www.diengplateau.com
Silahkan Kirim Email Ke : info@diengplateau.org
Dieng Milik Siapa, Wonosobo atau Banjarnegara ?
10:35 // 4 komentar // tafrihan // Category: Article //Diskusi paling ramai beberapa hari ini adalah soal Banjarnegara dan Wonosobo, pihak luar yang belum tahu persis soal Dieng banyak yang menyayangkan soal pemberitaan Bencana kawah Timbang, kalau ada bencana pasti yang disebut Dieng milik Banjarnegara dan giliran wisata yang bagus-bagus itu milik Wonosobo. hal ini terjadi karena kurang pahamnya masyarakat terhadap Dieng, Dieng merupakan kawasan yang sangat luas, dan kalau bicara wisata juga akan lebih luas lagi, karena wisata merupakan kegiatan di area tanpa batas kewilayahan.
kalau bicara soal Dieng antara yang masuk wilayah Banjarnegara dan Wonosobo sebenarnya hanya permasalahan kecil karena hanya dibatasi oleh kali Tulis. dan kita jangan berpikir kalau kali tulis ini lebarnya mirip seperti kali progo, sungai serayu yang berada di Cilacap karena kita akan kecewa seperti yang dialami beberapa mahasiswa yang sedang bertugas di Dieng untuk pembuatan Film Partisipatif bersama dengan FPPKD. ketika ditunjukkan lokasi kali tulis, mereka masih tetap bertanya dimana kali/ sungai nya karena yang didepan mata mereka adalah parit kecil sekitar 1-1,5 meter yang berada pada perbatasan desa Dieng Wonosobo dan Dieng Kulon Banjarnegara.
Perbedaan persepsi dan upaya persaingan dan saling klaim merupakan pekerjaan yang tidak produktif, karena Dua Kabupaten ini sebenarnya memiliki saling ketergantungan, bolehlah orang mengkalim bahwa Banjarnegera memiliki wliayah yang lebih luas, akan tetapi soal akses jalan menuju Dieng wisatawan lebih memilih Wonosobo sebagai jalurnya, bahkan orang dinas Banjarnegara sendiri kalau mau ke Dieng juga melalui jalur tersebut.Tidak dapat kita bayangkan apa yang akan terjadi ketika kemudian muncul persaingan yang tidak sehat mulai dari masyarakatnya, dinasnya dan pelaku wisatanya dll.
Penyatuan persepsi dan Komunitas sebenarnya pernah dilakukan oleh Dinas Pariwsata Provinsi Jawa Tengah dan LSM, sekaligus penanda tanganan pengelolaan bersama yang dilaksanakan di Losari Cafe Plantation Magelang beberapa tahun silam, yang telah berhasil memunculkan banyak kesepahaman dan kesepakatan.


