www.diengplateau.com
Silahkan Kirim Email Ke : info@diengplateau.org
Ada Pahlawan diantara Kita
11:10 // 6 komentar // tafrihan // Category: Article //
Dieng, Wonosobo-Banjarnegara. 10 Nopember 2011.
Setiap Tanggal 10 Nopember ingatan kita pasti akan tertuju pada sejarah perjuangan pahlawan bangsa Indonesia.
Keberanian untuk berkorban dan keyakinan akan Surga yang telah dijanjikan oleh yang Maha Kuasa mewarnai sisi-sisi cerita kepahlawanan tersebut, Semua negara pasti memiliki pahlawan yang dijadikan teladan oleh rakyatnya.
Kilasan sejarah hari pahlawansetelah proses kembalinya penjajah belanda dan Inggris ke Indonesia pasca proklamasi kemerdekaan banyak gejolak dan perlawanan dari rakyat Indonesia untuk mempertahankan kemerdekaan yang telah diraih dengan harta, dan nyawa tersebut.
Setiap Tanggal 10 Nopember ingatan kita pasti akan tertuju pada sejarah perjuangan pahlawan bangsa Indonesia.
Keberanian untuk berkorban dan keyakinan akan Surga yang telah dijanjikan oleh yang Maha Kuasa mewarnai sisi-sisi cerita kepahlawanan tersebut, Semua negara pasti memiliki pahlawan yang dijadikan teladan oleh rakyatnya.
Kilasan sejarah hari pahlawansetelah proses kembalinya penjajah belanda dan Inggris ke Indonesia pasca proklamasi kemerdekaan banyak gejolak dan perlawanan dari rakyat Indonesia untuk mempertahankan kemerdekaan yang telah diraih dengan harta, dan nyawa tersebut.
Brigadir Jenderal Aubertin Mallaby terbunuh, dan digantikan oleh Mayor Jenderal Robert Mansergh mengeluarkan ultimatum yang menyebutkan bahwa semua pimpinan dan orang Indonesia yang bersenjata harusmelapor dan meletakkan senjatanya di tempat yang ditentukan dan menyerahkan diri dengan mengangkat tangan di atas. Batas ultimatum adalah jam 6.00 pagi tanggal 10 November 1945.
Ultimatum tersebut kemudian dianggap sebagai penghinaan bagi para pejuang dan rakyat yang telah membentuk banyak badan-badan perjuangan / milisi. Ultimatum tersebut ditolak oleh pihak Indonesia dengan alasan bahwa Republik Indonesia waktu itu sudah berdiri, dan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) juga telah dibentuk sebagai pasukan negara. Selain itu, banyak organisasi perjuangan bersenjata yang telah dibentuk masyarakat, termasuk di kalangan pemuda, mahasiswa dan pelajar yang menentang masuknya kembali pemerintahan Belanda yang memboncengi kehadiran tentara Inggris di Indonesia.
Pada 10 November pagi, tentara Inggris mulai melancarkan serangan berskala besar, yang diawali dengan pengeboman udara ke gedung-gedung pemerintahan Surabaya, dan kemudian mengerahkan sekitar 30.000 infantri, sejumlah pesawat terbang, tank, dan kapal perang.
Tentara Inggris kemudian membombardir kota Surabaya dengan meriam dari darat dan laut. Perlawanan pasukan dan milisi Indonesia kemudian berkobar di seluruh kota, dengan bantuan yang aktif dari penduduk. Terlibatnya penduduk dalam pertempuran ini mengakibatkan ribuan penduduk sipil jatuh menjadi korban dalam serangan tersebut, baik meninggal maupun terluka.
Bung Tomo di Surabaya, salah satu pemimpin revolusioner Indonesia yang paling dihormati.
Salah dugaan dari pihak Inggris yang mengira bahwa perlawanan di Surabaya bisa ditaklukkan dalam tempo tiga hari, para tokoh masyarakat seperti pelopor muda Bung Tomo yang berpengaruh besar di masyarakat terus menggerakkan semangat perlawanan pemuda-pemuda Surabaya sehingga perlawanan terus berlanjut di tengah serangan skala besar Inggris.Banyak tokoh agama dari kalangan ulama serta kyai-kyai pondok pesantren di Jawa seperti KH. Hasyim Asy'ari, KH. Wahab Hasbullah serta kyai-kyai pesantren lainnya juga mengerahkan santri-santri mereka dan masyarakat sipil sebagai milisi perlawanan (pada waktu itu masyarakat tidak begitu patuh kepada pemerintahan tetapi mereka lebih patuh dan taat kepada para kyai) shingga perlawanan pihak Indonesia berlangsung lama, dari hari ke hari, hingga dari minggu ke minggu lainnya. Perlawanan rakyat yang pada awalnya dilakukan secara spontan dan tidak terkoordinasi, makin hari makin teratur. Pertempuran skala besar ini mencapai waktu sampai tiga minggu, sebelum seluruh kota Surabaya akhirnya jatuh di tangan pihak Inggris.
