www.diengplateau.com
Silahkan Kirim Email Ke : info@diengplateau.org
Program Penebusan Dosa (PPD)
23:38 // 1 komentar // tafrihan // Category: Catatan Tafrihan //
Kabupaten Wonosobo memiliki sebuah program tersendiri yang dikenal dengan PPD (Program Pemulihan Dieng) orang sering bertanya apa saja yang dilakukan dengan PPD nya ini yang kemudian ada Tim Kerja Pemulihan Dieng atau TKPD.
Ada lagi pertanyaan dari Pejabat kelas menengah yang hobbynya memvonis sebelum tahu duduk persoalannya, kerjaan TKPD ini apa saja ya kok di kawasan Dieng masih saja terjadi bencana, mereka kan punya dana sangat banyak untuk mengurusi pemulihan Dieng.
Eh... mas sampeyan itu memang tidak tahu ya tapi sok tahu, setelah itu digembar-gemborkan kemana-mana lagi seolah sampeyan itu yang paling tahu, sampeyan itu sama saja dengan orang yang mengatakan saya tidak suka dengan TKPD karena kerjaannya hanya ngomong dan bikin konsep yang tidak jelas arahnya.
Gini mas,setahu saya yang selama ini menjadi mitra kerja TKPD, soal dana, TKPD tidak pernah mendapat dana dari APBD II Kabupaten Wonosobo, trus TKPD juga tidak pernah mengelola dana secara khusus, karena konsep dan omong kosong yang dibuat oleh TKPD setelah menjadi anggaran juga dikelola langsung oleh SKPD terkait. Anggota TKPD termasuk mitra kerjanya seperti saya juga tidak mendapat bayaran dari TKPD bahkan sering mengeluarkan dana sendiri untuk beli bensin mobil pulang pergi FGD seminggu dua kali,datang ke desa-desa juga tidak mendapat bayaran seperti sampeyan-sampeyan yang setia membawa SPPD walapun hanya dolan.
Ada lagi pertanyaan dari Pejabat kelas menengah yang hobbynya memvonis sebelum tahu duduk persoalannya, kerjaan TKPD ini apa saja ya kok di kawasan Dieng masih saja terjadi bencana, mereka kan punya dana sangat banyak untuk mengurusi pemulihan Dieng.
Eh... mas sampeyan itu memang tidak tahu ya tapi sok tahu, setelah itu digembar-gemborkan kemana-mana lagi seolah sampeyan itu yang paling tahu, sampeyan itu sama saja dengan orang yang mengatakan saya tidak suka dengan TKPD karena kerjaannya hanya ngomong dan bikin konsep yang tidak jelas arahnya.
Gini mas,setahu saya yang selama ini menjadi mitra kerja TKPD, soal dana, TKPD tidak pernah mendapat dana dari APBD II Kabupaten Wonosobo, trus TKPD juga tidak pernah mengelola dana secara khusus, karena konsep dan omong kosong yang dibuat oleh TKPD setelah menjadi anggaran juga dikelola langsung oleh SKPD terkait. Anggota TKPD termasuk mitra kerjanya seperti saya juga tidak mendapat bayaran dari TKPD bahkan sering mengeluarkan dana sendiri untuk beli bensin mobil pulang pergi FGD seminggu dua kali,datang ke desa-desa juga tidak mendapat bayaran seperti sampeyan-sampeyan yang setia membawa SPPD walapun hanya dolan.
Disisi lain tanggung jawab TKPD sangat besar untuk memulihkan Dieng bahkan kerjanya sering melebihi SKPD, nah kalau SKPDnya sampeyan itu yang hanya sering ngomong dan setor muka itu lain lagi ceritanya.
Untuk menangani permasalahan Dieng bukan semudah membuka selimut istri sampeyan kang, permasalahannya sangat kompleks,lingkungan lestari tapi ekonomi tercukupi sudah menjadi masalah tersendiri karena pada kenyataanya lahan yang dimiliki warga rata-rata hanya 0,2 Hektar per KK yang harus digunakan untuk mencukupi kebutuhan hidup rata-rata 5 anggota keluarga.
Program Penebusan Dosa ( PPD ) bisa jadi lebih pas digunakan untuk menggantikan Program Pemulihan Dieng, hal ini mengingat bahwa bencana demi bencana yang menimpa warga saat ini merupakan akumulasi dari kesalahan banyak pihak di masa lalu, Jangan pernah bilang PNS tidak salah, jangan pernah bilang Pemerintah tidak salah, lha wong kalau saya amati dari dulu banyak PNS yang hanya menjadi beban anggaran Pemerintah yang tentunya dana awalnya dari rakyat, bukan dari Mbokmu, karena fungsinya dalam kurun waktu sampai terjadinya bencana hampir tidak ada, yang ada diotak hanya pagi berangkat ke kantor,nge net rekreatif dengan fasilitas kantor, dolan,agak siang pulang, awal bulan dapat gaji dan selalu berusaha agar mendapat tambahan bayaran di luar gaji, baik dengan cara potong sana sini, atau dengan cara lain. sudah gitu masih sombong lagi .... seolah sudah bisa melaksanakan segala-galanya. diperparah lagi kalau terjadi bencana menyalahkan pihak lain , menyalahkan masyarakat menyalahkan TKPD walaupun akhirnya butuh data-data juga dari TKPD.
