www.diengplateau.com
Silahkan Kirim Email Ke : info@diengplateau.org
20 Alasan, Kenapa Wisata Dieng Tidak Maju
11:53 // 11 komentar // lang // Category: Article //
Dieng, Wonosobo Banjarnegara 16-10-2011. Penulis sudah singgah di beberapa tempat wisata di Indonesia. Sejujurnya, objek wisata di Dieng, tidak kalah menarik dengan obyek wisata lainya. Dibanding daerah kita, mereka harus berpikir lebih keras untuk menciptakan sesuatu yang layak dikunjungi.
Sementara kita sudah disediakan Tuhan berbagai keindahan dalam bentuk yang alami. Semuanya seakan-akan memanggil untuk di-package. Perbedaan obyek wisata lainya dengan Dieng adalah, pemerintah setempat dan masyarakat mereka sangat peduli terhadap kemajuan pariwisatanya, sementara kita bahkan belum sampai pada level serius menanganinya. Mungkin Para pemimpin di daerah lain itu tidak hanya menyatakan komitmen dalam bentuk seremonial, tapi juga komitmen dalam kerja dan pertanggungjawabannya. Mereka betul-betul mengenali potensi daerahnya dan bagaimana harus mengembangkannya. Dan lihatlah, mereka saat ini sanggup menciptakan pendapatan yang sangat besar dari sektor pariwisata, meski potensinya lebih kecil dari yang kita punya. Sedang kita masih terus teriak-teriak soal PAD, tapi nihil dalam realisasinya.
Daerah yang maju dalam industri pariwisata pada umumnya ditandai dengan ciri-ciri adanya perhatian yang besar terhadap kegiatan promosi, penyediaan sarana transportasi yang bagus untuk menjangkau spot-spot tourism, kebersihan, lalu lintas yang rapi, dan kesadaran yang tinggi terhadap lingkungan.
Berkunjunglah ke Yogyakarta, Bali dan Tempat wisata maju lainya, Anda akan capek dengan berbagai macam brosur, selebaran, website, dan buletin-buletin cantik yang semuanya mempromosikan pariwisata mereka. Dari seluruh fasilitas tersebut, tujuan akhir mereka adalah memberikan rasa nyaman kepada tamu. Dengan informasi yang serba lengkap dan transportasi yang lancar, pengunjung tidak perlu lagi khawatir untuk berjalan sendiri tanpa guide di kota-kota dan daerah tujuan wisatanya.
Ini adalah 20 alasan, kenapa Wisata Dataran Tinggi Dieng, Kab. Banjarnegara dan Wonosobo tidak bisa maju. Pembaca juga bisa menilai sendiri, sampai dengan sekarang wisata Dieng sepi pengunjung, tidak seperti di daerah obyek wisata lainya.
20 Alasan obyek wisata Dieng tidak maju adalah penilaian independen, dan penulis membuka lebar kritik ataupun saran guna memajukan obyek wisata Dieng.
Alasanya adalah :
- Masyarakat setempat Belum greget untuk memajukan wisata Dieng.
- Kurang promosi khususnya daerah-daerah yg terpencil,terisolir.
- Dukungan dari pemerintah setempat juga kurang.
- Kreativitas untuk mengolah tempat-tempat wisata yg berpotensi jg kekurangan ide.
- Sarana prasarana / fasilitas umum Di Dieng sangat Buruk.
- Masalah Infrastuktur.
- Sebagian besar penduduk Dieng bekerja di bidang pertanian, dan belum ada singkronisasi pertanian dengan pariwisata.
- Perbedaan pendapat tidak menjadikan solusi, namun di Dieng perbedaan pendapat pengelolaan kawasan wisata menjadi penghambat.
- Kerjasama dengan biro-biro belum maksimal.
- Belum ada kerjasama dengan kota-kota wisata lain, dengan adanya kerjasama ini memungkinkan adanya direct flight.
- Belum standar-nya pendidikan pariwisata.
- Masalah kebersihan.
- Isu bencana yang berlebihan, karena ulah sebagaian media.
- Tidak ada tempat hiburan yang menarik.
- Tarif penginapan / homestay terlalu mahal.
- Kondisi masyarakat kawasan Dieng yang masih sederhana dan miskin.
- Terbatasnya pendanaan.
- Tidak ada investor yang menanamkan modalnya di Dieng.
- Potensi budaya belum digarap secara maksimal.
- Belum ada Penyusunan model pengembangan pariwisata di Dieng yang lebih rinci serta pengujian implementasinya dilakukan pada penelitian berikutnya.
Padahal Sesuai dengan Instruksi Presiden No. 9 Tahun 1969 dinyatakan dalam pasal 2, bahwa pengembangan pariwisata adalah: untuk meningkatkan pendapatan tukaran uang khususnya dan pendapatan negara dan masyarakat pada umumnya, perluasan kesempatan kerja serta peluang pekerjaan dan mendukung kegiatan-kegiatan industri dan lainnya. Seterusnya Memperkenalkan dan mengembangkan keindahan alam dan kebuyadaan serta meningkatkan persaudaraan/persahabatan nasional dan antarabangsa.
Bagimana Dengan wisata Dieng ?
