DIENGPLATEAU.COM :: Jalan Jalan Dapat Hadiah, Mau ? ... ~ Semua Pasti Dapat Uang !!!.
Kamu-kamu berkesempatan mendapatkan uang tunai sebesar Rp. 7.000.000 (Tujuh Juta Rupiah) hanya dengan mengirim sebuah tulisan. Selengkapnya ...
Kamu-kamu berkesempatan mendapatkan uang tunai sebesar Rp. 7.000.000 (Tujuh Juta Rupiah) hanya dengan mengirim sebuah tulisan. Selengkapnya ...
www.diengplateau.com
Silahkan Kirim Email Ke : info@diengplateau.org
Spesial Trip Sejuta Pesona Wonosobo 0
9:24 PM
DIENGPLATEAU.COM - Siapa yang tak kenal dengan Kota Wonosobo, hampir semua triper (pelancong) pasti pernah mendengan namanya. Pesona wisata alam dan kulinernya pun sangat menarik perhatian. Sebagian besar wilayah Kabupaten Wonosobo adalah daerah pegunungan. Bagian timur (perbatasan dengan Kabupaten Temanggung) terdapat dua gunung berapi: Gunung Sindoro (3.136 meter) dan Gunung Sumbing (3.371 meter). Daerah utara merupakan bagian dari Dataran Tinggi Dieng, dengan puncaknya Gunung Prahu (2.565 meter). Di sebelah selatan, terdapat Waduk Wadaslintang. Wisata kulinernya juga merupakan ikon tersendiri untuk kota ini mulai dari Mie ongklok, jamur krispi, carica dan spesial kentang gorengnya membuat lengkap bila berwisata di kota ini.
Perjalanan saya dimulai dengan berangkatnya 8 orang Triper asal Gunung Pati Semarang, dengan mengendarai sepeda motor kami melaju menuju kota Wonosobo. Pukul 12.00 kami sudah mencapai alun-alun kota Wonosobo, setelah selesai sholat Dhuhur karena sudah lapar kita merencanakan kunjungan pertama kita adalah kuliner mie ongklok. Dari beberapa info mie ongklok yang direkomendasikan adalah mie ongklok Longkrang (jalan Pasukan Ronggolawe No.14, Wonosobo), memang rasanya tak diragukan lagi ditambah sate yang yahutt kami mengisi perut dengan penuh, namun sayang buat Triper yang sedang baca pas disini kamera saya dan abang saya belum siap digunakan jadi ngk ada dokumentasinya.
Sampai di Daerah Dieng tepat waktu Magrib sekitar pukul 18.00, meski sudah terbiasa naik gunung cuaca dingin di sini cukup membuat kami semua menggigil kedinginan. Selanjutnya kami mencari penginapan untuk istirahat. Alhasil kami mendapatkan tempat penginapan yang cukup memuaskan (recomendasi teman). Home Stay Dwarawati menjadi pilihan kami untuk berlindung dari dinginya suhu. Cukup terjangkau, dengan 150 rbu kamar sedang kami dapatkan (2 spring bed+TV +Kamar mandi dalam+parkir+Air panas).
Setelah bersih-bersih kami istirahat dan merencanakan bangun jam 3 untuk melihat pesona sun rise Sikunir (kata internet menakjubkan). Meski berat untuk membuka mata kami semua bersiap-siap menuju Spot Sikunir yang terkenal itu. Bermodalkan jaket seadanya dan kaos kaki serta kaos tangan kami semua berangkat memecah hawa kedinginan waktu itu. Sungguh cita rasa yang khas berkendara motor dengan dislimuti hawa dingin. Perjuangan kami tak sia-sia setelah perjalanan sekitar 1,5 jam kami semua mencapai tujuan. Setelah parkir motor ternyata perlu jalan kaki 15 menit untuk menuju spot sun rise Sikunir. Sampai disana kami sunguh takjub dengan pemandangan yang kami lihat, sungguh mempesona dak tak ada duanya. Munculnya sang mentari dibalik G.Merbabu (kalau tidak salah.he…he…he….) membuat kami semua terdiam dan merenung betapa sempurnanya karya ciptaan Tuhan ini. Setelah puas menikmati kami kembali k tempat parkir dan melanjutkan trip selanjutnya yaitu Candi Arjuna. O iya…di parkiran dapat kita temui kuliner makanan yaitu Sagon. Makanan ini terbuat dari ketan dan parutan kelapa yang rasaanya manis dan gurih. Rugi kalau ngk nyobain makanan yang satu ini.
Fantastis…..adalah kata yang tepat saat melihat warna hijau pekat Telaga Warna saat itu. Dari atas tangga telaga warna memantulkan cahayanya yang indah sekali. Kami pengen cepat cepat turun dan foto-foto di sekitar telaga. Bau belerang kadang tercium hidung saat kita mengitari telaga ini. Indah sekali telaga warna dataran tinggi Dieng, tak jarang kita temui foto diinternet orang melakukan prewedding dengan background telaga warna. Sambil menikmati tempe kemul dan jamur krispi kami bercengkrama di pinggir telaga warna.
Cukup sampai disini dulu perjalanan ngetrip kali ini, sebenarnya masih banyak spot wisata dataran dieng yang belum saya kunjungi seperti kawah sikidang, teater Dieng dan gua-gua di sekitar telaga warna. Dikarenakan sore saya ada job ngelesi maka siang itu saya berempat ijin pulang dulu namun rekan saya tetap melanjutkan acara ngetrip ke spot wisata yang lain. Tidak rugi dah berwisata dikota Wonosobo.puas di jamin…..
Selamat berwisata
Naskah Oleh :
Tito Prastyo Rahman
Jl. Kembangarum RT:08 RW:02 Mranggen Demak
ID DPC : 30.01/01.03
Jl. Kembangarum RT:08 RW:02 Mranggen Demak
ID DPC : 30.01/01.03
DIENGPLATEAU.COM - Sehabis les private, gue main sama teman gue namanya indah, nah waktu indah minjem hp gue ternyata ada sms dari teman gue yang namanya mba estu dan mba reny mereka mengajak gue untuk berlibur ke pantai anyer besok hari minggu, berhubung gue lagi pengen banget berwisata akhirnya gue ikut, ongkirnya gratis pula kita cuma bawa uang jajan sendiri. Wah.. lumayan lah kalo gratis ongkir, disitu gue tambah semangat, ya.. maklum gue kan pelajara jadi harus berhematlah sedikit… sudah tiba hari minggu, saatnya gue bersiap untuk otw anyerrrr.. sewaktu di dalam mobil bis gue dan mba estu berfoto ria mendengarkan music dan melihat pemandangan dan banyak kabut sewaktu perjalanan.. beberapa jam di perjalanan akhirnya kita sampai di pantai.. didalam pikiran kita hanya berfoto dan berfoto gue sama mba estu, gue berkata “ kita kaya gini yuk mba ntar kita naik itu yuk mba!!” Beh sahut gue ke mba estu, dan mba estu hanya menjawab dengan tertawa kecil.. dan waktu nyampai sana cuaca ga mendukung banget, tiba-tiba gerimis kecil benak gue berkata “ya allah jangan hujan!!” dan akhirnya gerimisnya berhenti.. kita memutuskan untuk menaiki perahu dengan biaya cukup 10.000 untuk 1orang, murah kan!! tadinya kita ingin menaiki bananaboots tapi karna kami tidak membawa baju ganti kitapun hanya menaiki perahu untuk berkeliling ke tengah laut , kami semua ketakutan karna takut terbalik hehe semua berteriak dan kita sempet berfoto.. nanti gue kasih buktinyaa. Anyer itu menurut gue pantai yang indah, dan panoramanya juga menarik ga kalah deh sama pantai yang lain, batu karangnya ombaknya dan pasirnyaa deh..
Naskah Oleh :
Riska Mutiara risqa al bustomi
riska.albustomi@gmail.com
ID DPC : 30.01/01.03
Riska Mutiara risqa al bustomi
riska.albustomi@gmail.com
ID DPC : 30.01/01.03
DIENGPLATEAU.COM - Sekarang di Kalimantan selatan punya pesona sendiri soal wisata alamnya, sekarang saya mau tanya kenal dengan “Tanuhi”??? hayoo siapa yang tahu dengan nama ini?tahuhi terlatak di Kecamatan Loksado-Kabupaten Hulu Sungai Selatan Provinsi Kalimantan Selatan, jaraknya yang lumayan dekat dengan pusat kota bisa ditempuh dengan naik mobil, kendaraan (motor), atau kalau mau yang tradisonal disediakan Lanting (perahu bambu). Nah kalau masih belum lengkap sekarang saya ajak kalian berwisata air disini. Tanuhi punya kolam air panas yang langsung dialirkan dari mata airnya yakni pegunungan Loksado.
Gak tanggung-tanggung, Tahuhi punya 4 kolam (kolam renang ukuran besar, kolam dalam, kolam untuk anak-anak dan kolam air panas yang benar-benar panas). Hahaha, sampai-sampai kita ibaratkan kalau kita mau merebus telur kemungkinan besar telur kita akan menjadi telur setengah matang (saking panasnya).
Masalah pemandangan alamnya yang lain, jangan ditanya lagi mulai dari hutannya yang masih asri hingga arum jeram yang juga dimilikinya (aliran sungai loksado yang bermuara ke Amandit). Bagi yang ingin menginap disini atau telah disediakan penginapan yah bahasa kerennya “cottage”. Ada 10 buah cottage, yang siap disediakan untuk para pengunjung. Pada hari libur (sabtu-minggu) maupun libur nasional, wisata Tahuhi dipenuhi pengunjung yang berasal dari dalam dan luar kota. Jadi kalau mau menginap harus pesan terlebih dahulu sebelum hari H.