Kelalaian banyak pihak untuk selalu membersamai masyarakat agar lebih arif dalam mengelola lingkungan selama ini telah terjadi, kemudian sampeyan menyalahkan petani kentang, jangan nanam kentang karena merusak lingkungan, hanya nyalahke thok tapi tidak memberikan jalan keluar, itu sama saja dengan petani ngomong kepada PNS, jangan jadi PNS kang, karena merusak anggaran Pemerintah,menambah beban rakyat yang harus membiayai sampeyan, kerja saja jadi pemulung,pengamen atau tukang semir atau sesuai dengan karakter sampeyan jadi preman saja atau tukang pukul.
Petani butuh untuk mempertahankan hidup dan menghidupi yang lain, sama seperti sampeyan , tidak semua petani dan wong ndeso seneng dibantu walaupun terkena bencana, sebenarnya mereka malu, lihat saja beberapa pengungsi bencana Tieng yang memaksa pulang karena malu merepotkan banyak orang, kalau makan bantuan banyak dilihat orang- orang seperti sampeyan.
Menyuruh petani untuk berhenti menanam kentang tapi tidak di beri solusi ,sama saja dengan menyuruh PNS untuk berhenti jadi PNS.
Program Penebusan Dosa sudah tidak dapat ditunda lagi, apalagi ini menjelang ahir tahun, hitung dosa-dosa kita selama kita menjadi sesuatu dan bagian dari masyarakat, apa yang telah kita perbuat, berapa banyak pekerjaan yang seharusnya kita kerjakan tapi kita ingkari dan hanya diambil bayarannya saja.berapa kali mulut kotor kita menyakiti orang lain dengan kesombongan dan sok hebat kita, berapa kali kita menceritakan dosa mulut kita yang kita anggap membanggakan kepada teman -teman kita, yang penting Sadar dulu kalau kita pernah berbuat dosa, pernah salah, setelah itu Program Penebusan dosa dapat mulai dijalankan, akan tetapi kalau itu semua tidak dilakukan juga, tunggu saja saat yang tepat, sandalku yang penuh dengan lumpur longsoran bencana akan mendarat dimulut sampeyan.
Tahun baru 2012 sebentar lagi akan tiba, rencanakan dulu untuk menjadi lebih baik, mulai dari kita sendiri dulu lah tidak perlu langsung menyuruh orang lain untuk baik tapi kita sendiri sama sekali tidak baik, dan soal standar baik bukan hanya kita sendiri yang menentukan, jangan pernah berpikir kalau kita sudah merasa baik , maka yang lain akan menganggap kita sudah baik, itu picik dan picek namanya.
Sampeyan yang saya tulis diatas itu siapa ? introspeksi saja sendiri, apakah kita bagian dari perilaku sampeyan yang kasar dan hoby menyalahkan atau bagian dari orang yang akan melempari sampeyan dengan sandal kotor ke mulut sampeyan, atau bagian dari orang yang hanya melihat dan memanfaatkan kesempatan untuk mengatrol popularitas,atau yang lain.... yang penting hitung saja dulu dosa-dosa kita, kalau sudah ketemu kalkulasinya tinggal mau kita apakan , kita tambah , kita kurangi atau kita tebus dosa kita.
tafrihan ( sedang menghitung dosa)
Petani butuh untuk mempertahankan hidup dan menghidupi yang lain, sama seperti sampeyan , tidak semua petani dan wong ndeso seneng dibantu walaupun terkena bencana, sebenarnya mereka malu, lihat saja beberapa pengungsi bencana Tieng yang memaksa pulang karena malu merepotkan banyak orang, kalau makan bantuan banyak dilihat orang- orang seperti sampeyan.
Menyuruh petani untuk berhenti menanam kentang tapi tidak di beri solusi ,sama saja dengan menyuruh PNS untuk berhenti jadi PNS.
