya menjadi isu nasional karena mengingat kompleksitas permasalahannya, enam kabupaten yang memiliki wilayah jelas tidak mampu, Pemerintah pusat dapat saja mengambil alih isu dan menangani secara komprehensif, memaksa semua pejabat ditingkat bawah untuk lebih peduli ldan kreatif lagi, melakukan inisiasi kerjasama antar kabupaten dan provinsi, mencari alternative ekonomi bagi Masyarakat Kawasan Dieng dan menyelamatkan asset situs purbakala, kawasan lindung,cagar alam dan mempersiapkan semua pihak untuk menghadapi ancaman bencana dan tragedy yang sangat mungkin akan terjadi.
Kita semua boleh – boleh saja sangat mencintai Dieng , tapi jangan sampai cinta kita membutakan mata kita dan cinta itu tanpa terasa secara perlahan menghancurkan apa yang kita cintai.
Masyarakat sangat menunggu lebih banyak pihak yang peduli, yang mau memikirkan jalan terbaik untuk lingkungan, pariwisata dan kelangsungan hidup penghuninya.
tafrihan-diengplateau.com
Related posts :
2 komentar for this post
Leave a reply
:: SAVE DIENG :: ~ We Just Want To Help ... ~
1. Mengapa Ada Longsoran ?
2. Monitoring Peredaran dan Penggunaan Pestisida
3. Mutualisme Pariwisata dan Pertanian, Sebuah Mimpi Singkronisasi
4. Sindoro Waspada !
5. Panduan Umum Penanggulangan Bencana Berbasis Masyarakat
6. Pencitraan Pariwisata Melalui Peningkatan Kualitas Pengelolaan
7. Potensi Yang Tersembunyi
8. Sejarah Pengelolaan Situs
9. Upaya Mitigasi Bencana Gerakan Tanah
10. Ketugasan dan Kesiapan Aparat Dalam Menghadapi Bencana
11. Ada Pahlawan Diantara Kita
12. Penerapan Rotasi Tanaman Menuju Pertanian Berwawasan Lingkungan
13. Dieng Perlu Sentuhan
14. Gelar Budaya Sebagai Pemikat Turis Asing
15. Kami Jamin Keamanan Anda Selama Berwisata
16. Kunci Utama Menaikkan Nilai Jual Tempat Wisata
17. Menemukan Kembali Mutiara Yang Hilang
18. Perempuan dan Pelestarian Dieng
19. Mengubah Paham Antroposentris Menjadi Ekosentris
20. Penanaman Pinus dan Kentang Secara Proporsional
3. Mutualisme Pariwisata dan Pertanian, Sebuah Mimpi Singkronisasi
4. Sindoro Waspada !
5. Panduan Umum Penanggulangan Bencana Berbasis Masyarakat
6. Pencitraan Pariwisata Melalui Peningkatan Kualitas Pengelolaan
7. Potensi Yang Tersembunyi
8. Sejarah Pengelolaan Situs
9. Upaya Mitigasi Bencana Gerakan Tanah
10. Ketugasan dan Kesiapan Aparat Dalam Menghadapi Bencana
11. Ada Pahlawan Diantara Kita
12. Penerapan Rotasi Tanaman Menuju Pertanian Berwawasan Lingkungan
13. Dieng Perlu Sentuhan
14. Gelar Budaya Sebagai Pemikat Turis Asing
15. Kami Jamin Keamanan Anda Selama Berwisata
16. Kunci Utama Menaikkan Nilai Jual Tempat Wisata
17. Menemukan Kembali Mutiara Yang Hilang
18. Perempuan dan Pelestarian Dieng
19. Mengubah Paham Antroposentris Menjadi Ekosentris
20. Penanaman Pinus dan Kentang Secara Proporsional










Siapa tak kenal Candi Borobudur? Candi Budha ini memiliki 1460 relief dan 504 stupa Budha di kompleksnya. Jutaan orang mendamba untuk mengunjungi bangunan yang termasuk dalam World Wonder Heritages ini.


2010 Dieng Plateau Tourism - News And Articles About Tourism, Culture In Dieng Plateau
Hasim Anwar
20 April 2011 18:34
Gubernur juga sering mengingatkan tentang upaya konservasi lahan di Dieng. "Memang, masalah Dieng ini pelik". Tidak semudah membalikkan telapak tangan.
Widya Astuti
20 April 2011 19:22
Jika betul betul terjadi kehancuran DIENG apa yang akan kita lakukan ? ...
Mungkn suatu saat DIENG hanya Menjadi Dongeng !