Naskah Oleh :
Mahfuzah hidayati, S.Pd
Jl. Veteran KM. 5,5 RT. 02 No. 31 Kel. Sei. Lulut Banjarmasin 70238.
ID DPC : 30.01/01.03
Mahfuzah hidayati, S.Pd
Jl. Veteran KM. 5,5 RT. 02 No. 31 Kel. Sei. Lulut Banjarmasin 70238.
ID DPC : 30.01/01.03
DIENGPLATEAU.COM - Huaaaaa, baru bisa nulis sekarang :D
hahahhaaa, well, sekarang aku mau nyeritain soal petualanan aku ke JOGJA beberapa hari kemarin :D sumpah, petualangan beberapa hari di JOGJA kemarin itu nano-nano banget rasaanya :'D dari yang seneng ampe yyang bikin panik ada :'D. Alhamdulillah ya Alloh aku bisa rasain itu pas di JOGJA :')
perjalanan pertama dimulai dengan naik kereta, kehebohan diciptakan oleh 4 Orang anak autis (gue, hari, bunga, asep). kita recokin kereta dengan kehebohan kita bercerita :D. Asli, semalaman itu gue gabisa tidur nyenyak :'( Padahal badan capek banget..gue barusan aja balik dari pandeglang.. cape gilaaaaaaaak..enak banget liat hari ama bunga yang kayaknya nyenyak banget tidurnya :D. Itu hari kalo tidur yah meni nikmat banget dah :D
hahahhaaa, well, sekarang aku mau nyeritain soal petualanan aku ke JOGJA beberapa hari kemarin :D sumpah, petualangan beberapa hari di JOGJA kemarin itu nano-nano banget rasaanya :'D dari yang seneng ampe yyang bikin panik ada :'D. Alhamdulillah ya Alloh aku bisa rasain itu pas di JOGJA :')
perjalanan pertama dimulai dengan naik kereta, kehebohan diciptakan oleh 4 Orang anak autis (gue, hari, bunga, asep). kita recokin kereta dengan kehebohan kita bercerita :D. Asli, semalaman itu gue gabisa tidur nyenyak :'( Padahal badan capek banget..gue barusan aja balik dari pandeglang.. cape gilaaaaaaaak..enak banget liat hari ama bunga yang kayaknya nyenyak banget tidurnya :D. Itu hari kalo tidur yah meni nikmat banget dah :D
udah gitu keta berempat melanjutkan perjalanan, rencananya pengen mampir ke malioboro dulu, mau main ke sekitar tempat di malioboro dulu..udah gitu, di jalan ketemu bapak-bapak yang kayaknya kasian liat kita yang dandanannya udah kaya gembel.. ya, akhirnya kita ngobrol aja deh ama bapa itu.. Dan dari percakapan itu, ada satu fakta yang aku ketahui tentang toilet kereta yang tadi gue pake mandi :D
TERNYATA MASUK TOILET ITU HARUS BAYAR TAUUUUUUUUUK..DAN MUKA JUTEK DARI BAPAK ITU ARTINYA BIAR GUE BAYARRRRRRRRR..TAPI GUE GAK PEKA..
PAS GUE TANYA AMA 3 TEMEN GUE, MEREKA PADA BAYAR, CUMA GUE DOANG YANG KAGAK..
KAMPREEEEEEET, kenapa pada gak bilang gue yah =.="
ah, gamungkin juga gue balik lagi terus bayar. yaudah, gue gasalah juga kayaknya..lagian bapak itu gak bilang kalo harus bayar.. yang penting kaga ada yang kenal gue disini :D. Sampe malioboro, asep tumbang dan sebelumnya gue anter dia makan dulu disekitar malioboro..gue kira makanan di sekitar sini murah..gataunya, GILAKKKKKKK..
kita terlanjur duduk di salah satu tempat makan (yang tadinya kita kira murah :D, gataunya mahal =.=").. yaudah, terlanjur duduk juga, akhirnya asep pesen makanan yang paling murah =.=" (pagi" gini udah abis dah duit =.=") gak kece juga udah duduk gitu kita pegi aja..
akhirnya, asep bener" gabisa nerusn perjalanan bareng kita, dia terlanjur sakit dan kita ninggalin dia senddirian di masjid malioboro.. sebelumnya kita jalan" dulu ke benteng ama taman pintar, kita kira setelah kita jalan" itu asep agak baikan, gataunya enggak..yowis, kita tinggalin asep dengan haru (lebay :D)
Perjalanan selanjutnya ke UNY.. baik gue, hari maupun bunga punya tujuan sendiri" buat ke UNY.. Oke, well, kayaknya gak perlu waktu lama juga buat sampe ke UNY dari malioboro..paling setengah jaman kita sampe..(sok taunya gue begitu, kan ada trans jokja..jadi bisa lebih cepet nyampenya *logika gue begitu* :D). Gataunyaaaa...kampreeeeeeet, lama beud..kita salah prediksi..ke UNY ampe satu jam gilak..temen gue yang nunggu gue ampe kesel deh :( Dia pulang dulu deh..hiks..
Penderitaan kita gasampe situ, ini sempet nyasar juga nyari gerbang depan UNY..*sumpah deh ini kampus ribet bangeeeeeeet T______T, gue udah telat ketemuan, pake acara nyasar pula :(
akhirnya setelah perjalanan panjang itu kita sampe juga di UNY..gue ketemu juga ama temen gue *tapi satu orang kabur dulu :( Sambil nunggu temen gue yang kabur itu.. gue, bunga, ninung (temen gue di UNY) sama temennya ngobrol di musola FMIPA UNY..
Badan udah capek banget, kayak remuk dah..muka gue ama bunga udah kucel kayak gak keurus :D. Gak lamaa setelah itu, gue ketemu juga sama temen gue yang di UNY itu.. bunga sama hari study banding ama anak fisika :). Senneng banget bisa ketemu temen gue itu..kita ngobrol lama ampe soree..#belakangan temen gue bilang, banyak nemuin hal aneh daari gue..hahahaha... baru tau dia :D
Selesai ngobrol kita pamitan dan gue sama hari n bunga capcus ke UGM..hahahhahaaa, dijalan sebelumnya ada yang manggil gue *adik kelas gue pas SMA ternyata, dan gue gatau namanya siapa :D*..dia kira gue nyasar di jokja (karena dandanan super gembel gue ama anak-anak kali yah :D). Setelah cipika cipiki ama adik kelas gue tuh, kita capcus ke UGM.. solat disana..
Udah solat, kita mau langsung ke Malioboro, mau liat pagelaran sambil mau nunggu di jemput kang Iis (yang mau ngasih tumpangan tidur buat kita :D, baiknya :D) Pas baru aja keuar dari masjid, kita disambut ujan.. apessss dah.. hahahaha... yowis kita ujan"an dulu :D Nyampe selter, langsung cuuuuuuuus ke malioboro :D Liat banci segala, ampun daaaaah
Sampe malioboro, gataunya kita gak bisa liat pagelaran itu juga.. Gue cuma liat musisi jalanan malioboro yang super kereeeen :D Hehehheee, asik banget malioboro di malem hari.. Perut keroncongan, pertanda pengen diisi nih perut :D. Gue sih pengennya cari makanan yang murah, tapi hari ma bunga udah kelaparan banget.. Yaudah, kita cari makan seadanya aja..mau murah ke, mahal ke yang penting mamam :D
gue pesen oseng" mercon..gue tau sih bakal pedees banget tu oseng".. Tapi gak ampe ngebayangin kuahnya cabe jugaaa... Pas makanannya sampe, gue syooooook.. Ternyata kuahnya cabe.. *streeeeeees =.=" Mana mahal pula, kampretlah =.="
heuuuuu..udah makan mau capcus ke tempat dijemput kang iis.. Eh, ujan turuuuuuuun.. Hadeuh, udah ngantuk bangeet.. Pengen cepet ketemu bantal :D. Malem-malem, dikota orang, keujanan, basaaaaaaaaaaaaah semua, sangat gembel sekali kita.. Mana gak nemu tempat neduh puula, sekalinya nemu gue jongkok sambil nadahin tangan, percis gembel banget :D Kacaaaaaau..
akhirnya ujan berenti, udah jam sepuluh..masih aja jemputan belum dateng.. Kita duduk bertiga di tempat duduk disalah satu sudut maliboro. Udah ngantuk bangeeeeeeeeeet.. Lagi menderita gitu, pake ada acara pengamen ngamen di tempat kita pula, dan maksa menta duit..*kaga liat apa tampang kita juga sama gembelnya ama kalian =.=" #pengamen malioboro lebih pemaksa dibanding bandung =.=
Gak lama setelah itu, kang iis datang..gue ama bunga udah gak fokus.. Satu yang ada dalam fikiran kita.. *TIDUR..
Akhirnya dapet taksi buat ke tempat kang iis, gak lama gue ama bunga langsung terpejam *MOLOR.. Kita dibangunin pas udah sampe rumah kang iis, taksina dibayarin :') baikkkkkkk banget ih kang iis :) Terharuu T_T *liburan penuh gratisan :D. Udahnya kita masuk rumah, salaman sama istrinya kang iis langsung molor *tanpa mandi dan cuci muka, saking capenya gue :D
***
Besok paginya kita langsung capcus ke jokja lagi.. Rumah kang iis di perkampungan daerah sleman..asri banget deh :) betaaaaaaaaaaaaaaaah, tempatnya gak panas kayak jogja juga :) Huhuhuhuuu, kita dianter sama istrinya kang iis ke pasar buat naik angkot..pas udah nemu angkotnya, kita langsung pamit..seneng banget ketemu orang baik kayak mereka :) Semoga hidup mereka selalu dalam keberkahan ya Alloh :)
Diangkot kita ketemu sama ibu" yang mau ke malioboro juga, yawis ta bareng deh, ngobrol di angkot :D. Sepanjang jalan ke jakja, kita ngeliat peristiwa kecelakaan :( depan mata banget :( darahnya banyaaaaaaaaaaaak, dan gue troma liat daraaaaaaaah :( Ampe mau nangis liatnya..si pengendara meninggl di tempat, dan gue liat banget mukanya :'(. Astagfirulloh, tadi malaikat pencabut nyawa mampir ke sittu..
