www.diengplateau.com
Silahkan Kirim Email Ke : info@diengplateau.org
Surat Untuk Bupati Wonosobo
23:55 // 30 komentar // Dieng Plateau Tourism // Category: kritik //
Bapakku yang terhormat kepada siapa lagi kami harus mengadu kalau tidak dengan Bupati kami. Pertama tama kami mengucapkan selamat bertugas, kami mohon maaf karena kami menulis surat ini di media ”terbuka”, dengan harapan akan mendapat masukan lainnya dari semua masyarakat Wonosobo dimanapun berada, agar “perubahan” yang kita cita- citakan dapat terwujud di Wonosobo tercinta.
Surat ini hanyalah rangkuman kecil dari kondisi Wonosobo, dan sedikit keluh kesah. "Seorang ayah yang kehilangan pekerjaan, seorang anak yang tak dapat menatap masa depan, seorang Ibu yang tak dapat membeli garam dan rintihan para petani".
“Ketika Panen Raya Yang Seharusnya Para Petani Wonosobo Bergembira, Fakta Menunjukkan Sebaliknya”
Kabupaten Wonosobo memiliki potensi lahan pertanian yang cukup baik, terutama untuk komoditas sayur mayur. Dalam potensi alam yang subur gemah ripah loh jinawi, ternyata dominannya para petani di sana masih hidup dibawah garis kemiskinan.
Kemiskinan terus menjadi masalah fenomenal sepanjang sejarah dan tidak ada persoalan yang lebih besar selain persoalan kemiskinan. Kemiskinan telah membuat jutaan anak-anak tidak bisa mengenyam pendidikan yang berkualitas, kesulitan membiayai kesehatan, kurangnya tabungan dan tidak adanya investasi, kurangnya akses ke pelayanan publik, kurangnya lapangan pekerjaan, kurangnya jaminan sosial dan perlindungan terhadap keluarga, menguatnya arus urbanisasi ke kota, dan yang lebih parah, kemiskinan menyebabkan jutaan rakyat memenuhi kebutuhan pangan, sandang dan papan secara terbatas.
Bapakku yang terhormat, kami telah melihat masyarakat Wonosobo merasakan hal serupa, dan iri dengan pejabat-pejabat yang selalu minta gajinya dinaikkan dan minta fasilitas yang berlebih, disitu terlihat jelas tidak adanya bentuk keadilan bagi rakyat kecil.
Bapakku yang terhormat, Semoga upaya Penanggulangan Kemiskinan Daerah Kabupaten Wonosobo membuahkan hasil yang diharapkan, dan kami selalu mendukung.
Kami berharap Bapakku merasakan keluh kesah dan memberi kami pengayoman dalam membangun Wonosobo tercinta.
Dan inilah potret buram Kabupaten Wonosobo yang perlu kami sampaikan.
POTRET BURAM KABUPATEN WONOSOBO
![]() | ![]() |
![]() | |
![]() | ![]() |
![]() | ![]() |
![]() | ![]() |
![]() | |
![]() | ![]() |
| - | - |
Copyright Photo By :
Ade Lang Lang HariMurti
Tafrihan
LSM - BHINNEKA KARYA
Hormat Saya
Ade Lang Lang HariMurti
Related posts :