Ada Sekitar 6.000 - 16.000 pejuang dari pihak Indonesia tewas dan 200.000 rakyat sipil mengungsi dari Surabaya.Korban dari pasukan Inggris dan India kira-kira sejumlah 600 - 2000 tentara. Pertempuran berdarah di Surabaya yang memakan ribuan korban jiwa tersebut telah menggerakkan perlawanan rakyat di seluruh Indonesia untuk mengusir penjajah dan mempertahankan kemerdekaan. Banyaknya pejuang yang gugur dan rakyat sipil yang menjadi korban pada hari 10 Nopember ini kemudian dikenang sebagai Hari Pahlawan oleh Republik Indonesia hingga sekarang.( sumber Wikipedia)
Torehan sejarah kepahlawanan tersebut tentunya menjadi bagian kekuatan dari bangsa indonesia untuk dapat mengisi kemerdekaan ini dengan lebih baik dan hati-hati. karena untuk mempertahankan kemerdekaan ternyata membutuhkan banyak darah yang tertumpah.
Saat ini bangsa indonesia kembali dijajah oleh bangsa kita sendiri yang kekejamannya bahkan melebihi tentara Portugis, Belanda, Inggris dan Jepang. para penghianat ini merupakan orang-orang yang sering berkoar-koar tentang nasionalisme, perjuangan dan hak asasi manusia, tepi dibelakang kita mereka membunuh bangsa sendiri dengan cara yang sangat licik dengan cara manipulasi, membodohi rakyat, kolusi dan korupsi untuk memperkaya diri,mungkin mereka lupa pada tetasan darah yang dulu tertumpah atau mungkin syaraf rasa dan syaraf nurani mereka telah putus dan menjadi si Raja Tega.
Sekarang dan Saat ini Negara Indonesia membutuhkan pahlawan-pahlawan baru untuk melawan penjajahan terselubung dari penghianat bangsa sendiri. keberanian, kejujuran dan dukungan juga sangat dibutuhkan bagi pahlawan semacam ini untuk dapat memerangi Penghianatan yang sangat licin dan unggul dalam strategi.
Ada Pahlawan diantara Kita
kalau kita kembali pada lingkungan kita yang lebih sempit,ternyata juga banyak pahlawan disekitar kita yang selama ini kita lupakan seolah mereka tidak berjasa bagi kita. Bapak dan Ibu kita merupakan pahlawan yang selama ini kita anggap kurang berguna padalah tanpa perjuangan mereka bisa jadi kita sudah mati diselokan- selokan rumah warga,atau mati di tong sampah dalam plastik kresek, atau bisa juga pada waktu kecil kita diberikan keorang tak dikenal kemudian dijadikan pengemis, pengamen ,pelacur atau pencopet. Orang tua merupakan pahlawan yang bagi kita melebihi siapa saja bahkan pahlawan nasional sekalipun. Pahlawan kedua adalah Guru-guru kita yang berjuang agar kita dapat melek huruf dan angka serta terbebas dari penjajahan kebodohan, yang ketiga Suami atau istri kita juga pahlawan bagi kita, apa jadinya bila dirumah kita tidak ada orang yang bisa menjadi tempat curhat, tempat bersembunyi dari kebingungan tempat menumpahkan keluh kesah dan berbagi sedikit kebahagiaan, bisa jadi kita sudah terjajah juga cengkraman narkoba. selanjutnya adalah teman dan sahabat kita yang selalu setia ada diantara kita dalam keadaan sedih maupun senang, anak - anak kita juga pahlawan -pahlawan kecil yang harus kita perjuangkan menjadi pahlawan besar dan berguna bagi sesama.
Proses untuk menjadikan dan mengangkat orang-orang disekitar kita menjadi pahlawan tidaklah sulit, tidak perlu rapat kabinet dan konsultasi publik yang dibutuhkan hanya hati dan perasaan untuk menghargai orang lain dengan lebih baik, menempatkan mereka pada posisi yang tinggi dan menjadikan mereka bagian penting dari diri kita, tentunya bukan untuk diperdaya tapi menjadi bagian yang seimbang antara kita dan mereka.selamat hari pahlawan, semoga Negara Republik Indonesia yang kita cintai ini dapat terbebas dari model Neo Kolonial gaya baru.dan tidak ada istilah kesiangan untuk menjadi pahlawan tapi yang lebih penting jangan pernah menginginkan agar orang lain menganggap kita sebagai pahlawan apalagi memaksa orang lain agar menganggap bahwa kita merupakan pahlawan bagi mereka.