:'(
lepas dari situ, gue gamau inget" lagi..langsung lupain.. Nyampe malioboro.. Satu yang langsung kita inget "MAKAN".. hahahahhaaaa..tadi gak makan dulu di tempat kang iis :D. Kita makan di pinggir jalan malioboro.. Lagi" kita kira makanan itu murah... Langsung aja makan :D. Trus gasengaja gue denger percakapan orang yang beli makan di tempat kita makan..
"berapa to bu?"
"16 ribu mbak.."
gue langsung pengen muntah.,.kampreeeet,, mahal lagi T_________T
gue cuma ngakak aja ama anak"..
:P
salah lagi dah..
ini makanan banyak banget lagi :D
nah itu die, ada yang ngamen lagi..gue ama bunga langsung liat hari *tatapan minta hari aja yang bayar pengamennya gitu :D
hahahahaa, akhirnya dia yang bayar..
Selesai makan kita langsung ke selter bis..mau ke prambanan.. Disitu ngocol abis deh ama abang penjaga selternya kite :D Hahahaha, gokil.. Lama juga deh ke prambanan :D. Nyampe sana, perut kita b3 berkontraksi.. MULES BERJAMAAH =.=". Wah, diracun penjual nasi pecel nih =.=". Untung gak pengen ee..
Kita langsung ke prambanan.. Kita lgi-lagi pake logika kalo masuk prambanan muraaaaaaah.. Yah, paling semahal"a juga cuma 15 rebu.. Gataunyaaaaaaaaaa..kampreeeeeeeet, 30 REBU COBAAAAAAAAAAAAA.. NGEBUNUH DUIT BANGETTTT..
Akhirnya melihat kenyataan itu, gue, hari ama bunga pergi dengan tangan hampa..*keliatan banget gapunya duitnya, datang trus pegi lagi.. Cuma poto" di depan halaman prambanan..miris bangeeeet =.=" hahahahahahaaaaa...
Akhirnya setelah itu kita balik lagi ke malioboro, mau ke keraton sambil jalan" kemana lagi gitu.. Sampe sana cuaca langsung beda. Gilaaaaaaaaak, panas bangeeeeeeeeeeeeeet.. paraaaaaaaaaaaaaah..
kaki gue melepuh coy..
-.-"
karena diburu waktu dan kecapean, akhirnya gue ama bunga naik becak..sedangkan hari jalan kaki.. Kita nego harga dulu..udah pas langsung naik.. Dan ya Alloh, kasian banget liat bapa yang becaknya kita tumpangin.. Kayaknya kecapean banget boncengin gue ama bunga..mana jauh pula..berkali" becaknya sempet berenti di tengah jalan gara" keberatan bawa kita :D
Niat nyairin suasana tea, gue ajak ngobrol bapanya.. Kasian, liat kebelakan udah keringetaaaaaaaaan penuh sebadan :( Gue iseng tanya bapaknya..
Gue: "maap pa, kita berat yah?"
Bapanya: "iya mbak.."
*jleeeeep, makin merasa beralah..kita tau kita berat bedua, tapi bapak jangan menegaskan, basa-basi ke.kita kan merasa bersalah jadinya paaaaaaaa :'(
apalagi pas liat kebelakang bapanya udah kecapean banget T____________T
Huhuhuhuhuu, pengen rasanya turun dan jalan aja deh, dari pada nyiksa bapanya gini :'( Brasa ikut reality show “Jika Aku Menjadi”. Bapanya baru 3 bulan jadi tukang becak, punya 3 anak dan 2 orang udah gak jadi anak lagi katanya (gangerti juga maksudnya apa? T______T), tiap hari ngayuh becak dari bantul ke jokja. Walo gue gatau bantul dimana, tapi sok taunya gue bilang bantul itu jauuuuuuuuuuuh ke jokja.pernah seharian bapanya gadapet penumpang :'( Kasian banget Ya Alloh, bapa itu ternyata kurang beruntung dibanding kami :'(. Gue akhirnya bikin kesepakatan sama bunga, kita mau masing" kasih 20 ribu, sekalian sedekah juga..kasian bapanya kalo cuma dikassih 20 ribu.. Siapa tau cuma kita yang jadi pelanggannya hari itu :'(
Setelah sampe, kita langsung kasih 40 ribu kebapanya, awalnya bapanya nolak..tapi setelah kita oaksa akhirnya mau juga :') Semoga uangnya bermanfaat :') Pengen nangis banget liat bapanya tadi :'(
apalagi pas liat kebelakang bapanya udah kecapean banget T____________T
Huhuhuhuhuu, pengen rasanya turun dan jalan aja deh, dari pada nyiksa bapanya gini :'( Brasa ikut reality show “Jika Aku Menjadi”. Bapanya baru 3 bulan jadi tukang becak, punya 3 anak dan 2 orang udah gak jadi anak lagi katanya (gangerti juga maksudnya apa? T______T), tiap hari ngayuh becak dari bantul ke jokja. Walo gue gatau bantul dimana, tapi sok taunya gue bilang bantul itu jauuuuuuuuuuuh ke jokja.pernah seharian bapanya gadapet penumpang :'( Kasian banget Ya Alloh, bapa itu ternyata kurang beruntung dibanding kami :'(. Gue akhirnya bikin kesepakatan sama bunga, kita mau masing" kasih 20 ribu, sekalian sedekah juga..kasian bapanya kalo cuma dikassih 20 ribu.. Siapa tau cuma kita yang jadi pelanggannya hari itu :'(
Setelah sampe, kita langsung kasih 40 ribu kebapanya, awalnya bapanya nolak..tapi setelah kita oaksa akhirnya mau juga :') Semoga uangnya bermanfaat :') Pengen nangis banget liat bapanya tadi :'(
Selepas dari bapanya, gue ama bunga lansung belanja..hari udah dari tadi sampe :D. Yaudah aja kita belanja, badan gue begeter, tanda kelaparan..bingung ini mau belanja apa aja di malioboro. Bunga mau solat, trus hari juga kebetulan solat..aku bilang aja ama bunga solat di tempat biasa, kebetulan aku lagi gasolat..aku mau nerusin belanja aja :). Bunga capcus, gue nerusin milih" :)
tiba-tiba hari sms nanyain bunga, loh bukannya ama dia yah? Gataunya hari solat bukan di tempat biasa.. Lah trus bunga ama siapa? Ya Alloh, ini gimana?
T__________T
langsung gak mood belanja :'(
Hape low, bunga gabisa di hubungin..panas dingin, gue juga gatau hari dimana..malioboro udah rame..dan hari udah makin sore, rencana pulang bareng papanya bunga gimana ini..? Oke, gue bersikap seolah" gak serius ini masalah,,mulai sedikit nyoba buat tenang.. Gue coba telepon hari lagi dan jleeeeeeeeeeeeep..
HAPE GUE MATI.GUE MULAI PANIK..INI GIMANA YA ALLOH..AKU BAKAL ILANG..
BUNGA GAK ADA..HARI GATAU DIMANA..HAPE MATI..INI PULANG GIMANA..?
HAPE GUE MATI.GUE MULAI PANIK..INI GIMANA YA ALLOH..AKU BAKAL ILANG..
BUNGA GAK ADA..HARI GATAU DIMANA..HAPE MATI..INI PULANG GIMANA..?
gue udah mikirin hal terburuk..
gue jadi gembel di jokja, gabsa pulang, orang tua gue laporin gue ke kru "orang hilang" TVONE..
pikiran gue udah jauh..
gue nangis..mata gue berair,,gue takuuuuuuuuuuut..
ini hape gamau nyala :'(
dan gue gak hafal nomor hari ama bunga..
#SEMPURNA :(
Gue langsung nyari warung yang adda colokan casannya, buat ngecas ini hape..tapi gak ada.. Cuma ada ibu penjual makanan yang nyaranin gue buat ke ruang nformasi pasar..oke gue kesana.. Disana gue langsung tanya orang aja, gataunya mereka bukan penjaga pasar. Ini colokan hape mana? Gue udah gakaruan, gue udah kalut, syok, pengen ngejerit.. Ternyata itu colokan di pasar gabisa dipake..
MATI GUE..
Lagi panik begitu,, ada ibu yang masuk ruang informasi, dia abis kecopetan, tasnya disilet orang.. Kasian.. Tapi gue juga lagi kebingungan ini gimanan nemuin hari ama bunga..