30 komentar for this post
Leave a reply
:: SAVE DIENG :: ~ We Just Want To Help ... ~
1. Mengapa Ada Longsoran ?
2. Monitoring Peredaran dan Penggunaan Pestisida
3. Mutualisme Pariwisata dan Pertanian, Sebuah Mimpi Singkronisasi
4. Sindoro Waspada !
5. Panduan Umum Penanggulangan Bencana Berbasis Masyarakat
6. Pencitraan Pariwisata Melalui Peningkatan Kualitas Pengelolaan
7. Potensi Yang Tersembunyi
8. Sejarah Pengelolaan Situs
9. Upaya Mitigasi Bencana Gerakan Tanah
10. Ketugasan dan Kesiapan Aparat Dalam Menghadapi Bencana
11. Ada Pahlawan Diantara Kita
12. Penerapan Rotasi Tanaman Menuju Pertanian Berwawasan Lingkungan
13. Dieng Perlu Sentuhan
14. Gelar Budaya Sebagai Pemikat Turis Asing
15. Kami Jamin Keamanan Anda Selama Berwisata
16. Kunci Utama Menaikkan Nilai Jual Tempat Wisata
17. Menemukan Kembali Mutiara Yang Hilang
18. Perempuan dan Pelestarian Dieng
19. Mengubah Paham Antroposentris Menjadi Ekosentris
20. Penanaman Pinus dan Kentang Secara Proporsional
3. Mutualisme Pariwisata dan Pertanian, Sebuah Mimpi Singkronisasi
4. Sindoro Waspada !
5. Panduan Umum Penanggulangan Bencana Berbasis Masyarakat
6. Pencitraan Pariwisata Melalui Peningkatan Kualitas Pengelolaan
7. Potensi Yang Tersembunyi
8. Sejarah Pengelolaan Situs
9. Upaya Mitigasi Bencana Gerakan Tanah
10. Ketugasan dan Kesiapan Aparat Dalam Menghadapi Bencana
11. Ada Pahlawan Diantara Kita
12. Penerapan Rotasi Tanaman Menuju Pertanian Berwawasan Lingkungan
13. Dieng Perlu Sentuhan
14. Gelar Budaya Sebagai Pemikat Turis Asing
15. Kami Jamin Keamanan Anda Selama Berwisata
16. Kunci Utama Menaikkan Nilai Jual Tempat Wisata
17. Menemukan Kembali Mutiara Yang Hilang
18. Perempuan dan Pelestarian Dieng
19. Mengubah Paham Antroposentris Menjadi Ekosentris
20. Penanaman Pinus dan Kentang Secara Proporsional






















Siapa tak kenal Candi Borobudur? Candi Budha ini memiliki 1460 relief dan 504 stupa Budha di kompleksnya. Jutaan orang mendamba untuk mengunjungi bangunan yang termasuk dalam World Wonder Heritages ini.


2010 Dieng Plateau Tourism - News And Articles About Tourism, Culture In Dieng Plateau
Anisa
22 Juni 2011 20:33
Bupati Wonosobo Yth, melalui forum ini saya juga ingin menyampaikan beberapa hal, selama bertahun-tahun saya menjadi seorang guru WIYATA BHAKTI mengabdi kepada bangsa ini tanpa imbalan yang berarti, setiap kami mengadu kami seolah hanya dipermainkan dengan segala pertimbangan –pertimbangan yang selalu membingungkan dan justru selalu memberatkan kami.
Dengan rendah diri kami minta, perhatikan nasib dan kesejahteraan para Guru WIYATA BHAKTI di Kabupaten Wonosobo.
Terimakasih,
Anisa
Hasim Anwar
23 Juni 2011 19:42
Kagem Bapak Bupati Wonosobo, Sepanjang Jalan, Mulai Kecamatan Wadaslintang s/d Kejajar kok banyak yang rusak. Kami mengharap kebijaksanaan Bapak Bupati untuk lebih memperhatikannya.
Candra
23 Juni 2011 19:55
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapeda) Provinsi jawa Tengah mengatakan, angka kemiskinan tertinggi di Jawa Tengah berada di Kabupaten Wonosobo yaitu sekitar 29,9 persen. Sementara angka kemiskinan rata-rata dari jumlah penduduk sebesar 17,28 persen.
Tentunya hal ini menjadi PR untuk pemerintah Kabupaten Wonosobo yang harus segera diselesaikan.
Widya Astuti
23 Juni 2011 20:08
Bupati Wonosobo Yth, Saya sangat berterimakasih karena Kota Wonosobo sekarang menjadi aman dan sangat tentram. Dulunya Wonosobo selalu identik dengan Preman dan ketakutan bagi pendatang.
Obat Sakit 2011
23 Juni 2011 20:20
bagus gan gambarnya
Anonim
24 Juni 2011 18:45
Mari bersama rapatkan barisan, mewujudkan Kabupaten Wonosobo lebih maju dan sejahtera.
Yoga - Wadaslintang Wonosobo
Anonim
24 Juni 2011 20:00
Suara Rakyat Nyaring dan Membahana, Suara Rakyat adalah Gema yang mendayu namun menusuk pikiran dan Hati untuk selalu menjalankan nurani hati yang bersih.
Pemerintah yang buta adalah mengganggap suara Rakyat bak Suara angin sepoi-sepoi, berlalu seketika.
Andika
De_Histology
24 Juni 2011 20:53
wah2...sungguh terlalu pic-nya... T-T
Anonim
24 Juni 2011 21:05
Sebagai masyarakat Wonosobo, kami para Petani mempunyai harapan Kepada Bapak Bupati yaitu meringankan beban kami sebagai petani yg semakin hari semakin berat saja.
