www.diengplateau.com
Silahkan Kirim Email Ke : info@diengplateau.org
Sejarah Pengelolaan Situs
09:14 // 0 komentar // tafrihan // Category: Article //
Dieng, Wonosobo Banjarnegara, 01-07-2011. Komplek candi Dieng dahulu kala merupakan sebuah komplek yang terendam air, tahun 1814 HC. Cornelis menemukan kondisi candi dalam keadaan yang sangat memprihatinkan, ada sekitar 10 candi yang terendam air, sulit untuk membayangkan kondisi waktu itu, ketika diengplateau menjadi hamparan air semacam telaga,Candi setinggi itu dalam keadaam terendam berarti hampair semua tanah situs adalah telaga yang sangat mungkin airnyabersumber dari mata air balekambang atau mata air yang berada digunung prahu,yang saat ini mengalir ke kali tulis atau yang ke mata air Bimo Lukar.
Dunia Barat diakui maupun tidak adalah pihak yang sangat peduli dengan karya agung / masterpiece handmade seperti candi yang merupakan tatahan batu yang kemudian ditata sedemikian rupa sampai membentuk sebuah bangunan yang penuh makna dan filosofi, sehingga dengan segala upaya yang pastinya sangat luar biasa, proses penyelamatan candi Dieng dapat dilakukan, sebuah upaya luhur yang untuk saat ini pasti akan menjadi mega proyek dan sekaligus menjadi sumber masalah.
sampai saat ini masih banyak informasi yang perlu diketahui oleh masyarakat luas tentang sejarah pengelolaan Dieng agar kita semua mengetahui proses pengelolaan dari sejak ditemukan sampai sekarang.Melacak sejarah pengelolaan bertujuan untuk mengetahui konsep dan orientasi pengelolaan warisan budaya yang telah dan sedang dijalankan.
Menurut Jajang Agus Sonjaya (Fakultas Arkeologi UGM) Dieng Plateau memiliki beberapa lansekap seperti :
- Lansekap natural (natural landscape), adalah bentang alam yang wujud dan kenampakannya merupakan bentang atau panorama yang masih asli seperti hutan, gurun pasir, pegunungan, danau, sungai, laut, dan sejenisnya tanpa ada bangunan dan atau karya manusia lainnya.
- Lansekap budaya (cultural landscape), merupakan suatu cakupan lingkungan fisik dan budaya yang dapat mencerminkan suasana kehidupan manusia dalam suatu kesatuan wilayah, baik yang teraba maupun tidak, baik yang menggambarkan kehidupan masa lalu maupun kini.
- Lansekap sosial (social landscape), merupakan zona-zona yang menggambarkan struktur kehidupan sosial-ekonomi penduduk.
Sejarah pengelolaan Situs Dieng adalah perjalanan panjang upaya penyelamatan peninggalan purbakala.dan patut untuk diketahui agar generasi mendatang tidak kehilangan jejak sejarah. apabila ditelusuri sejarah pengelolaan situs dieng, dari beberapa sumber yang ada menyebutkan sebagai berikut:
- 1814 Diteliti orang Belanda untuk pertamakali
- 1856 Dikeringkan untuk keperluan pemotretan dan penelitian
- 1911 – 1916 Penelitian dan pemugaran oleh Melville
- 1911 – 1920-an Mulai dipromosikan di Eropa sebagai objek wisata 1937 Zonasi oleh Hindia Belanda dan penerbitan SK penguasaan situs
- 1977 Ditetapkan sebagai objek wisata unggulan Jateng
- 1977 – 1994 Dikelola oleh Pemda Wonosobo
- 1985 Zonasi untuk pengembangan pariwisata oleh Pemprov Jateng
- 1993-1994 Pemda Banjarnegara berupaya untuk mengelola Dieng dan melakukan studi perencanan pengembangan kawasan
- 1994 – 1995 Masa transisi dari Pemda Wonosobo ke Pemda Banjarnegara
- 1995 BP3 Jateng melakukan ekskavasi atas permintaan Pemda Banjarnegara
- 1996 – 1997 Pemda Banjarnegara membangun fasilitas wisata
- 1995 – 2000 Pengelolaan pariwisata dilakukan bersama antara Pemda Banjarnegara dan Wonosobo dengan sistem bagi hasil
- 1997 – 1998 Penjarahan lahan milik BP3 oleh petani
- 2001 BP3 Jateng menyewakan lahan kepada petani dan staf BP3 jateng dan Diparta yang bekerja di Dieng
- 2001 – sekarang Pengelolaan pariwisata dilakukan masing-masing pemda
- 2003 Pemda Banjarnegara membuat penataan lansekap Candi Arjuna dan Gatotkaca, antara lain dengan tamanisasi
- 2004 Pemprov Jateng turun tangan untuk membenahi Dieng dengan membangun Dieng Plateau Theatre
- 2004 - 2008 BP3 Jateng dan Diparta Banjarnegara melakukan pengembangan museum dan lansekapnya; BP3 Jateng merekonstruksi Darmasala
Untuk kondisi sekarang,benda- benda purbakala sejenis arca yang dulunya berserakan dan seperti tidak ada nilainya, sudah disimpan di Museum Kailasa yang diresmikan oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik pada 28 Juli 2008.