Semoga Tuhan meridhoi kita semua, dan menempatkan Pahlwan Bangsa sebagai suhada dan menempatkan pahlawan diantara kita pada derajat yang tinggi .
Semoga Tuhan meridhoi kita semua, dan menempatkan Pahlwan Bangsa sebagai suhada dan menempatkan pahlawan diantara kita pada derajat yang tinggi .
tafrihan.diengpalteau.com
Related posts :
6 komentar for this post
Leave a reply
:: SAVE DIENG :: ~ We Just Want To Help ... ~
1. Mengapa Ada Longsoran ?
2. Monitoring Peredaran dan Penggunaan Pestisida
3. Mutualisme Pariwisata dan Pertanian, Sebuah Mimpi Singkronisasi
4. Sindoro Waspada !
5. Panduan Umum Penanggulangan Bencana Berbasis Masyarakat
6. Pencitraan Pariwisata Melalui Peningkatan Kualitas Pengelolaan
7. Potensi Yang Tersembunyi
8. Sejarah Pengelolaan Situs
9. Upaya Mitigasi Bencana Gerakan Tanah
10. Ketugasan dan Kesiapan Aparat Dalam Menghadapi Bencana
11. Ada Pahlawan Diantara Kita
12. Penerapan Rotasi Tanaman Menuju Pertanian Berwawasan Lingkungan
13. Dieng Perlu Sentuhan
14. Gelar Budaya Sebagai Pemikat Turis Asing
15. Kami Jamin Keamanan Anda Selama Berwisata
16. Kunci Utama Menaikkan Nilai Jual Tempat Wisata
17. Menemukan Kembali Mutiara Yang Hilang
18. Perempuan dan Pelestarian Dieng
19. Mengubah Paham Antroposentris Menjadi Ekosentris
20. Penanaman Pinus dan Kentang Secara Proporsional
3. Mutualisme Pariwisata dan Pertanian, Sebuah Mimpi Singkronisasi
4. Sindoro Waspada !
5. Panduan Umum Penanggulangan Bencana Berbasis Masyarakat
6. Pencitraan Pariwisata Melalui Peningkatan Kualitas Pengelolaan
7. Potensi Yang Tersembunyi
8. Sejarah Pengelolaan Situs
9. Upaya Mitigasi Bencana Gerakan Tanah
10. Ketugasan dan Kesiapan Aparat Dalam Menghadapi Bencana
11. Ada Pahlawan Diantara Kita
12. Penerapan Rotasi Tanaman Menuju Pertanian Berwawasan Lingkungan
13. Dieng Perlu Sentuhan
14. Gelar Budaya Sebagai Pemikat Turis Asing
15. Kami Jamin Keamanan Anda Selama Berwisata
16. Kunci Utama Menaikkan Nilai Jual Tempat Wisata
17. Menemukan Kembali Mutiara Yang Hilang
18. Perempuan dan Pelestarian Dieng
19. Mengubah Paham Antroposentris Menjadi Ekosentris
20. Penanaman Pinus dan Kentang Secara Proporsional










Siapa tak kenal Candi Borobudur? Candi Budha ini memiliki 1460 relief dan 504 stupa Budha di kompleksnya. Jutaan orang mendamba untuk mengunjungi bangunan yang termasuk dalam World Wonder Heritages ini.


2010 Dieng Plateau Tourism - News And Articles About Tourism, Culture In Dieng Plateau
Laras_Santi
11 November 2011 13:44
Bayak juga yang sebenarnya layak jadi pahlawan dan banyak juga yang tidak layak jadi pahlawan. Tergantung bagaimana publik menilai, dibalik penilaian itu tidak sepenuhnya benar.
Tia_Tia@yahoo.com
11 November 2011 20:45
Asal jangan jadi pahlawan kesiangan ... sekarang banyak juga pahlawan kesiangan, orang ngaku-aku jadi pahlawan, dengan gaya dan lagak yang sok.
蕈子
11 November 2011 21:14
THANKS FOR VISIT MY BLOG :)
El3kTr0
11 November 2011 21:40
Today is 11.11.11 Misterious uh¿? jaja
Tsuraya Labibah
11 November 2011 21:45
follow me :)
Viky.88@gmail.com
11 November 2011 21:52
Nampaknya sekarang para remaja lebih ngeFANS' sama yang namanya ARTIS ketimbang PAHLAWAN ...
Jasa-jasa mereka tergadaikan dengan hiburan para artis yang kerap merusak moral.
Pantaskah itu ? ...