Dari situ gue udah ilang akal, gue pinjem hape siapa aja deh buat gue pake dulu buat telpon hari..alhamdulillah ada ibu" yang mau pinjemin hapenya.. Alhamdulillahnya juga hari ternyata sms. Jadi ada nomernya..gue langsng telepon dia, teriak-teriak ke hari.. Gue udah diliatin ama orang" di pusat informasi.. Bodo amat gapeduli pada aneh ama gue juga, yang sekarang gue fikirin itu bisa ketemu ama temen" gue, itu aja..
akhirnya setelah percakapan sengit itu gue bisa nemuin juga dimana posisi hari ama bunga.. Gue langsung capcus pegi ke ono..gak lupa bilang makasih ama orang yang mau pinjemin gue hape... Keluar pusat info gue tabrak"in orang yang ada dideket gue..gapeduli juga mereka mau marah ato engga..yang penting gue bisa ketemu ama temen" gue, itu aja :'( lagi pula gada yang kenal gue juga kooo..
gue udah panik banget, gatau deh ini gimana endingnya.. Dari jauh gue liat orang yang gue kenal lagi kebingungan.. Itu HARI temen gue, ALHAMDULILLAH :') Ketemu, gue langsung manggil dia.. Dia juga kepanikan banget.. Gue langsung cari bunga, hari belum ketemu ama bunga juga.. Akhirnya, gak lama bunga ketemuuuuuuuuuu..
YA ALLOH..
Gue ama hari langsung duduk asal di tengah jalan, lemes, syok..khawatir :'( Akhirnya gajadi ilang. Yang penting bisa ketemu :'( Oleh" gajadi beli banyak, batik juga gajadi beli banyak.. Gapapalah, yang penting selamet..
Selesai itu kita langsung ke tempat papanya bunga, kita nbeng pulangnya.. Pulang gratisaaaan, liburan kali ini udah kaya liburan ala im3 aja, banyak gratisannya.. Mana makan juga dibayarin ama bapanya bunga, jadi enak kan :D Ya Alloh, perjalanan jogja ini bener" banyak cerita..walo bentar tapi seru.. Rasain semuanaya disini.. Jadi gamau pulang kan ke Bandung, pengen di jogja aja :') Beraaaaaaaaaaaat, selalu berat ninggalin jokja :'( Tapi gue musti balik..
Gue harap gue bisa kembali ke tempat ini lagi suatu hari nanti. Gue harap itu. Gue cinta jogja, gue cinta keramahan kota ini :') Gua pasti kembali lagi kesana suatu hari nanti :')
so amazing trip as gembel :')
*maap yah temen" aku gabawa oleh" banyak..
maap juga keluargaku aku gabwa oleh" buat kalian :'(
Dari situ gue udah ilang akal, gue pinjem hape siapa aja deh buat gue pake dulu buat telpon hari..alhamdulillah ada ibu" yang mau pinjemin hapenya.. Alhamdulillahnya juga hari ternyata sms. Jadi ada nomernya..gue langsng telepon dia, teriak-teriak ke hari.. Gue udah diliatin ama orang" di pusat informasi.. Bodo amat gapeduli pada aneh ama gue juga, yang sekarang gue fikirin itu bisa ketemu ama temen" gue, itu aja..
akhirnya setelah percakapan sengit itu gue bisa nemuin juga dimana posisi hari ama bunga.. Gue langsung capcus pegi ke ono..gak lupa bilang makasih ama orang yang mau pinjemin gue hape... Keluar pusat info gue tabrak"in orang yang ada dideket gue..gapeduli juga mereka mau marah ato engga..yang penting gue bisa ketemu ama temen" gue, itu aja :'( lagi pula gada yang kenal gue juga kooo..
gue udah panik banget, gatau deh ini gimana endingnya.. Dari jauh gue liat orang yang gue kenal lagi kebingungan.. Itu HARI temen gue, ALHAMDULILLAH :') Ketemu, gue langsung manggil dia.. Dia juga kepanikan banget.. Gue langsung cari bunga, hari belum ketemu ama bunga juga.. Akhirnya, gak lama bunga ketemuuuuuuuuuu..
YA ALLOH..
Gue ama hari langsung duduk asal di tengah jalan, lemes, syok..khawatir :'( Akhirnya gajadi ilang. Yang penting bisa ketemu :'( Oleh" gajadi beli banyak, batik juga gajadi beli banyak.. Gapapalah, yang penting selamet..
Selesai itu kita langsung ke tempat papanya bunga, kita nbeng pulangnya.. Pulang gratisaaaan, liburan kali ini udah kaya liburan ala im3 aja, banyak gratisannya.. Mana makan juga dibayarin ama bapanya bunga, jadi enak kan :D Ya Alloh, perjalanan jogja ini bener" banyak cerita..walo bentar tapi seru.. Rasain semuanaya disini.. Jadi gamau pulang kan ke Bandung, pengen di jogja aja :') Beraaaaaaaaaaaat, selalu berat ninggalin jokja :'( Tapi gue musti balik..
Gue harap gue bisa kembali ke tempat ini lagi suatu hari nanti. Gue harap itu. Gue cinta jogja, gue cinta keramahan kota ini :') Gua pasti kembali lagi kesana suatu hari nanti :')
so amazing trip as gembel :')
*maap yah temen" aku gabawa oleh" banyak..
maap juga keluargaku aku gabwa oleh" buat kalian :'(
Naskah Oleh :
Dea Audia Santi
Jl. Ahmad Yani Gg. Fajar rt. 01/08 no. 39 Pandeglang, Banten /
Jl. Sersan Bajuri 23 Rt 01/ Rw 04 Ledeng, Bandung
ID DPC : 29.01/01.03
Dea Audia Santi
Jl. Ahmad Yani Gg. Fajar rt. 01/08 no. 39 Pandeglang, Banten /
Jl. Sersan Bajuri 23 Rt 01/ Rw 04 Ledeng, Bandung
ID DPC : 29.01/01.03
DIENGPLATEAU.COM - Ucapan terimakasih pada malaikat-malaikat penolong yang telah menolong kami selama kami di Jogja..
:)
Refiona Andika (Pipin :D)
A Bayu :D
Mas Guntur (Mas Swift :D)
Mas Miko :D
Mas Pras :D
###
Ini adalah keputusan paling cepet yang pernah gue ambil selama hidup gue!
Awalnya gue galau, bingung mau ngapain di hari jumat.. tugas udah kelar.. dikosan gak ada temen.. pengen bolang daerah Bandung gada motor.. yang ada gue ngebangke di kosan..
:(
:)
Refiona Andika (Pipin :D)
A Bayu :D
Mas Guntur (Mas Swift :D)
Mas Miko :D
Mas Pras :D
###
Ini adalah keputusan paling cepet yang pernah gue ambil selama hidup gue!
Awalnya gue galau, bingung mau ngapain di hari jumat.. tugas udah kelar.. dikosan gak ada temen.. pengen bolang daerah Bandung gada motor.. yang ada gue ngebangke di kosan..
:(
PENGEEN..!!! TAPI GAK ADA DUIT MEN..
.
Akhirnya gue nelpon Aas (temen gue), ngajak maen ke Boscha..
Nyampe ke kosannya, kita malah nambah galaw.. gaktau mau kemana jadinya..
Aas bilang Addin mau ke Jogjanya hari ini.. waaaaaaaah, nambah gue makin galaw T___________T
Gue langsung SMS nanya kebenaran berita itu.. dan bener dia mau ke jogja hari ini (Jumat –red). Entah lagi ada apa kali gue, gue ngajak aas tiba”..
“As, ke Jogja aja yu..!” gue asal nyeplos tadinya. Eh, dapet respon positip dari Aas.. dia mau coy..
anjir, gila.. gue langsung disuruh aas buat nelpon Adin.. minta pesenin tiket.. hahahhaaa, gila banget dah :D demi apapun :D duit gue, duit gue mana ? :D
Akhirnya setelah obrolan serius ama addin di telepon.. kita sepakat..
KITA JADI KE JOGJA (dan ini perjalanan kedua gue ke jogja dalam bulan ini =.=”)
“As, ke Jogja aja yu..!” gue asal nyeplos tadinya. Eh, dapet respon positip dari Aas.. dia mau coy..
anjir, gila.. gue langsung disuruh aas buat nelpon Adin.. minta pesenin tiket.. hahahhaaa, gila banget dah :D demi apapun :D duit gue, duit gue mana ? :D
Akhirnya setelah obrolan serius ama addin di telepon.. kita sepakat..
KITA JADI KE JOGJA (dan ini perjalanan kedua gue ke jogja dalam bulan ini =.=”)
Dan petualangan akan dimulai saat lagi :D
.
Akhirnya jadi juga kesana. Berbekal duit pas-pasan :D dan nekad, kami mantap melangkah ke jogja :P.
Jam 7 malem gue ama Aas nyampe stasiun. Kita nyusul addin yang kebetulan udah duluan di sana. Addin ternyata dapet kenalan.. 2 orang Jogja.. cowo, namaya mas Pras dan mas miko..
gue ngecengin mas Pras yang kebetulan kece (tapi pecicilan :D). Akhirnya kita kenal dan nyambung, gataunya mereka sama-sama gilaknya kayak gue :D
Seru, dapet kenalan baru :D
Selain itu kami juga ketemu sama orang Klaten, cewe.. namanya Ika (dia mau dilamar coy ama cowonya bentar lagi, asli bikin gue ngilerrrrrr :D)..
Jadilah kita berenam satu rombongan :D
Ini yang gue suka sari backpacker :) kenalan sama orang banyak :D
Dan gerbong itu ramay dengan suara kita :D
.
Pas tidur, gue didzalimi aas dan Ika, mereka nikmat banget tidur dengan bertumpukan badan gue yang mini (baca: KURUS). Untung karena gue anak Paskibra dulunya, jadi gue bisa menerima itu. Jiwakorsa gue meningkat ke permukaan :D. Dan karena gue juga anak pramuka dulu, jadi gue bisa tidur dalam keadaan apapun. Walau dalam keadaan terdzalimi =.=”
Dan yang ada badan gue patah” kayak goyangnya anisa bahar pas bangun -.-“
.