Pamuji
Seri Bahasa
24 Juni 2011 21:21
pemimpin yang bijak seharusnya turun tangan dalam menangani permasalahan rakyat. tidak seharusnya tahu duduk di kerusi empuk dalam bilik yang berhawa dingin. mereka juga harus sedar tanpa rakyat siapa yang harus dipimpin. tapi kadang2 manusia ini selalu lupa kerana perbezaan status sehingga seringkali melupakan hak pihak yang lain.
Loker
24 Juni 2011 21:47
Selamat malam Dieng...
Anonim
25 Juni 2011 22:50
Miskin dan Kaya sepertinya tak dapat dipisahkan, intinya belum tentu orang miskin menderita dan sebaliknya orang kaya selalu bahagia.
Yang terpenting bagimana cara kita untuk bersyukur pada keadaan.
Nerimo Ing Pandum
Santoso (Kaliwiro)
Agung Laksono
26 Juni 2011 01:44
Beginilah rasanya jadi orang miskin yang selalu berada di bawah dan tertindas, selalu di ejek selalu di injak dan tak pernah di lirik.
Tangisan hanya dalam hati, jeritan panjang yang mungkin sampai ke ujung lama semesta ketika mencari sesuatu yang tak pernah di temukan. Entah kapan akan datang suatu kebahagiaan ataukah hanya nanti setelah mati.
Anonim
26 Juni 2011 02:42
Keluarga Nur Bidayati Akrima, 38, TKI asal Wonosobo yang divonis mati oleh Pengadilan di Provinsi Guangdong, Tiongkok !
Bagaimana perlindungan pemerintah untuk TKI ? ... Patut kita pertanyakan.
Sugeng
Anonim
26 Juni 2011 17:10
Ketika seorang wakil rakyat mengucap sumpah dan janji, rakyat mendengar. Dan ketika wakil rakyat ingkar ?
pawwas
28 Juni 2011 19:57
Selamat malam dari bandung untuk dieng
Anonim
28 Juni 2011 20:15
Pagi buta saat mentari baru beranjak naik
kukerahkan semua sisa tenagaku untuk keluar
dan mencari sedikit udara segar pagi ini
pagi yang kujalani dengan penuh rasa semangat
demi untuk mengisi perutku yang terus menerus berbunyi
demi mencari sesuap nasi dan setetes air untuk hidup sampai besok pagi
kupertaruhkan hidup hari ini demi mendapat sesuap nasi dan setetes air
sesuap nasi dan setetes air yang begitu berarti bagiku
hanya demi untuk menopang kakiku tegak berdiri
sesuap nasi dan setetes air yang begitu berarti bagiku
meski sisa-sisa dari orang kaya yang terbuang
Ya Tuhan, mengapa kau takdirkan aku hanya hidup dari sesuap nasi dan setetes air
yang penuh dengan kehinaan dunia
Hari-hariku penuh dengan kesengsaraan dan derita
hari-hari yang terus aku isi dengan mencari hidup
walaupun hanya sesuap nasi dan setetes air yang kudapat
Hamba hanya dapat bersyukur akan nikmatMu hari ini
Hamba bersyukur karena engkau masih memberikan aku nikmat hidup dan nikmat sehat yang selalu menyertaiku
mungkin sesuap nasi inilah yang membuat aku semakin dekat denganMu
mungkin setetes air inilah yang membuatku semakin nikmat menjalani hidup
bukan sesuap nasi dan setetes air yang aku butuhkan,
namun Halal-lah yang kucari demi mencapai Ridlo-Mu
Hamba ikhlas, jika dengan sesuap nasi dan setetes air yang halal ini dapat membuka mata batinku.
kerena hamba tahu nikmatMu ada pada Halal yang mengalir di setiap aliran darahku
Tataplah Kami Yang Menderita ...
