www.diengplateau.com
Silahkan Kirim Email Ke : info@diengplateau.org
Manusia Paling Menderita
21:18 // 32 komentar // tafrihan // Category: Catatan Tafrihan //
Hancurnya perekonomian masyarakat kawasan dataran tinggi Dieng banyak menyisakan keharuan bagi kita semua, kebiasaan hidup yang dipenuhi dengan ketersediaan banyak hal kemudian berganti dengan keterbatasan dari segi makanan dan keperluan hidup yang lain.
Semua menderita tentunya karena harus mengalami perubahan drastis dari kebiasaan yang ada, kakek-nenek renta masih harus bekerja, kuli dan buruh tani kekurangan makan, penyitaan jaminan oleh pihak Perbankan terdengar dimana-mana, orang melarikan diri karena tanggungan hutang, pekerja mati diperantauan,dll
tapi kata temanku ada lagi yang lebih menderita yaitu orang yang mau buang air besar ,Lha kok bisa tanyaku , kemudian dia menjelaskan lebih rinci dengan nada yang sangat meyakinkan begini mas, orang yang paling menderita adalah orang yang malam-malam kebelet buang air besar, mau ke WC rumah tapi terkunci dari dalam, kemudian dia lari keluar menuju MCK umum yang jaraknya lumayan jauh, di jalan dia tersandung batu dan jatuh, karena suaranya jatuhnya cukup keras sampai-sampai membangunkan anjing milik tetangga,karena tidak di ikat dengan kuat, anjing tersebut kemudian mengejarnya,dengan sudah payah akhirnya ia dapat terbebas dari kejaran anjing dengan cara bersembunyi di lorong rumah warga, baru saja agak lega bernafas walaupun sambil menahan kebeletnya tiba-tiba ada beberapa warga yang sedang ronda dan melihat ada sosok manusia yang bersembunyi, secara spontan mereka langsung meneriakinya maling, tanpa pikir panjang sejumlah warga tersebut langsung menyeretnya lalu menggebuki, menendang, menghantam dengan pentungan sampai dia benar- benar babak belur dan akhirnya diserahkan ke Polsek setempat lalu dibawa ke ruang ICU Rumah Sakit, dialah manusia yang paling menderita , dia menjelaskan dengan nada bangga.
Semua menderita tentunya karena harus mengalami perubahan drastis dari kebiasaan yang ada, kakek-nenek renta masih harus bekerja, kuli dan buruh tani kekurangan makan, penyitaan jaminan oleh pihak Perbankan terdengar dimana-mana, orang melarikan diri karena tanggungan hutang, pekerja mati diperantauan,dll
tapi kata temanku ada lagi yang lebih menderita yaitu orang yang mau buang air besar ,Lha kok bisa tanyaku , kemudian dia menjelaskan lebih rinci dengan nada yang sangat meyakinkan begini mas, orang yang paling menderita adalah orang yang malam-malam kebelet buang air besar, mau ke WC rumah tapi terkunci dari dalam, kemudian dia lari keluar menuju MCK umum yang jaraknya lumayan jauh, di jalan dia tersandung batu dan jatuh, karena suaranya jatuhnya cukup keras sampai-sampai membangunkan anjing milik tetangga,karena tidak di ikat dengan kuat, anjing tersebut kemudian mengejarnya,dengan sudah payah akhirnya ia dapat terbebas dari kejaran anjing dengan cara bersembunyi di lorong rumah warga, baru saja agak lega bernafas walaupun sambil menahan kebeletnya tiba-tiba ada beberapa warga yang sedang ronda dan melihat ada sosok manusia yang bersembunyi, secara spontan mereka langsung meneriakinya maling, tanpa pikir panjang sejumlah warga tersebut langsung menyeretnya lalu menggebuki, menendang, menghantam dengan pentungan sampai dia benar- benar babak belur dan akhirnya diserahkan ke Polsek setempat lalu dibawa ke ruang ICU Rumah Sakit, dialah manusia yang paling menderita , dia menjelaskan dengan nada bangga.
ha.. ha.. ada-ada saja temanku ini, lalu bagaimana dengan kehancuran perekonomiannya mas tanyaku..
dia menjawab dengan santai itu soal biasa, itu soal wajar dan lumrah karena merupakan akumulasi dari proses lama yang akhirnya seperti sekarang ini, dan ini belum seberapa mas,karena ini juga masih proses, kejadian sekarang ini belum selesai dan belum puncak, suatu saat nanti akan ada kejadian yang lebih parah dari ini dan keadaan masyarakatnya akan lebih rusak, runyam, ngenes dan nggegirisi tapi tetap tidak semenderita orang yang kebelet tadi.
