www.diengplateau.com
Silahkan Kirim Email Ke : info@diengplateau.org
Ini Rumah, Bukan Kandang !!!
00:09 // 1 komentar // tafrihan // Category: Realita //
Dieng, Wonosobo-Banjarnegara, 1/11/2011. Rumah atau tempat tinggal merupakan kebutuhan primer bagi semua orang. Kebutuhan tersebut ternyata sampai saat ini belum seluruhnya dapat dimiliki oleh warga dikabupaten Wonosobo yang asri ini, di beberapa desa yang ada dikecamatan Kejajar, Watumalang, Mojotengah dan sekitarnya, termasuk juga yang masuk kabupaten Banjarnegara gilar-gilar. Hal tersebut tentunya menjadi keprihatinan bagi kita semua, ketika kenyataan menunjukkan bahwa untuk kebutuhan berteduh saja banyak warga miskin yang belum memilikinya atau menggunakan tempat yang jauh dari kategori layak huni.
Menurut para ahli, rumah adalah untuk melindungi yang berada di dalamnya. rumah juga dapat diartikan sebagai berikut :
Menurut para ahli, rumah adalah untuk melindungi yang berada di dalamnya. rumah juga dapat diartikan sebagai berikut :
- Tempat untuk berumah tangga, tempat tinggal/ alamat, lokasi tempat tinggal.
- Bagian dari eksistensi individu/keluarga (terkait dengan status, tempat kedudukan, identitas).
- Bagian dari kawasan fungsional kota/ desa.
- Investasi (keluarga atau perusahaan).
- Sumber kebangkitan pergerakan (trip production).
- Ruang untuk rekreasi.
- Ruang yang digunakan untuk menjalin kehidupan keluarga.
- Wadah sebagai batas privasi.
Melihat kenyataan yang ada banyak sekali rumah yang tidak memenuhi kategori apapun apalagi rumah sehat, bahkan lebih layak disebut sebagai kandang ternak dimana rumah milik RTM yang ada merupakan tempat berteduh yang masih banyak menyatu dengan dan berbagi dengan kandang ternak.
Rumah milik RTM ( rumah tangga miskin )ini sebagian besar menyatu dengan kandang dan berbagi ruangan dengan binatang ternak ,Lantai rumah masih berupa tanah, bindingnya terbuat dari papan/ anyaman bambu, dan atau tembok yang belum diplester,tidak memiliki MCK,atap rumah masih dari terpal dan atau seng bekas dan banyak yang bocor ketika hujan serta tidak memiliki genting kaca, ventilasi masih kurang , sirkulasi udara sangat buruk dan sanitasi belum ada dan atau tidak memenuhi syarat kesehatan.
Jumlah Rumah yang bukan kandang ini cukup banyak dikawasan Dieng, Dikecamatan Kejajar saja ratusan jumlahnya, belum lagi di Kecamatan Batur yang masuk Kabupaten Banjarnegara. So What ? jangan mengatakan ini kandang karena pemiliknya ternyata manusia yang punya harkat dan martabat juga, mereka juga bisa marah dan tersinggung kalau rumahnya disebut sebagai kandang karena penghuninya juga manusia bukan binatang.
Sungguh ironis ketika ternyata sampai saat ini masih banyak warga yang memiliki rumah yang tidak layak huni sehingga sangat rentan terhadap serangan penyakit dan menyebabkan mereka selalu terkungkung dengan kemiskinan, selain itu lingkungan desa pun terlihat tidak tertata dengan baik, karena sanitasi dan perumahan yang tidak teratur dan tidak sehat.
Rumah milik RTM ( rumah tangga miskin )ini sebagian besar menyatu dengan kandang dan berbagi ruangan dengan binatang ternak ,Lantai rumah masih berupa tanah, bindingnya terbuat dari papan/ anyaman bambu, dan atau tembok yang belum diplester,tidak memiliki MCK,atap rumah masih dari terpal dan atau seng bekas dan banyak yang bocor ketika hujan serta tidak memiliki genting kaca, ventilasi masih kurang , sirkulasi udara sangat buruk dan sanitasi belum ada dan atau tidak memenuhi syarat kesehatan.
Jumlah Rumah yang bukan kandang ini cukup banyak dikawasan Dieng, Dikecamatan Kejajar saja ratusan jumlahnya, belum lagi di Kecamatan Batur yang masuk Kabupaten Banjarnegara. So What ? jangan mengatakan ini kandang karena pemiliknya ternyata manusia yang punya harkat dan martabat juga, mereka juga bisa marah dan tersinggung kalau rumahnya disebut sebagai kandang karena penghuninya juga manusia bukan binatang.