Related posts :
11 komentar for this post
Leave a reply
:: SAVE DIENG :: ~ We Just Want To Help ... ~
1. Mengapa Ada Longsoran ?
2. Monitoring Peredaran dan Penggunaan Pestisida
3. Mutualisme Pariwisata dan Pertanian, Sebuah Mimpi Singkronisasi
4. Sindoro Waspada !
5. Panduan Umum Penanggulangan Bencana Berbasis Masyarakat
6. Pencitraan Pariwisata Melalui Peningkatan Kualitas Pengelolaan
7. Potensi Yang Tersembunyi
8. Sejarah Pengelolaan Situs
9. Upaya Mitigasi Bencana Gerakan Tanah
10. Ketugasan dan Kesiapan Aparat Dalam Menghadapi Bencana
11. Ada Pahlawan Diantara Kita
12. Penerapan Rotasi Tanaman Menuju Pertanian Berwawasan Lingkungan
13. Dieng Perlu Sentuhan
14. Gelar Budaya Sebagai Pemikat Turis Asing
15. Kami Jamin Keamanan Anda Selama Berwisata
16. Kunci Utama Menaikkan Nilai Jual Tempat Wisata
17. Menemukan Kembali Mutiara Yang Hilang
18. Perempuan dan Pelestarian Dieng
19. Mengubah Paham Antroposentris Menjadi Ekosentris
20. Penanaman Pinus dan Kentang Secara Proporsional
3. Mutualisme Pariwisata dan Pertanian, Sebuah Mimpi Singkronisasi
4. Sindoro Waspada !
5. Panduan Umum Penanggulangan Bencana Berbasis Masyarakat
6. Pencitraan Pariwisata Melalui Peningkatan Kualitas Pengelolaan
7. Potensi Yang Tersembunyi
8. Sejarah Pengelolaan Situs
9. Upaya Mitigasi Bencana Gerakan Tanah
10. Ketugasan dan Kesiapan Aparat Dalam Menghadapi Bencana
11. Ada Pahlawan Diantara Kita
12. Penerapan Rotasi Tanaman Menuju Pertanian Berwawasan Lingkungan
13. Dieng Perlu Sentuhan
14. Gelar Budaya Sebagai Pemikat Turis Asing
15. Kami Jamin Keamanan Anda Selama Berwisata
16. Kunci Utama Menaikkan Nilai Jual Tempat Wisata
17. Menemukan Kembali Mutiara Yang Hilang
18. Perempuan dan Pelestarian Dieng
19. Mengubah Paham Antroposentris Menjadi Ekosentris
20. Penanaman Pinus dan Kentang Secara Proporsional










Siapa tak kenal Candi Borobudur? Candi Budha ini memiliki 1460 relief dan 504 stupa Budha di kompleksnya. Jutaan orang mendamba untuk mengunjungi bangunan yang termasuk dalam World Wonder Heritages ini.


2010 Dieng Plateau Tourism - News And Articles About Tourism, Culture In Dieng Plateau
Anonim
14 Desember 2011 16:52
Mungkin kalau dieng menyemburkan gas bercun yang membunuh 90% masyarakat dieng dan sekitarnya. Karena dieng akan mudah dibuat maju, karena yang 90% dimaksud merupakan perusak alam yang gila harta, jadi alampun diruasak demi uang, semuga terkabul
Anonim
20 Desember 2011 15:07
Sangat disayangkan sekali...dataran tinggi yang setiap kali saya lewat jalan2 berkeloknya dan jejeran gunung2 berawan ada rasa haru dan bangga memiliki keindahan alam yang begitu indah ditanah sendiri.
Andree
27 Desember 2011 22:53
Kalau menurut saya, saat ini wisata dieng tdk bisa maju karena calon wisatawan takut datang ke Dieng. KAWASAN DIENG RAWAN BENCANA, TANAH LONGSOR, BANJIR, Dll. Smg mjd perhatian
Anonim
16 Januari 2012 21:14
yg jls tptnya indah...tapi sayang kotor dan kumuh.....
Anonim
16 Januari 2012 21:17
tempatnya tidak seindah perjalanannya....mpek sana tptnya kotor dan kumuh.....bisa contoh tu kaliurang jogja tidak indah tapi bersih dan nyaman.....
Anonim
16 Januari 2012 21:19
jelek dan kumuh.....saya kecewa mpek sana jauh2 capek.....
lang
16 Januari 2012 22:48
becek dan becek
Anonim
5 Maret 2012 20:49
Pemenang selalu memiliki program. Pecundang selalu memiliki alasan. Ayo, Bung. Terus berjuang! Jangan berhenti dengan membuat tulisan 20 Alasan ini.
Desy
6 Maret 2012 18:11
Orang dungu adalah orang yang tidak mau menerima kenyataan sebenarnya, jika seorang berusaha memperingatkan walaupun pahit, tapi orang dungu itu selalu berbual dengan membuat alasan yang konyol.
Dieng memang seperti ini. Thx buat diengplateau.com yang telah menyuarakan dieng walaupun terasa pahit.
Pahit itu seperti jamu, yang akan menyembuhkan luka si penderita.
Anonim
6 Maret 2012 18:13
Tidak ada pemenang ataupun pecundang, apapun informasi itu harus disampaikan agar dunia menjadi tahu !!!
Yang menajdi pecundang adalah, seorang yang tidak bisa menerima kenyataanya.
tayasmen kaka
31 Maret 2012 06:36
saya mau memberi komentar : Tarif penginapan / homestay terlalu mahal.
Belajar dari mulai terkenalnya pantai Kuta dan Yogyakarta. Berawal dari kedatngan turis rangsel (back packer). Apabila ada hotel/homestay yang murah tapi nyaman,tentu ada peluang kedatangan turis mancanegara back packer ini.
Alternatif menginap saat ini di Wonosobo atau di Dataran Tinggi Dieng. Di Wonosobo ada beberapa hotel yang bagus, tetapi harganya Rp 400.000 sd 600.000. Terakhir saya ke Dieng ada rumah penduduk di dataran tingi Dieng. Harga satu kamar per malam Rp. 300.000
Harga tersebut menurut saya kurang menarik bagi turis back packer.
Salam
Tayasmen Kaka
tinggal di Jakarta
tayasmen@yahoo.com