Jam 6 pagi kita sampe di jogja. Dan kita pisah sama Ika, mas Pras dan mas Miko di stasiun :’)
Mas Miko dan mas pras bilang, kalo ada apa-apa bilang aja.. sms, kebetulan kita punya nomernya :)
.
Hal yang kita lakuin pas sampe lempuyangan adalah BOKER DAN MANDI :D
Dan pas liat ke toilet, anjis.. yang jaga toilet adalah orang yang sama kayak yang jaga toilet beberapa minggu lalu pas gue lupa bayar itu. Gue malu banget (tumben gue bisa punya malu :D). Gue berdoa banget, semoga dia kaga apal muka gue. Gue ampe pake cadar-cadaran pas masuk tolet,biar dia kaga apal muka kece gue. Selesai mandi, gue bayar (hahahaa, sekalian menebus dosa :P).
Sambil nunggu kenalan Adin (yang katanya udah bapa”), gue cas hape. Haduh, kaga nyangka banget yah gue ke jogja lagi. Padahal tadi Cuma iseng” berhadiah ngajak aas. Gataunya dia mau. Huuhuuu.. gue sms Pipin (temen gue di UNY), ngabarin kalo gue udah sampe. Gue ada perlu sama dia, jadi ngajak ketemu gitu. Sekalian lah :).
.Sambil nunggu kenalan Adin (yang katanya udah bapa”), gue cas hape. Haduh, kaga nyangka banget yah gue ke jogja lagi. Padahal tadi Cuma iseng” berhadiah ngajak aas. Gataunya dia mau. Huuhuuu.. gue sms Pipin (temen gue di UNY), ngabarin kalo gue udah sampe. Gue ada perlu sama dia, jadi ngajak ketemu gitu. Sekalian lah :).
Adin tiba” manggil gue ama aas keluar, katanya yang beli kamera udah sampe.. kita diajak makan dulu. Huaaaaaaaaa... asiknya :P
Pas keluar, gue tanya adin.. apa bener yang beli itu bapa-bapa? Adin bilang, liat aja nanti :D
“Din, dijemput pake mobil apa? Bapa-bapa beneran?” gue cerewet banget nanya”. Khawatir yang jemput om-om genit :P
“udah, liat aja nanti” sambil senyum” dia jawabnya.
Dari jauh gue liat ada suzuki swift yang parkir manis dipinggir jalan..
“Adin, jangan bilang kalo kita dijemput pake mobil swift?”
Adin gak ngejawab, dia malah masuk kedalem mobil suzuki swift warna merah marun itu..
EBUSET DAH :D YANG JEMPUT BENERAN MOBIL SWIFT INI :D
Dan kaget sumpah pas liat yang jemput kita. Laki-laki umur 27 tahunan, muka chinesse, dan keliatan tajir banget. Melted gue..
Hahahaaa, gimana kaga nikmat idup gue... idup penuh gratisaaaaaaan :D
.
Hua, berkah banget. Kerasa banget :). Pagi” udah dijemput cowo ganteng pake mobil kece, trus ditraktir sarapan juga. Nikmat banget ini backpackeran :D, niat gembelan, malah dapet gratissan :P
.
Selesai makan, kita ke ATM BNI, mau transaksi pembayaran kamera Adin yang beli ke mas swift (mas guntur) ini. Kita ke BNI deket UNY. Selesai transaksi, mas ganteng itu pegi dan tinggalah kita disini yang bakal mulai petualangan keren (labay :P). Di ATM, bapa satpamnya narsis juga ternyata :P
Dia minta poto ama kite coba :D
Hahahhaa, brasa artis dah B-)
Selesai itu, Gue ama 2 temen gue jalan” ke UNY, sambil ketemuan sama temen” kita yang lain (Adin mau ketemu temennya yang namanya bayu, dan gue ketemu sama temen gue, pipn :D).
.
Setelah cipika cipiki dan menunakan hajat masing”, kita jalan” ke UGM.. rombongan jadi nambah 2 orang.. kita jadi berlima..
Aku, Adin, Aas, Pipin, ama A bayu :D
Disono kita poto”, ngobrol dan gila”an.. hahahhaa, seru banget deh punya temen baru :)
Selesai itu, Gue ama 2 temen gue jalan” ke UNY, sambil ketemuan sama temen” kita yang lain (Adin mau ketemu temennya yang namanya bayu, dan gue ketemu sama temen gue, pipn :D).
.
Setelah cipika cipiki dan menunakan hajat masing”, kita jalan” ke UGM.. rombongan jadi nambah 2 orang.. kita jadi berlima..
Aku, Adin, Aas, Pipin, ama A bayu :D
Disono kita poto”, ngobrol dan gila”an.. hahahhaa, seru banget deh punya temen baru :)
Selesai poto” di UGM, kita mau pegi ke ke Malioboro, belanjaaaaaa :D
Eh, pas di jelan pake acara ujan gede.. ujannya aneh.. kita neduh di tempat satpam. Hahaha, adaada aja yah idup :P
.
Naek trans jogja, nyampe ke Malioboro..poto” sambil nunggu a bayu yang mau mandi dulu dikosan :D
Hehehheeee, abis itu salat ke masjid agung Keraton.. a Bayu datang dan kita santay dulu di masjid..panas, cape..hahahhaaa...pas lagi santay gitu..entah dosa apa yang telah kta perbuat..ada yang kentut depan kita.. sumpah bau bangke banget..semua nuduh gue yang kentut.. tapi sumpah demi langit dan bumi bukan gue yang kentut.. gue kalo kentut pasti ngaku, dan gue apal bau kentut gue sendiri.. gak sebangke ini ==”
.
Setelah mabok kentut di masjid, kita langsung cuss ke malioboro.. shopping time :D
Enyak babeh gue nitip bnyak barang (bari jeung teu mere duit ==”). Akhirnya musti cashbon dulu ama aas (ay lop yu aas :*) ampe teleng gue belanja disono :D
Eh, pas di jelan pake acara ujan gede.. ujannya aneh.. kita neduh di tempat satpam. Hahaha, adaada aja yah idup :P
.
Naek trans jogja, nyampe ke Malioboro..poto” sambil nunggu a bayu yang mau mandi dulu dikosan :D
Hehehheeee, abis itu salat ke masjid agung Keraton.. a Bayu datang dan kita santay dulu di masjid..panas, cape..hahahhaaa...pas lagi santay gitu..entah dosa apa yang telah kta perbuat..ada yang kentut depan kita.. sumpah bau bangke banget..semua nuduh gue yang kentut.. tapi sumpah demi langit dan bumi bukan gue yang kentut.. gue kalo kentut pasti ngaku, dan gue apal bau kentut gue sendiri.. gak sebangke ini ==”
.
Setelah mabok kentut di masjid, kita langsung cuss ke malioboro.. shopping time :D
Enyak babeh gue nitip bnyak barang (bari jeung teu mere duit ==”). Akhirnya musti cashbon dulu ama aas (ay lop yu aas :*) ampe teleng gue belanja disono :D
Hahahaha..
.
Akhirnya pipin nampung kita (harusnya kita ciumin pipin, tapi karena takut dikira lesbong, niat itu kita urungkan :D). Setianya a bayu ama pipin yang mau nganter ke kosan pipin.. ah, Alloh selalu menolong kita dengan tangan” tak terlihatnya :’)
Jadi terharu dan pengen nangis keran :’(
.
Nyampe kosan pipn, kita mandi dan dipinjemin baju ama pipin (oiya, sekedar info.. yang nginep di tempat pipin itu gue ama aas.. kalo adin di a Bayu.. gawat kalo adin ikut nginep di kosan pipin..bisa” balik dari jogja dia kaga perjaka :D).
.
Awalnya pengen ngopi joss di sekitar tugu, tapi karena ujan.. jadi gak jadi deh.. kecapean juga.. aas malah udah tewas duluan :D.
Gue ama pipin ngobrol semaleman.. banyak yang kita obrolin :)
Dan dari obrolan itu gue nemuin banyak pelajaran.. banyaaaaaaaaaaaaaak banget :’)
Yang jelas setelah obrolan itu gue jadi lebih bisa menghaargai diri gue.. gapeduli orang mau bilang gue aneh, autis atau apapun.. yang jelas gue mencintai diri gue apa adanya :’)
Dan, gue anggap diri gue dan pipin normal :’)
*sapa juga yang bilang lo keterbelakangan mental joo =.=”, kalo autis sih iya =.=”
.
Tidur di pipin gue harus rela berbagi ama aas lagi.. untung lagi karena dulu gue anak pramuka, gue mampu tidur dalam keadaan apapun.. tempat tidur dijajah aas.. gue kebagian 30% tempat tidur.. sedangkan aas 70%.. baik banget kan gue? =.=”
Trus pipn bilang, gue tidur liar banget.. masa ngangkang? Ah, masa iya sih, perasaan kalo gue tidur gue kalem banget deh ==” (jelas” ini fitnah BESAR!)
.
Pagi menjelang, dan gue masih capek.. badan gue patah” kayanya =.=” (LEBAY)
Tapi musti siap”, karena mau pulang.. sebelum pulang, pengen main ke sanmor UGM dulu.. padahal sebenernya sanmor sama aja kayak gasibu.. tapi anak” pengen nyobain sensasinya :D
Pas mau berangkat, gue dijemput a bayu :D
Nyampe ke sanmor, nyari makan.. keroncongan.. kita duduk lesehan di tempat makan.. semua ada yah di sanmor.. dari peminta” sampe banci... hebatnya segala jenis banci ada disini.. dari banci kaleng ampe banci berkerudung..
.
Ada satu banci yang bikin gue ama adin syok..
