www.diengplateau.com
Silahkan Kirim Email Ke : info@diengplateau.org
Aksi Calo Semakin Merajalela
23:41 // 0 komentar // Dieng Plateau Tourism // Category: News //Dieng, Wonosobo Banjarnegara 13-05-2011. Dunia calo memang menawarkan beragam solusi mudah dengan kompensasi tinggi akibat hukum pasar yang berjalan. Maka tatkala permintaan banyak dan penawaran sedikit membuat harga tinggi dan kapasitas terbatas, celah keterbatasan inilah dimanfaatkan calo yang ingin menangguk keuntungan lebih. Dunia percaloan memang tidak mengenal kelas dan kasta dari calo kelas kakap dan kelas teri diterminal-terminal, stasiun, pelabuhan dan bandara, tempat wisata. Calo adalah profesi yang dibenci tapi juga dirindu. Termasuk homestay di Dieng tak pernah lepas dari aksi calo.
Maraknya aksi calo Homestay Di Dieng Kab. Wonosobo & Banjarnegara, membuat gerah para pemilik homestay, pasalanya calo menaikkan tarif kamar dengan seenaknya. Padahal sudah ada ketentuan fee bagi pemilik homestay dengan para calo yaitu sebesar 10%.
Bahkan yang paling parah, setiap kali tamu yang ingin bermalam disebuah Homestay Dieng selalu dihadang calo, walaupun wiastawan sudah menentukan homestay tujuanya. Seperti yang di ungkap H. Sujono, "Ada tamu yang sudah tiba didepan pintu tiba-tiba calo menghadang & menentukan tarif seenaknya".
Homestay di Dieng, Wonosobo menjadi sasaran empuk bagi para calo, mereka merajalela dengan menentukan harga semena-mena. Calo-calo disekitar Dieng pada umumnya berprofesi ganda sebagai tukang ojek, buruh tani, hingga petugas.
Keberadaan calo di Dataran Tinggi Dieng selain merugikan pemilik Homestay, juga membunuh wisata Dieng secara perlahan. Tentunya calo-calo di Dieng harus di tindak secara tegas.
Bahkan yang paling parah, setiap kali tamu yang ingin bermalam disebuah Homestay Dieng selalu dihadang calo, walaupun wiastawan sudah menentukan homestay tujuanya. Seperti yang di ungkap H. Sujono, "Ada tamu yang sudah tiba didepan pintu tiba-tiba calo menghadang & menentukan tarif seenaknya".
Homestay di Dieng, Wonosobo menjadi sasaran empuk bagi para calo, mereka merajalela dengan menentukan harga semena-mena. Calo-calo disekitar Dieng pada umumnya berprofesi ganda sebagai tukang ojek, buruh tani, hingga petugas.
Keberadaan calo di Dataran Tinggi Dieng selain merugikan pemilik Homestay, juga membunuh wisata Dieng secara perlahan. Tentunya calo-calo di Dieng harus di tindak secara tegas.
Related posts :
0 komentar for this post
Leave a reply
:: SAVE DIENG :: ~ We Just Want To Help ... ~
1. Mengapa Ada Longsoran ?
2. Monitoring Peredaran dan Penggunaan Pestisida
3. Mutualisme Pariwisata dan Pertanian, Sebuah Mimpi Singkronisasi
4. Sindoro Waspada !
5. Panduan Umum Penanggulangan Bencana Berbasis Masyarakat
6. Pencitraan Pariwisata Melalui Peningkatan Kualitas Pengelolaan
7. Potensi Yang Tersembunyi
8. Sejarah Pengelolaan Situs
9. Upaya Mitigasi Bencana Gerakan Tanah
10. Ketugasan dan Kesiapan Aparat Dalam Menghadapi Bencana
11. Ada Pahlawan Diantara Kita
12. Penerapan Rotasi Tanaman Menuju Pertanian Berwawasan Lingkungan
13. Dieng Perlu Sentuhan
14. Gelar Budaya Sebagai Pemikat Turis Asing
15. Kami Jamin Keamanan Anda Selama Berwisata
16. Kunci Utama Menaikkan Nilai Jual Tempat Wisata
17. Menemukan Kembali Mutiara Yang Hilang
18. Perempuan dan Pelestarian Dieng
19. Mengubah Paham Antroposentris Menjadi Ekosentris
20. Penanaman Pinus dan Kentang Secara Proporsional
3. Mutualisme Pariwisata dan Pertanian, Sebuah Mimpi Singkronisasi
4. Sindoro Waspada !
5. Panduan Umum Penanggulangan Bencana Berbasis Masyarakat
6. Pencitraan Pariwisata Melalui Peningkatan Kualitas Pengelolaan
7. Potensi Yang Tersembunyi
8. Sejarah Pengelolaan Situs
9. Upaya Mitigasi Bencana Gerakan Tanah
10. Ketugasan dan Kesiapan Aparat Dalam Menghadapi Bencana
11. Ada Pahlawan Diantara Kita
12. Penerapan Rotasi Tanaman Menuju Pertanian Berwawasan Lingkungan
13. Dieng Perlu Sentuhan
14. Gelar Budaya Sebagai Pemikat Turis Asing
15. Kami Jamin Keamanan Anda Selama Berwisata
16. Kunci Utama Menaikkan Nilai Jual Tempat Wisata
17. Menemukan Kembali Mutiara Yang Hilang
18. Perempuan dan Pelestarian Dieng
19. Mengubah Paham Antroposentris Menjadi Ekosentris
20. Penanaman Pinus dan Kentang Secara Proporsional










Siapa tak kenal Candi Borobudur? Candi Budha ini memiliki 1460 relief dan 504 stupa Budha di kompleksnya. Jutaan orang mendamba untuk mengunjungi bangunan yang termasuk dalam World Wonder Heritages ini.


2010 Dieng Plateau Tourism - News And Articles About Tourism, Culture In Dieng Plateau