Anonim
29 Juni 2011 09:49
Yang terpenting adalah adanya kerjasama yang baik dari semua kalangan dari tingkat DPR sampai ke bawah untuk tercapainya masyarakat madani, kami berharap ada peningkatan kesadaran kemajuan yang tinggi dari masyarakat Wonosobo.
times
30 Juni 2011 21:06
doa untuk sodara2 kita yang mungkin kekurangan akan sedikit membantu ...
sembungan
30 Juni 2011 21:55
Pendapatan petani sering tak sebanding modal yang dikeluarkannya. Mereka juga terkadang tidak bisa menjual hasil panen dengan harga pantas. Sementara petani sering mengeluh karena tidak mendapatkan hasil yang memadai. Harga ketika panen turun menjadi tidak seimbang dengan biaya tanam. Penghasilan buruh juga sangat rendah, bahkan tidak mencukupi biaya dapur keluarganya.
Anonim
8 Juli 2011 17:52
Dalam forum ini saya juga ingin menyampaikan masalah parkir di Wonosobo, hari-hari ini sering dikeluhkan masyarakat soal biaya parkir sepeda motor yang cukup memberatkan.
Semoga Pemerintah Wonosobo segera menindaklanjuti secara tegas.
Terimakasih.
Santoso
Anonim
9 Juli 2011 18:39
Saya sependapat dengan santoso, jangan sampai Wonosobo di kecam sebagai kota parkir.
RheeZ
24 Juli 2011 15:57
pemerintah adalah pelayan masyarakat...
sudah seharusnya pemerintah "melek" terhadap kondisi dan realita yang terjadi di masyarakat.
Pak Bupati yang terhormat, semoga bapak membaca keluh kesah kami, warga Wonosobo yang membutuhkan tangan dingin anda untuk menangani berbagai problem yang terjadi. Ada baiknya bapak berkunjung ke daerah2 untuk melihat secara langsung bagaimana perkembangan dan kehidupan orang2 yang anda pimpin. Tolong untuk bisa merombak pembangunan, sehingga bisa dirasakan oleh segala kalangan. Jangan sampai pembangunan hanya bertolak ukur pada pusat kota dimana alun2 misalnya selalu saja diperindah, namun tidak diimbangi dengan pembangunan jalan di berbagai daerah yang lebih butuh untuk diperbaiki.
Masyarakat juga butuh perhatian, mungkin bapak bisa sekali2 bertanya langsung pada mereka tentang apa yang mereka butuhkan. Perlu adanya pendekatan antara masyarakat dengan pemimpin.
Terima kasih
Anonim
24 Juli 2011 18:54
Wonosobo adalah sebuah kota kecil menyimpan keindahan alam luar biasa, namum dibalik itu masih banyak kepedihan berupa kemiskinan, pengganguran dan keterpurukan.
Dihari jadi Wonosobo yang ke-186 mari bersama mewujudkan kabupaten Wonosobo agar lebih maju, adem, ayem, dan sejatera.
Parsetyo Budiman
Anonim
24 Juli 2011 23:31
biasanya, kemiskinan sangat identik dengan kesedihan dan penderitaan. namun ternyata pendapat tersebut tidak sepenuhnya benar. karena banyak pula anak kurang mampu yang bisa berbahagia dan tertawa lepas layaknya tidak ada beban dan penderitaan di pundak mereka.
bukankah sebenarnya kehidupan ini mengesankan? anak kecil yang serba kekurangan pun ternyata mampu hidup bahagia dan tertawa riang menikmati kehidupan.
Ambae.exe
15 Agustus 2011 00:05
slmt rehat sobat di Dieng tuk esok lbh baik...mg ttp semangat
Anonim
31 Agustus 2011 12:26
wahai bapak-bapak yang berdasi, bukalah matamu............!!!
layangkan sebentar pandanganmu ke sini.....!!!
Anonim
16 Oktober 2011 18:29
bukan saatnya lagi mengeluh pada bapak bapak berdasi,saatnya kita jalankan sendiri.
Anonim
17 Oktober 2011 20:10
Ini KONDISI daerah pelosok WONOSOBO sebenarnya, mengapa bisa terjadi ? bagaimana dengan pemerintah.
Tidurkah mereka,
Anonim
9 Desember 2011 16:46
Memang kalau kita mau jujur dengan melihat kenyataan bahwa kondisi masyarakat wonosobo sangatlah banyak yang berada dibawah garis kemiskinan, tapi tolong dong semua penghuni utara alun2 wonosobo pakai akal pikiran dan hati nurani anda semua pada tempatnya, jangan cuma sebagai pemoles bibir yang cuma sebatas kata32, ada satu pertanyaan yang harus anda tanyakan pada diri anda sendiri dan anda jawab sendiri dengan jujur dan prilaku " siapa sebenarnya anda? binatangkah atau manusiakah............?????????????