Satu, adin syok karena tiba” tu banci nongol dipinggir mukanya adin banget.. cowok kan biasanya suka geuleuh sama banci begitu. Kedua, yang bikin gue syok adalah mengenai dandanan si banci..
Kayaknya dia salah oprasi deh =.=”
Masa dadanya gak ada belahannya (bukan gue merhatiin loh yah, ini kaga sengaja gue liat :D.. ya Alloh itu aurat :P).
*faktanya, banci jogja lebih menyeramkan dari banci bandung :D
.
Oiya, kami nemuin hal miris disini.. ada ibu” yang minta” di pinggir jalan sambil bawa anaknya yang punya penyakit hydrosepalus.. liatnya miris banget.. kasian, tappi lagi” gue bisa apa? Bantuin oprasi? Gamungkin juga.. duit dari mana? Masa gue harus ngerampok pengemis dulu?
Sekilas, perawakan anak itu kayak anak umur 5 taun.. tapi ternyata umurnya udah 13 tahun.. mukanya gak berdaya banget,kayak nahan sakit yang amat sakit istilahnya.. miris banget liat begituan, irons banget yah? Disaat anggota DPR menganggarkan biaya 1,2 triliyun Cuma buat pewangi ruangan (DI ALPA MARET PALING MAHAL 20 REBU KALI PAK..DAN ITU BISA TAHAN BEBERAPA MINGGU :S kalo emang pengen yang tahan lama, pake kamper aja sana gih!) rakyatnya ada yang kesulitan biaya buat obatin anaknya. Kasian dan miris banget.. sumpah, pengen banget gue santet tuh para koruptor (kaga tau apa gue orang banten! :S), tapi karena kata mami itu dosa, jadi gue urungkan niat itu..
Sekilas, perawakan anak itu kayak anak umur 5 taun.. tapi ternyata umurnya udah 13 tahun.. mukanya gak berdaya banget,kayak nahan sakit yang amat sakit istilahnya.. miris banget liat begituan, irons banget yah? Disaat anggota DPR menganggarkan biaya 1,2 triliyun Cuma buat pewangi ruangan (DI ALPA MARET PALING MAHAL 20 REBU KALI PAK..DAN ITU BISA TAHAN BEBERAPA MINGGU :S kalo emang pengen yang tahan lama, pake kamper aja sana gih!) rakyatnya ada yang kesulitan biaya buat obatin anaknya. Kasian dan miris banget.. sumpah, pengen banget gue santet tuh para koruptor (kaga tau apa gue orang banten! :S), tapi karena kata mami itu dosa, jadi gue urungkan niat itu..
Biar Alloh yang BALAS MEREKA!!! (jadi we mimiluan keheul!)
.
Lepas dari anak hydrosepalus itu, kita harus pulang.. kita dianter a bayu sama pipin ke stasiun.. tapi lagi” gak ada tiketnya..
:(
Sebenernya gue siap” aja jadi oenumpang gelap.. tapi katanya itu bahaya banget.. jadi mau gamau kita harus naik bis..
Dan pas gueliat duit gue? Anjir pas”an banget..yaudahlah..
.
Setelah pamitan, kita pada naik trans jogja..
Sedih banget pisahan sama pipin n a bayu :(
Tapi gimana lagi? Kita musti balik :(
.
Nyampe terminal, ternyata kita kesusahan cari bis.. kampretlah.. mendingan juga terminal di banten..
Banyak armda bis.. disini susah banget dapet bis ke bandung :(
Berkali-kali kita dipimpong sama calo.. anjirlah.. masa ke bandung 100 ribu buat bis ekonomi? Emangnya kita bego apa? Kaga tau apa kalo kita mahasiswa kritis?!
Ngajak gelut sia!! Teu nyahoeun aink ti banten!!
Sakali aya masalah digolokan sia!! :D
*bahasa gueeeeeeee :D
.
Setelah kecapean cari bus, akhirnya kita mutusin naik budiman.. itu tandanya kita musti nunggu setengah hari.. budiman dateng jam 5 sore.. info itu kita dapet setelah ngobrol” sama pengurus bis budiman.. biayanya 85 ribu plus makan..lumayanlah..
Tapi duit gue pas”an banget..
:(
.
Wangi makanan nusuk idung gue, bikin gue laper tingkat dewa.. gue Cuma menahan keinginan itu.. karena ketika melihat keadaan dompet..rasanya gak mungkin banget :(
“Jo, laper ga?” aas nanya
“laper sih as.. tapi gak ada duit..” gue pasang tampang melas..
“ya Ampun, sini aas pinjemin dulu.. makan joo..lama tau..”
Seketika gue pengen meluk aas :D
Hahahhaaa, akhirnya kita makan juga.. beli nasi kucing :D
Awalnya penegn ngerjain aas.. kebetulan yang beli makan tu gue ama adin.. kita bilang kalo kita udah balik duluan ke aas lewat sms.. tapi balesan aas bikin nohok banget :D
“emang pada punya duit?” wah, so deep.. tau aja kalo dia adalah nyawa buat kita buat perjalanan kali ini :D
Kita makan lahap banget (kita? Maksudnya gue). Beres makan gue cuci tangan di kucuran air ujan.. semua orang pada ngeliatin gue.. kenapa kali yak?! Sampe adin bilang kalo gue masih pake blangkon!! Oh GOD, gue lupa.. ini blangkon belum gue copot T_T
“emang pada punya duit?” wah, so deep.. tau aja kalo dia adalah nyawa buat kita buat perjalanan kali ini :D
Kita makan lahap banget (kita? Maksudnya gue). Beres makan gue cuci tangan di kucuran air ujan.. semua orang pada ngeliatin gue.. kenapa kali yak?! Sampe adin bilang kalo gue masih pake blangkon!! Oh GOD, gue lupa.. ini blangkon belum gue copot T_T
Pantesan paa diliatin orang.. aku kira mereka liatin karena mereka ngefans ama gue, gataunya gara” blangkon yang gue pake T_T
Hahahhaha, sumpah..gembelnya gue keliatan banget saat itu :D
.
BIS KE BANDUNG GAK ADA..!! KAMPRET..!! INI PULANG GIMANA?!!
Terpaksa naik mobil tasik T____________T
Kenyataan itu bener” bikin hati kita hancur berkeping”.. panantian lama yang gak ada hasil..
Yaudah.. mau gamau kita naik mobil tasik T________T
.
Kita udah bayangin hal paling buruk.. kita bakal luntang”ung tengah malem nyari bis bandung.. gak bisa pulang ke bandung,,, trus kita diculik, dibawa ke malaysia buat dijadiin pengemis..
Hadeh.. serem banget..
Tapi dibalik kesereman itu alloh menghadirkan sedikit hiburan.. kita ketemu cowok ganteng lagi di bis.. hahahahhaa, lumayanlah buat ilangin jenuh.. si cogan itu duduk pinngir adin :D
Gue ama mereka sksd aja sama tu cowo.. ih unyyuuuuuuuuuu... :P
.
Waktunya makan malem..
Kita makan di sebuah rumah makan sederhana di daerah mana sih gue lupa :D
Yang jelas disitu kita nemuin bis bandung.. Adin ngelobi calonya, akhirnya bisa,,,nanti kita dioper ke bis itu :D
Alhamdulillah, disaat ada satu kesulitan.. alloh ngasih 3 kemudahan :D
.
Pas mau makan, tiket gue ILANG!!
GUE PANIK!!! Ampe duit gue jatoh kececer (ya alloh, kalo duit itu ilang, aku gakan bisa pulang :()..
Gue syok, bilang ama adin, adin tenaaaaaaaaaaaang banget.. ampe akhirnya duit dan tiket bis gue ketemu.. gue bisa makan gratis akhirnya :D
.
Setelah itu perjalanan kita lanjutin lagi.. bis yang kita tumpangin bikin kita sport jantung.. berkali-kali bikin ibu” pengajian di dalem bus jerit” histeris.. termasuk aas, dia ampe megang” tangan gue saking takutnya.. apalagi pas mobil mau nabrak mobil lain di arah berlawanan..
Gue sok cool di depan aas, bilang kalo semua bakal baik” aja (padahal dalem ati gue takut bangettttttt.. gimana kalo tiba” kecelakaan.. trus masuk rumah sakit, pas ditanya tujuannya ke jogja ngapain sama pihak kepolisian, masa kita jawab main.. kan gak kece,,, trus apa juga kata enyak babe gue? Bisa” mereka mati ditempat ngedenger ada apa” ama gue :S)
.
Aas abis amalan beberapa kali, bacaan solawat hatam, istigfar berapa kali selama perjalanan.. kalo gue? Molor.. hahahhaa, kampret emang gue :D
.
Setelah itu perjalanan kita lanjutin lagi.. bis yang kita tumpangin bikin kita sport jantung.. berkali-kali bikin ibu” pengajian di dalem bus jerit” histeris.. termasuk aas, dia ampe megang” tangan gue saking takutnya.. apalagi pas mobil mau nabrak mobil lain di arah berlawanan..
Gue sok cool di depan aas, bilang kalo semua bakal baik” aja (padahal dalem ati gue takut bangettttttt.. gimana kalo tiba” kecelakaan.. trus masuk rumah sakit, pas ditanya tujuannya ke jogja ngapain sama pihak kepolisian, masa kita jawab main.. kan gak kece,,, trus apa juga kata enyak babe gue? Bisa” mereka mati ditempat ngedenger ada apa” ama gue :S)
.