Kecuali... lama dia termenung dan kali ini mungkin agak serius pikirku, kecuali ada pemotongan generasi ada pemotongan konsep hidup dan diganti dengan konsep baru, baik masyarakatnya, pemerintahnya dan semua orang yang berkepentingan dengan dengan Dieng.
Caranya tanyaku kemudian ...
Bangkit bersama untuk mandiri, berantas kemiskinan , kebodohan, kecupetan nalar, keegoisan, penipuan, keserakahan dll,
caranya tanyaku kemudian ... karena saya makin tidak mudeng
Ya itu tadi seperti yang sudah saya sebutkan mosok situ nggak paham berarti situ juga perlu diberantas karena cupet nalare
mungkin benar mas soal cupet nalare tadi tapi kalau saya pikir cara yang diatas sepertinya tidak mungkin, lha wong bangkit sendiri saja sulit malah disuruh bangkit bersama, apalagi mandiri wong kita saja selalu tergantung dengan orang lain, terlebih lagi mau memberantas kemiskinan... eh yang ini mungkin berhasil, jadi orang-orang miskin dapat diberantas sampai mati
kalau yang ini caranya sangat mudah yaitu dibiarkan saja tidak usah diurusi nanti juga orang-orang miskin akan mati sendiri.. mudah ,murah tidak perlu pemikiran yang dibutuhkan hanya ndableg.
ya.... tidak gitu tho mas, sampean itu terlalu banyak mikir jadiakan kesulitan sendiri... sesuatu itu tidak usah dipikir tapidikerjakan
Kesimpulannya kita harus mengerjakan sesuatu tanpa mikir gitu ..ya sama saja dong dengan memelihara kecupetan nalar yang akhirnya menghasilakn keegoisan,penipuan dan keserakahan....
mbuhlah makin bingung saja..
(obrolan didepan MCK umum)
(obrolan didepan MCK umum)
tafrihan.diengplateau.com
Related posts :
32 komentar for this post
Leave a reply
:: SAVE DIENG :: ~ We Just Want To Help ... ~
1. Mengapa Ada Longsoran ?
2. Monitoring Peredaran dan Penggunaan Pestisida
3. Mutualisme Pariwisata dan Pertanian, Sebuah Mimpi Singkronisasi
4. Sindoro Waspada !
5. Panduan Umum Penanggulangan Bencana Berbasis Masyarakat
6. Pencitraan Pariwisata Melalui Peningkatan Kualitas Pengelolaan
7. Potensi Yang Tersembunyi
8. Sejarah Pengelolaan Situs
9. Upaya Mitigasi Bencana Gerakan Tanah
10. Ketugasan dan Kesiapan Aparat Dalam Menghadapi Bencana
11. Ada Pahlawan Diantara Kita
12. Penerapan Rotasi Tanaman Menuju Pertanian Berwawasan Lingkungan
13. Dieng Perlu Sentuhan
14. Gelar Budaya Sebagai Pemikat Turis Asing
15. Kami Jamin Keamanan Anda Selama Berwisata
16. Kunci Utama Menaikkan Nilai Jual Tempat Wisata
17. Menemukan Kembali Mutiara Yang Hilang
18. Perempuan dan Pelestarian Dieng
19. Mengubah Paham Antroposentris Menjadi Ekosentris
20. Penanaman Pinus dan Kentang Secara Proporsional
3. Mutualisme Pariwisata dan Pertanian, Sebuah Mimpi Singkronisasi
4. Sindoro Waspada !
5. Panduan Umum Penanggulangan Bencana Berbasis Masyarakat
6. Pencitraan Pariwisata Melalui Peningkatan Kualitas Pengelolaan
7. Potensi Yang Tersembunyi
8. Sejarah Pengelolaan Situs
9. Upaya Mitigasi Bencana Gerakan Tanah
10. Ketugasan dan Kesiapan Aparat Dalam Menghadapi Bencana
11. Ada Pahlawan Diantara Kita
12. Penerapan Rotasi Tanaman Menuju Pertanian Berwawasan Lingkungan
13. Dieng Perlu Sentuhan
14. Gelar Budaya Sebagai Pemikat Turis Asing
15. Kami Jamin Keamanan Anda Selama Berwisata
16. Kunci Utama Menaikkan Nilai Jual Tempat Wisata
17. Menemukan Kembali Mutiara Yang Hilang
18. Perempuan dan Pelestarian Dieng
19. Mengubah Paham Antroposentris Menjadi Ekosentris
20. Penanaman Pinus dan Kentang Secara Proporsional










Siapa tak kenal Candi Borobudur? Candi Budha ini memiliki 1460 relief dan 504 stupa Budha di kompleksnya. Jutaan orang mendamba untuk mengunjungi bangunan yang termasuk dalam World Wonder Heritages ini.