Kailasa berasal dari bahasa Sansekerta yang memiliki arti sebuah gunung yang indah di atas awan. dimusemum ini ada sekitar 1.000 arca tetapi tidak dipajang semua karena tempat yang tersedia tidak mencukupi untuk ruang pamer/pajangan, hanya beberapa arca yang dapat kita saksikan ketika kita mengunjungi museum ini dan paling tidak arca-arca yang terpajang tersebut sudah dapat merepresentasikan arca lain yang saat ini masih tersimpan.
(sumber : Jajang agus sonjaya dan beberapa sumber lain )
tafrihan.diengplateau.com
Related posts :
0 komentar for this post
Leave a reply
:: SAVE DIENG :: ~ We Just Want To Help ... ~
1. Mengapa Ada Longsoran ?
2. Monitoring Peredaran dan Penggunaan Pestisida
3. Mutualisme Pariwisata dan Pertanian, Sebuah Mimpi Singkronisasi
4. Sindoro Waspada !
5. Panduan Umum Penanggulangan Bencana Berbasis Masyarakat
6. Pencitraan Pariwisata Melalui Peningkatan Kualitas Pengelolaan
7. Potensi Yang Tersembunyi
8. Sejarah Pengelolaan Situs
9. Upaya Mitigasi Bencana Gerakan Tanah
10. Ketugasan dan Kesiapan Aparat Dalam Menghadapi Bencana
11. Ada Pahlawan Diantara Kita
12. Penerapan Rotasi Tanaman Menuju Pertanian Berwawasan Lingkungan
13. Dieng Perlu Sentuhan
14. Gelar Budaya Sebagai Pemikat Turis Asing
15. Kami Jamin Keamanan Anda Selama Berwisata
16. Kunci Utama Menaikkan Nilai Jual Tempat Wisata
17. Menemukan Kembali Mutiara Yang Hilang
18. Perempuan dan Pelestarian Dieng
19. Mengubah Paham Antroposentris Menjadi Ekosentris
20. Penanaman Pinus dan Kentang Secara Proporsional
3. Mutualisme Pariwisata dan Pertanian, Sebuah Mimpi Singkronisasi
4. Sindoro Waspada !
5. Panduan Umum Penanggulangan Bencana Berbasis Masyarakat
6. Pencitraan Pariwisata Melalui Peningkatan Kualitas Pengelolaan
7. Potensi Yang Tersembunyi
8. Sejarah Pengelolaan Situs
9. Upaya Mitigasi Bencana Gerakan Tanah
10. Ketugasan dan Kesiapan Aparat Dalam Menghadapi Bencana
11. Ada Pahlawan Diantara Kita
12. Penerapan Rotasi Tanaman Menuju Pertanian Berwawasan Lingkungan
13. Dieng Perlu Sentuhan
14. Gelar Budaya Sebagai Pemikat Turis Asing
15. Kami Jamin Keamanan Anda Selama Berwisata
16. Kunci Utama Menaikkan Nilai Jual Tempat Wisata
17. Menemukan Kembali Mutiara Yang Hilang
18. Perempuan dan Pelestarian Dieng
19. Mengubah Paham Antroposentris Menjadi Ekosentris
20. Penanaman Pinus dan Kentang Secara Proporsional









Siapa tak kenal Candi Borobudur? Candi Budha ini memiliki 1460 relief dan 504 stupa Budha di kompleksnya. Jutaan orang mendamba untuk mengunjungi bangunan yang termasuk dalam World Wonder Heritages ini.


2010 Dieng Plateau Tourism - News And Articles About Tourism, Culture In Dieng Plateau