Aas abis amalan beberapa kali, bacaan solawat hatam, istigfar berapa kali selama perjalanan.. kalo gue? Molor.. hahahhaa, kampret emang gue :D
Abis gimana lagi.. ketakutan berlebihan bikin gue ngantuk :D
***
Akhirnya nyampe tasik dan kita dioper ke bus yang ke bandung itu.. dan terpaksa duduk bertiga untuk ukuran 2 kursi.. hahahaha, berbagilah.. abis rame banget bisnya..
Gue duduk ditengah..serba salah, mau tidur ke sebelah kanan ada adin, bukan muhrim.. jadinya tidur nyender ke aas lagi.. gataunya aas gak tidur lagi.. dia takut ama keadaan bis yang kenceng banget bawanya :D
Apalagi pas di daerah tasik.. gue? Jangan ditanya.. gue udah tepar dari tadi, jadi kalo ditanya gimana sensasi jalan nagrek.. gue gakkan bisa jawab :D
.
Duduk lama dengan berdempet”an bikin gue kram pantat..tapi gabisa ngapa”in juga..serba semit.. ini pantat kram T___________T
.
Akhirnya banyak yang pada turun di kota selanjutnya, adin jadi pindah duduk.. pantat gue gak kram lagi.. hehehhe, kram pantat udah kayak si petrik spon bop aja yak :D
.
Perjalanan ogja akhirnya beres.. dan kita sampe bandung dengan selamat.. kita udah kayak naik travel aja.. bisnya nganter kita sampe depan upi looooh :D
Aduh, seru ih naik bis itu, konektur sama supirnya heboh :D
Pas mau turun, bapanya ngerem ngedadak yang bikin gue lari”an heboh dari belakang ke depan. Asli itu bikin rame suasana bis :D
.
HUAAAAAAAAAAAAAAA...***
Akhirnya nyampe tasik dan kita dioper ke bus yang ke bandung itu.. dan terpaksa duduk bertiga untuk ukuran 2 kursi.. hahahaha, berbagilah.. abis rame banget bisnya..
Gue duduk ditengah..serba salah, mau tidur ke sebelah kanan ada adin, bukan muhrim.. jadinya tidur nyender ke aas lagi.. gataunya aas gak tidur lagi.. dia takut ama keadaan bis yang kenceng banget bawanya :D
Apalagi pas di daerah tasik.. gue? Jangan ditanya.. gue udah tepar dari tadi, jadi kalo ditanya gimana sensasi jalan nagrek.. gue gakkan bisa jawab :D
.
Duduk lama dengan berdempet”an bikin gue kram pantat..tapi gabisa ngapa”in juga..serba semit.. ini pantat kram T___________T
.
Akhirnya banyak yang pada turun di kota selanjutnya, adin jadi pindah duduk.. pantat gue gak kram lagi.. hehehhe, kram pantat udah kayak si petrik spon bop aja yak :D
.
Perjalanan ogja akhirnya beres.. dan kita sampe bandung dengan selamat.. kita udah kayak naik travel aja.. bisnya nganter kita sampe depan upi looooh :D
Aduh, seru ih naik bis itu, konektur sama supirnya heboh :D
Pas mau turun, bapanya ngerem ngedadak yang bikin gue lari”an heboh dari belakang ke depan. Asli itu bikin rame suasana bis :D
.
Akhirnya nyampe kosan, pas jam 5 :D
.
Bener” perjalanan yang keren.. sebenernya gak semua gue ceritain .. beberapa kejadian gabisa gue ceritain pake kata”.. terlalu indah :)
.
Walo Cuma 2 hari di sana, tapi gue ngerasa cukup puas.. banyak pengalaman indah yang bisa gue dapet,,, kenalan orang baru dan pelajaran hidup :)
.
Yang jelas, gue seneng banget bisa pergi ke jogja bareng Addin ama Aas :D
Semoga bisa balik lagi kesana suatu hari nanti :D
Gue suka travelling :D
.
Maap banget kalo tulisannya sedikit ngaco..pikiran rada kebagi..jadi gak pokus nulis ini :D
But, please enjoy it!
Naskah Oleh :
Dea Audia Santi
Jl. Ahmad Yani Gg. Fajar rt. 01/08 no. 39 Pandeglang, Banten /
Jl. Ahmad Yani Gg. Fajar rt. 01/08 no. 39 Pandeglang, Banten /
Jl. Sersan Bajuri 23 Rt 01/ Rw 04 Ledeng, Bandung
ID DPC : 29.01/01.03
ID DPC : 29.01/01.03
DIENGPLATEAU.COM - Pada tanggal 21 November 2011 kami melakukan perjalanan ke Ungaran, tepatnya di kecamatan Sumowono untuk melakukan penelitian, sebagai syarat skripsi saya. Saya mengambil skripsi di objek wisata Curug 7 Bidadari. Mengapa saya memilih objek ini sebagai bahan skripsi?. Jawabannya karena ada beberapa hal menarik di curug ini, dan yang terpenting saya mempunyai kenangan masa lalu dengan seorang cewek yang saya sukai, saya temukan cintaku di sini. Namun belum sempat ku miliki, akan tatapi Allah telah memberikan hal yang terbaik dan paling mengerti dengan makhluknya, yaitu saya sekarang di amanahi untuk menjaga “bidadari” baru, yaitu adik kelas angkatan. Kembali ke topik pembahasan ya, bahwa Curug 7 Bidadari atau yang sering disebut oleh penduduk sekitar desa Keseneng menyingkatnya menjadi C7B, ini pada awal mulanya C7B mempunyai nama Curug Bali. Yang kemudian memilki cerita rakyat terkait dengan penamaan dari Curug Bali menjadi Curug 7 Bidadari, Menurut para informan setempat dahulu ada seorang pengembala yang melihat 7 bidadari yang sedang mandi di Curug Bali yang sekarang dinamai Curug 7 Bidadari karena peristiwa tersebut. Untuk info lebih lanjut terkait asal-usul Curug 7 Bidadari bisa baca skripsi saya,,hehehehe. Objek wisata Curug 7 Bidadari merupakan jenis objek air terjun yang masih alami, mempunyai tiga tingkatan yang seluruh jumlahnya adalah tujuh aliran air terjun. Suasana yang masih alami membuat pengunjung dimanjakan dengan pesona alam disekitarnya.
Di objek wisata ini juga menyediakan Pendopo dan beberapa fasilitas umum seperti : musholla, WC umum, tempat ganti pakaian, pondok-pondok makan, panggung seni dan hiburan. Kami sampai disana pada pukul 11.46 WIB, kami berangkat dari rumah tempat kami menginap pada pukul 10.34 WIB, pintu masuk ke objek wisata dikenai biaya Rp 3000,- cukup ekonomis bukan, setelah kami memarkir kendaraan. Kami pun segera masuk dan menemui ketua pengurus objek wisata tersebut, untuk saya wawancarai guna data skripsi saya. Tak terfikir dibenak kepala saya bahwa akan mengunjungi juga makam keramat Mbah Mandung dan Kedung Wali-nya. Kami pun diajak ke puncak curug dan disana terdapat Kedung Wali, kami pun diajak mandi dan meminum airnya,emmm rasanya segar. Bagi yang belum mencoba segaralah ke objek wisata Curug 7 Bidadari yang terletak di desa Keseneng, Kecamatan Sumowono, Ungaran Semarang. Taka hanya curugnya yang indah, aneka makanan dan ole-ole pun bisa dibeli dan dinikmati di tempat tersebut.
Naskah Oleh :
Agus Sugiharto
Jalan Timoho I No.11 Bulusan Semarang Selatan
ID DPC : 28.01/28.02
Agus Sugiharto
Jalan Timoho I No.11 Bulusan Semarang Selatan
ID DPC : 28.01/28.02
DIENGPLATEAU.COM - Senin, 27 Juni 2011 menjadi awal perjalananku dan teman-teman pergi ke surga. Surga? Apa yang dimaksud surga? Mungkin teman-teman bingung membaca judul tulisan ini. Jadi yang dimaksud surga di sini ialah pulau penggalan pelangi dari surga. Wah, apa lagi ya maksudnya itu?
Ya, tepat sekali, Pulau Dewata Bali yang dimaksud.
Saat mentari belum terbangun dari tidurnya, aku sudah bersiap-siap untuk hari bahagiaku ke Bali. Mengepak barang-barang yang harus dibawa memang melelahkan tapi bayangan indahnya Pulau Dewata mengalahkan kelelahanku.
Aku dan teman-temanku SMPN 7 Magelang berangkat naik bus. Setelah kurang lebih 20 jam perjalanan kami turun menuju ke pelabuhan untuk menyeberang dari Gilimanuk menuju Pulau Bali.
Pukul 03.30 dengan mata terkantuk-kantuk kami turun dari bus. Di dalam kapal kami merasa bosan jadi kami berinisiatif naik ke atap kapal. Pemandangan di atas sungguh indah. Karena hari itu masih gelap, tampak dari tengah laut lampu-lampu dari pulau-pulau yang tidak jauh dari kapal yang sedang melaju. Bak lautan lampu yang berwarna-warni menghiasi gelapnya malam.
2 jam berlalu, tujuan perdana kami menuju Tanah Lot. Perjalanan dari pelabuhan ke Tanah Lot ditempuh kurang lebih 3 jam dengan bus. Sampai di sana kami langsung mengambil kamera dan berfoto bersama. Pagi yang indah, kami disambut oleh ombak-ombak dan bebatuan di cuaca yang cerah.
Acara selanjutnya yaitu menuju ke hotel tempat kami menginap 2 malam.
Ya, tepat sekali, Pulau Dewata Bali yang dimaksud.
Saat mentari belum terbangun dari tidurnya, aku sudah bersiap-siap untuk hari bahagiaku ke Bali. Mengepak barang-barang yang harus dibawa memang melelahkan tapi bayangan indahnya Pulau Dewata mengalahkan kelelahanku.