2010 Dieng Plateau Tourism - News And Articles About Tourism, Culture In Dieng Plateau
Woco
9 November 2011 18:52
Masih banyak orang menderita diluar sana, dalam jumlah jutaan. memang inilah negeri kita, yang katanya kaya raya.
Dieng_DeSk
9 November 2011 18:59
PAk tua yang malang, semoga mendapatkan kebahagiaan kelak.
Ek4zone
9 November 2011 19:21
visit smile here :D
Inspiring From ENCEPHALON
9 November 2011 19:29
Kita harus bersyukur dengan apa yang kita punya sekarang. Nyatanya masih banyak orang yang menderita di luar sana.
Indonesia kaya.. yah memang kaya, tapi masyarakatnya yang melarat.
Nani
9 November 2011 19:31
Yth, Admin diengplateau.com
Kalau bisa ekspose yang manis-manis saja deh.
Liat yang pahit-pahit begini terus terang aja gak tega, lagian selama ini apa yang bisa kita perbuat ? ...
ipok
9 November 2011 19:41
i feel so sad read ur post.. :(
eikieyn
9 November 2011 19:50
singgah baca dari malaysia.
Ajangnya orang Sumba berbagi Ilmu Pengetahuan
9 November 2011 19:50
Makasih atas kunjungan sobat,buku tamunya ga ada terpaksa coret disini
El3kTr0
9 November 2011 19:54
Like Goku said: Kame hame ha!
Alief Kurniawan
9 November 2011 19:57
hmm...budaya mengeluh -_-
Ria
9 November 2011 19:58
Potong generasi ? ... apa tidak terlalu jauh.
mima
9 November 2011 20:04
berpikir... berpikir... dan berpikir.... hmmm
beritagoogle.com
9 November 2011 20:14
sedih amat cerita nya T_T hiks hiks
PersadaBlog
9 November 2011 20:16
subanawllah
aq jadi iba bgt :(
Ahmad
9 November 2011 20:18
Bangkitlah Dieng-Ku Dieng-Mu Dieng-Kita ... Go Go Go Go
ban terbaik di indonesia gt radial
9 November 2011 20:31
mari sama-sama membantu .,.
Anonim
9 November 2011 21:30
saya setuju pak, trus kabarkan pada dunia bahwa di negri kita masih banyak orang sengsara,menderita dan skarat agar para koruptor laknatulloh dapat melek matanya,krn uang yg dikorupsi satu orang saja sudah sudah cukup untuk memakmurkan diengplateau bahkan 1 kecamatan.Maju truzzzzz !!! Merdeka
kalo perlu adakan kegiatan forum keprihatinan dialun-alun kota, saya tak ikut breng rombongan.
Erna
9 November 2011 21:32
Salah satu pertanyaan manusia yang paling sulit untuk dijawab adalah "mengapa manusia menderita" ?
Kenapa mederita ?
Dan Siapa Yang membuat menderita ?
el
9 November 2011 22:00
mantap gan,,, thanks blogwalking
sailor
10 November 2011 06:55
smile here
ocoler
10 November 2011 11:07
wah semangat terus promosikan kota dieng lewat dunia maya..
semangat2...
Somoon
10 November 2011 11:24
Tarima kasih dengan kunjungannya. Semoga suksess selalu. Lawat balik ya ...
rumput dan ilalang
10 November 2011 11:37
membalas kunjungan sobat
Copas 4 Islam
10 November 2011 13:46
Assalamualaikum,,,, :D blognya keeren
Anto
10 November 2011 18:08
I, am Coming Here.information technology Gadget
armada
11 November 2011 22:02
Semoga yang nulis dan pembaca tidak ikut-ikutan menderita.
Cahaya
12 November 2011 14:23
siang2 ke dieng smbil baca. :D
alung
12 November 2011 22:28
nice blog...
herry susanto
20 November 2011 11:42
hehehe, kasian banget tuh yang kebelet, tp itu gmn akhirnya yah, jadi beol apa ga yah?
hehehe..
tapi sebelum bertindak kan harus dipikir dlu, kl asal tindak kan juga ga bagus n ga puas dngn hasilnya.. :)
Angga-Fian
8 Desember 2011 13:28
Kunjungan siang Sob............
Bersyukur lah atas pemberian allah........
Somoon
28 Desember 2011 07:48
Kunjungan pagi.
budrianto
2 April 2012 15:28
Ni Critanya Beneran gak ya??kok aku kenal ama orang di foto ini,,