Sungguh ironis ketika ternyata sampai saat ini masih banyak warga yang memiliki rumah yang tidak layak huni sehingga sangat rentan terhadap serangan penyakit dan menyebabkan mereka selalu terkungkung dengan kemiskinan, selain itu lingkungan desa pun terlihat tidak tertata dengan baik, karena sanitasi dan perumahan yang tidak teratur dan tidak sehat.
Keadaan tersebut tentunya menjadi keprihatinan tersendiri bagi kita semua yang masih memiliki perasaan dan pikiran apalagi jabatan dan berseberangan jauh dengan program pemkab Wonosobo untuk menjadikan sebagai Kota ASRI, Kota Bunga, Tempat Tujuan Wisata dan berbagai program lain, kontra indikatif juga dengan Slogan Banjarnegara yang gilar-gilar menggelegar kemana-mana.
Kebersamaan dan kepedulian pihak pemerintah dari pusat sampai daerah sangat diharapkan untuk membantu mengatasi keadaan tersebut ,keadaan rumah tangga miskin yang memiliki rumah tidak layak huni dapat terbantu agar harkat dan martabat mereka dapat terangkat sama seperti manusia lain yang memiliki tempat tinggal dan rumah yang agak sehat, atau mungkin ada solusi lain, yang jelas pembiaran berkelanjutan dari dulu sampai sekarang adalah hal yang keterlaluan.
tafrihan.diengplateau.com
Related posts :
1 komentar for this post
Leave a reply
:: SAVE DIENG :: ~ We Just Want To Help ... ~
1. Mengapa Ada Longsoran ?
2. Monitoring Peredaran dan Penggunaan Pestisida
3. Mutualisme Pariwisata dan Pertanian, Sebuah Mimpi Singkronisasi
4. Sindoro Waspada !
5. Panduan Umum Penanggulangan Bencana Berbasis Masyarakat
6. Pencitraan Pariwisata Melalui Peningkatan Kualitas Pengelolaan
7. Potensi Yang Tersembunyi
8. Sejarah Pengelolaan Situs
9. Upaya Mitigasi Bencana Gerakan Tanah
10. Ketugasan dan Kesiapan Aparat Dalam Menghadapi Bencana
11. Ada Pahlawan Diantara Kita
12. Penerapan Rotasi Tanaman Menuju Pertanian Berwawasan Lingkungan
13. Dieng Perlu Sentuhan
14. Gelar Budaya Sebagai Pemikat Turis Asing
15. Kami Jamin Keamanan Anda Selama Berwisata
16. Kunci Utama Menaikkan Nilai Jual Tempat Wisata
17. Menemukan Kembali Mutiara Yang Hilang
18. Perempuan dan Pelestarian Dieng
19. Mengubah Paham Antroposentris Menjadi Ekosentris
20. Penanaman Pinus dan Kentang Secara Proporsional
3. Mutualisme Pariwisata dan Pertanian, Sebuah Mimpi Singkronisasi
4. Sindoro Waspada !
5. Panduan Umum Penanggulangan Bencana Berbasis Masyarakat
6. Pencitraan Pariwisata Melalui Peningkatan Kualitas Pengelolaan
7. Potensi Yang Tersembunyi
8. Sejarah Pengelolaan Situs
9. Upaya Mitigasi Bencana Gerakan Tanah
10. Ketugasan dan Kesiapan Aparat Dalam Menghadapi Bencana
11. Ada Pahlawan Diantara Kita
12. Penerapan Rotasi Tanaman Menuju Pertanian Berwawasan Lingkungan
13. Dieng Perlu Sentuhan
14. Gelar Budaya Sebagai Pemikat Turis Asing
15. Kami Jamin Keamanan Anda Selama Berwisata
16. Kunci Utama Menaikkan Nilai Jual Tempat Wisata
17. Menemukan Kembali Mutiara Yang Hilang
18. Perempuan dan Pelestarian Dieng
19. Mengubah Paham Antroposentris Menjadi Ekosentris
20. Penanaman Pinus dan Kentang Secara Proporsional









Siapa tak kenal Candi Borobudur? Candi Budha ini memiliki 1460 relief dan 504 stupa Budha di kompleksnya. Jutaan orang mendamba untuk mengunjungi bangunan yang termasuk dalam World Wonder Heritages ini.


2010 Dieng Plateau Tourism - News And Articles About Tourism, Culture In Dieng Plateau
Anonim
27 November 2011 15:01
asyyyiiikkk cuuuyyy.......