Program Penebusan Dosa sudah tidak dapat ditunda lagi, apalagi ini menjelang ahir tahun, hitung dosa-dosa kita selama kita menjadi sesuatu dan bagian dari masyarakat, apa yang telah kita perbuat, berapa banyak pekerjaan yang seharusnya kita kerjakan tapi kita ingkari dan hanya diambil bayarannya saja.berapa kali mulut kotor kita menyakiti orang lain dengan kesombongan dan sok hebat kita, berapa kali kita menceritakan dosa mulut kita yang kita anggap membanggakan kepada teman -teman kita, yang penting Sadar dulu kalau kita pernah berbuat dosa, pernah salah, setelah itu Program Penebusan dosa dapat mulai dijalankan, akan tetapi kalau itu semua tidak dilakukan juga, tunggu saja saat yang tepat, sandalku yang penuh dengan lumpur longsoran bencana akan mendarat dimulut sampeyan.
Tahun baru 2012 sebentar lagi akan tiba, rencanakan dulu untuk menjadi lebih baik, mulai dari kita sendiri dulu lah tidak perlu langsung menyuruh orang lain untuk baik tapi kita sendiri sama sekali tidak baik, dan soal standar baik bukan hanya kita sendiri yang menentukan, jangan pernah berpikir kalau kita sudah merasa baik , maka yang lain akan menganggap kita sudah baik, itu picik dan picek namanya.
Sampeyan yang saya tulis diatas itu siapa ? introspeksi saja sendiri, apakah kita bagian dari perilaku sampeyan yang kasar dan hoby menyalahkan atau bagian dari orang yang akan melempari sampeyan dengan sandal kotor ke mulut sampeyan, atau bagian dari orang yang hanya melihat dan memanfaatkan kesempatan untuk mengatrol popularitas,atau yang lain.... yang penting hitung saja dulu dosa-dosa kita, kalau sudah ketemu kalkulasinya tinggal mau kita apakan , kita tambah , kita kurangi atau kita tebus dosa kita.
tafrihan ( sedang menghitung dosa)
Related posts :
1 komentar for this post
Leave a reply
:: SAVE DIENG :: ~ We Just Want To Help ... ~
1. Mengapa Ada Longsoran ?
2. Monitoring Peredaran dan Penggunaan Pestisida
3. Mutualisme Pariwisata dan Pertanian, Sebuah Mimpi Singkronisasi
4. Sindoro Waspada !
5. Panduan Umum Penanggulangan Bencana Berbasis Masyarakat
6. Pencitraan Pariwisata Melalui Peningkatan Kualitas Pengelolaan
7. Potensi Yang Tersembunyi
8. Sejarah Pengelolaan Situs
9. Upaya Mitigasi Bencana Gerakan Tanah
10. Ketugasan dan Kesiapan Aparat Dalam Menghadapi Bencana
11. Ada Pahlawan Diantara Kita
12. Penerapan Rotasi Tanaman Menuju Pertanian Berwawasan Lingkungan
13. Dieng Perlu Sentuhan
14. Gelar Budaya Sebagai Pemikat Turis Asing
15. Kami Jamin Keamanan Anda Selama Berwisata
16. Kunci Utama Menaikkan Nilai Jual Tempat Wisata
17. Menemukan Kembali Mutiara Yang Hilang
18. Perempuan dan Pelestarian Dieng
19. Mengubah Paham Antroposentris Menjadi Ekosentris
20. Penanaman Pinus dan Kentang Secara Proporsional
3. Mutualisme Pariwisata dan Pertanian, Sebuah Mimpi Singkronisasi
4. Sindoro Waspada !
5. Panduan Umum Penanggulangan Bencana Berbasis Masyarakat
6. Pencitraan Pariwisata Melalui Peningkatan Kualitas Pengelolaan
7. Potensi Yang Tersembunyi
8. Sejarah Pengelolaan Situs
9. Upaya Mitigasi Bencana Gerakan Tanah
10. Ketugasan dan Kesiapan Aparat Dalam Menghadapi Bencana
11. Ada Pahlawan Diantara Kita
12. Penerapan Rotasi Tanaman Menuju Pertanian Berwawasan Lingkungan
13. Dieng Perlu Sentuhan
14. Gelar Budaya Sebagai Pemikat Turis Asing
15. Kami Jamin Keamanan Anda Selama Berwisata
16. Kunci Utama Menaikkan Nilai Jual Tempat Wisata
17. Menemukan Kembali Mutiara Yang Hilang
18. Perempuan dan Pelestarian Dieng
19. Mengubah Paham Antroposentris Menjadi Ekosentris
20. Penanaman Pinus dan Kentang Secara Proporsional










Siapa tak kenal Candi Borobudur? Candi Budha ini memiliki 1460 relief dan 504 stupa Budha di kompleksnya. Jutaan orang mendamba untuk mengunjungi bangunan yang termasuk dalam World Wonder Heritages ini.


2010 Dieng Plateau Tourism - News And Articles About Tourism, Culture In Dieng Plateau
Anonim
24 Januari 2012 09:21
terlalu emosional ini artikel.