Pada awalnya persatuan masyarakat dikawasan Dieng sangat Bagus yang meliputi 17 Desa yang berdekatan dengan Kawasan Poros dan Jeruji Dieng, mulai dari Kelompok Kesenian,kelompok kerajinan,pedagang, homestay dll. akan tetapi sekitar 3 tahun terakhir ini mulai muncul kelompok-kelompok yang merasa lebih dominan, Memiliki Keunggulan dibanding yang lain dan menafikkan kelompok yang lain yang lebih kecil, bahkan ada anggapan yang boleh berusaha wisata hanya orang Dieng yang asli,maksudnya yang diluar desa Dieng tidak boleh berusaha, belum diketahui jelas sebenarnya siapa yang menggerakkan mereka akan tetapi kalau dilihat dari berbagai hal dapat dilihat bahwa ada pihak luar yang menggerakkan masyarakat tersebut.dan sebagaian besar masyarakat juga sudah tahu siapa sebenarnya yang jadi penggerak upaya pemisahan tersebut.pihak yang lebih senang apabila wilayahnya dipandang lebih unggul dari yang lain, karena pekerjaannya akan dianggap hebat dan cepat naik pangkat atau naik gaji dan sejenisnya.
Upaya mereka untuk selalu tampil didepan disatu sisi merupakan upaya yang sangat bagus akan tetapi disisi lain dapat melemahkan orang maupun desa lain untuk mendukung kepariwisataan Dieng, contoh nyata adalah ketika diadakan karnaval kesenian, desa lain sudah tidak mau lagi tergabung dengan desa lainnya karena merasa hanya dimanfaatkan oleh kelompok dominan tersebut dan sudah dua kali merasa dibohongi. padahal sebenarnya masyarakat banyak yang rindu untuk dapat kembali seperti dulu lagi, bersatu, tidak dibeda-bedakan dan mendapat tempat untuk berekspresi.
| Kali Tulis yang menjadi batas adminitrasi dua Kabupaten |
Dieng adalah Dieng tidak perlu lagi disebutkan sebagai Banjarnegara maupun Wonosobo, soal kewilayahan hanya bentuk administrasi yang sudah tidak perlu diperdebatkan,karena saling klaim tanpa ada tindakan perbaikan dan persaingan sehat menuju perbaikan, semua hanya percuma saja dan kontra produktif dengan upaya pengembangan Dieng. lebih bagus lagi semua masyarakatnya bersatu dan saling menghargai, saling membutuhkan untuk pengembangan wisata sebagai alternatif ekonomi pengganti pertanian yang akhir -akhir ini sudah tidak dapat
diandalkan lagi.
Semua Orang butuh Hidup,dan kehidupan yang baik adalah yang dapat saling membantu, saling membutuhkan saling menghargai, berguna bagi sesama dan jangan biarkan yang lain mati asalkan diri kita dapat hidup.
Sampai kapanpun Dieng adalah Dieng Jawa Tengah Indonesia.hal ini juga yang dulu selalu dilakukan oleh FPPKD yang tidak mau menyebutkan Dieng sebagai Banjarnegara atau Wonosobo. Dieng adalah Jawa Tengah Indonesia.
tafrihan.diengplateau.com
Related posts :
4 komentar for this post
Leave a reply
:: SAVE DIENG :: ~ We Just Want To Help ... ~
1. Mengapa Ada Longsoran ?
2. Monitoring Peredaran dan Penggunaan Pestisida
3. Mutualisme Pariwisata dan Pertanian, Sebuah Mimpi Singkronisasi
4. Sindoro Waspada !
5. Panduan Umum Penanggulangan Bencana Berbasis Masyarakat
6. Pencitraan Pariwisata Melalui Peningkatan Kualitas Pengelolaan
7. Potensi Yang Tersembunyi
8. Sejarah Pengelolaan Situs
9. Upaya Mitigasi Bencana Gerakan Tanah
10. Ketugasan dan Kesiapan Aparat Dalam Menghadapi Bencana
11. Ada Pahlawan Diantara Kita
12. Penerapan Rotasi Tanaman Menuju Pertanian Berwawasan Lingkungan
13. Dieng Perlu Sentuhan
14. Gelar Budaya Sebagai Pemikat Turis Asing
15. Kami Jamin Keamanan Anda Selama Berwisata
16. Kunci Utama Menaikkan Nilai Jual Tempat Wisata
17. Menemukan Kembali Mutiara Yang Hilang
18. Perempuan dan Pelestarian Dieng
19. Mengubah Paham Antroposentris Menjadi Ekosentris
20. Penanaman Pinus dan Kentang Secara Proporsional
3. Mutualisme Pariwisata dan Pertanian, Sebuah Mimpi Singkronisasi
4. Sindoro Waspada !
5. Panduan Umum Penanggulangan Bencana Berbasis Masyarakat
6. Pencitraan Pariwisata Melalui Peningkatan Kualitas Pengelolaan
7. Potensi Yang Tersembunyi
8. Sejarah Pengelolaan Situs
9. Upaya Mitigasi Bencana Gerakan Tanah
10. Ketugasan dan Kesiapan Aparat Dalam Menghadapi Bencana
11. Ada Pahlawan Diantara Kita
12. Penerapan Rotasi Tanaman Menuju Pertanian Berwawasan Lingkungan
13. Dieng Perlu Sentuhan
14. Gelar Budaya Sebagai Pemikat Turis Asing
15. Kami Jamin Keamanan Anda Selama Berwisata
16. Kunci Utama Menaikkan Nilai Jual Tempat Wisata
17. Menemukan Kembali Mutiara Yang Hilang
18. Perempuan dan Pelestarian Dieng
19. Mengubah Paham Antroposentris Menjadi Ekosentris
20. Penanaman Pinus dan Kentang Secara Proporsional









Siapa tak kenal Candi Borobudur? Candi Budha ini memiliki 1460 relief dan 504 stupa Budha di kompleksnya. Jutaan orang mendamba untuk mengunjungi bangunan yang termasuk dalam World Wonder Heritages ini.


2010 Dieng Plateau Tourism - News And Articles About Tourism, Culture In Dieng Plateau
slamet cahyono
8 Juni 2011 20:11
setuju dieng adalah dieng... ..dieng adalah warisan dunia..
prima nursobo
8 Oktober 2011 21:49
dieng,,,,,,, tempat yang takkan mungkin kulupakan ,,, kau begitu sejuk, nyaman, indah, pokoknya sesuai dengan ASRI nya,,
Anonim
7 Desember 2011 05:55
Seandainya yang mengurusi Dieng itu orang Bali, Jepang, Singapura atau ..., mungkin akan menjadi obyek wisata nomor satu !
Lha orang Indonesia, bisanya hanya berdoa, diskusi, berdebat dan susah diatur. Mana bisa mengurusi Dieng yang sesungguhnya amat-sangat ajaib !
Anonim
14 Desember 2011 16:46
Pemerintah Kabupaten Banjarnegara dan Wonosobo sama sekali tidak pantas mengaku memiliki dieng,