Aku dan teman-temanku SMPN 7 Magelang berangkat naik bus. Setelah kurang lebih 20 jam perjalanan kami turun menuju ke pelabuhan untuk menyeberang dari Gilimanuk menuju Pulau Bali.
Pukul 03.30 dengan mata terkantuk-kantuk kami turun dari bus. Di dalam kapal kami merasa bosan jadi kami berinisiatif naik ke atap kapal. Pemandangan di atas sungguh indah. Karena hari itu masih gelap, tampak dari tengah laut lampu-lampu dari pulau-pulau yang tidak jauh dari kapal yang sedang melaju. Bak lautan lampu yang berwarna-warni menghiasi gelapnya malam.
2 jam berlalu, tujuan perdana kami menuju Tanah Lot. Perjalanan dari pelabuhan ke Tanah Lot ditempuh kurang lebih 3 jam dengan bus. Sampai di sana kami langsung mengambil kamera dan berfoto bersama. Pagi yang indah, kami disambut oleh ombak-ombak dan bebatuan di cuaca yang cerah.
Acara selanjutnya yaitu menuju ke hotel tempat kami menginap 2 malam.
Setelah beristirahat sebentar, kami melanjutkan perjalanan ke Pantai Sanur dan Pulau Uluwatu. Di Sanur, kami disapa oleh terpaan angin kencang yang memang berasal dari laut. Bebatuan yang tidak beraturan seperti seni alam yang indah.
Dari atas kami bisa melihat kapal-kapal yang berwarna-warni sedang beristirahat di pinggir pantai. Tak mau kehilangan suasana tak terlupakan di sana kami segera berpotret ria.
Sedangkan di Uluwatu sudah pasti kami disambut oleh primata lucu juga nakal. Maka dari itu kami sangat berhati-hati saat memasuki lingkungan kekuasaan mereka. Sebelumnya kami diminta untuk memakai selendang agar tidak diganggu monyet-monyet di sana.
Karena kurang berhati-hati, salah satu teman kami kena kenakalan monyet-monyet itu. Ia terpaksa merelakan kacamatanya direbut dan dipatahkan oleh salah satu penghuni nakal. Untung saja kacamata berhasil direbut dari tangan jahit para primata.
Kami masuk dan naik ke atas melewati jalan setapak. Di samping jalan setapak terdapat hutan rumah para monyet.
Di atas kami kembali takjub. Laut lepas biru sejauh mata memandang. Angin laut kencang membuat kami segera turun karena takut masuk angin walau kami sebenarnya masih ingin menikmati pemandangan.
Menuju ke Pantai Dreamland, tidak kalah indahnya seperti nama pantai itu sendiri.
Sore menuju sunset menambah keindahan pantai nan elok itu.
Pasir putih yang lembut menyapa kaki-kaki kami. Sengaja kami melepas sepatu dan sandal kami untuk merasakan kesegaran air laut di sana.
Malam harinya kami segera menuju ke Garuda Wisnu Kencana (GWK) untuk menonton pertunjukan seni tari Bali. Di sana juga ada patung Wisnu dan Garuda raksasa tapi masih setengah jadi.
Pertunjukan kali itu sungguh seru dan menghibur walaupun kami harus rela berdiri sampai acara selesai karena tempat duduk di sana sudah penuh dengan pengunjung.
Usai sudah perjalanan kami hari ini. Segera kami beristirahat kembali ke hotel untuk mengembalikan tenaga untuk perjalanan esok hari.
Di pagi hari, kami segera berangkat menuju ke Pulau Penyu. Untuk menuju ke Pulau Penyu kami harus naik kapal motor kecil selama 1 jam.
Untuk masuk ke Pulau Penyu kami harus membayar tiket Rp.5000,00. Tidak sia-sia kami sangat senang menuju ke sana. Hewan-hewan seperti penyu, elang, ular, dan berbagai jenis burung ada di sana. Segera kami mengabadikan suasana bersama hewan-hewan di Pulau Penyu ini.
Usai dari Pulau Penyu kami pergi untuk menonton Tari Barong. Pertunjukan ini memang sangat khas dari Bali, kita tidak akan menemukannya selain di Pulau Dewata ini.
Meskipun kami tidak begitu mengerti apa yang diucapkan oleh para tokoh karena pertunjukkan dalam Bahasa Bali, kami tetap menikmati alur cerita.
Dari menonton barong kami berbelanja ke Pasar Sukowati. Tawar menawar terjadi cukup sengit antara penjual dan pembeli karena sama-sama pintar. Banyak sekali barang-barang khas Bali salah satunya ikat kepala khas Bali.
Belum puas berbelanja kami segera menuju Cah Ayu untuk berbelanja makanan dan cemilan Bali.
Lelah berbelanja kami menyegarkan mata ke Pantai Kuta.
Pagi berikutnya merupakan pagi terakhir kami berada di hotel. Melanjutkan perjalanan menuju Joger dan Krisna untuk berbelanja baju dan oleh-oleh khas Bali lainnya. Antrian di Joger bagai kereta api tapi waktu yang diberikan sangat singkat. Alhasil kami hanya mendapatkan sedikit barang.
Tujuan terakhir kami di Bali ialah Bedugul. Kami makan siang di Bedugul karena kebetulan di sana terdapat tempat khusus untuk makan. Tak kalah seperti Pasar Sukowati, Bedugul juga menyediakan jajanan dalam warung-warung kecil. Laut biru membentang membawa hawa sejuk dan asyiknya jika kita menyewa motor boat untuk berkeliling.
Usai sudah perjalanan kami di surga Indonesia. Kami pulang membawa oleh-oleh segudang cerita. Kami tak akan melupakan pengalaman kami bersama teman-teman di Pulau Dewata. Terimakasih Bali.
Dari atas kami bisa melihat kapal-kapal yang berwarna-warni sedang beristirahat di pinggir pantai. Tak mau kehilangan suasana tak terlupakan di sana kami segera berpotret ria.
Sedangkan di Uluwatu sudah pasti kami disambut oleh primata lucu juga nakal. Maka dari itu kami sangat berhati-hati saat memasuki lingkungan kekuasaan mereka. Sebelumnya kami diminta untuk memakai selendang agar tidak diganggu monyet-monyet di sana.
Karena kurang berhati-hati, salah satu teman kami kena kenakalan monyet-monyet itu. Ia terpaksa merelakan kacamatanya direbut dan dipatahkan oleh salah satu penghuni nakal. Untung saja kacamata berhasil direbut dari tangan jahit para primata.
Kami masuk dan naik ke atas melewati jalan setapak. Di samping jalan setapak terdapat hutan rumah para monyet.
Di atas kami kembali takjub. Laut lepas biru sejauh mata memandang. Angin laut kencang membuat kami segera turun karena takut masuk angin walau kami sebenarnya masih ingin menikmati pemandangan.
Menuju ke Pantai Dreamland, tidak kalah indahnya seperti nama pantai itu sendiri.
Sore menuju sunset menambah keindahan pantai nan elok itu.
Pasir putih yang lembut menyapa kaki-kaki kami. Sengaja kami melepas sepatu dan sandal kami untuk merasakan kesegaran air laut di sana.
Malam harinya kami segera menuju ke Garuda Wisnu Kencana (GWK) untuk menonton pertunjukan seni tari Bali. Di sana juga ada patung Wisnu dan Garuda raksasa tapi masih setengah jadi.
Pertunjukan kali itu sungguh seru dan menghibur walaupun kami harus rela berdiri sampai acara selesai karena tempat duduk di sana sudah penuh dengan pengunjung.
Usai sudah perjalanan kami hari ini. Segera kami beristirahat kembali ke hotel untuk mengembalikan tenaga untuk perjalanan esok hari.
Di pagi hari, kami segera berangkat menuju ke Pulau Penyu. Untuk menuju ke Pulau Penyu kami harus naik kapal motor kecil selama 1 jam.
Untuk masuk ke Pulau Penyu kami harus membayar tiket Rp.5000,00. Tidak sia-sia kami sangat senang menuju ke sana. Hewan-hewan seperti penyu, elang, ular, dan berbagai jenis burung ada di sana. Segera kami mengabadikan suasana bersama hewan-hewan di Pulau Penyu ini.
Usai dari Pulau Penyu kami pergi untuk menonton Tari Barong. Pertunjukan ini memang sangat khas dari Bali, kita tidak akan menemukannya selain di Pulau Dewata ini.
Meskipun kami tidak begitu mengerti apa yang diucapkan oleh para tokoh karena pertunjukkan dalam Bahasa Bali, kami tetap menikmati alur cerita.
Dari menonton barong kami berbelanja ke Pasar Sukowati. Tawar menawar terjadi cukup sengit antara penjual dan pembeli karena sama-sama pintar. Banyak sekali barang-barang khas Bali salah satunya ikat kepala khas Bali.
Belum puas berbelanja kami segera menuju Cah Ayu untuk berbelanja makanan dan cemilan Bali.
Lelah berbelanja kami menyegarkan mata ke Pantai Kuta.
Pagi berikutnya merupakan pagi terakhir kami berada di hotel. Melanjutkan perjalanan menuju Joger dan Krisna untuk berbelanja baju dan oleh-oleh khas Bali lainnya. Antrian di Joger bagai kereta api tapi waktu yang diberikan sangat singkat. Alhasil kami hanya mendapatkan sedikit barang.
Tujuan terakhir kami di Bali ialah Bedugul. Kami makan siang di Bedugul karena kebetulan di sana terdapat tempat khusus untuk makan. Tak kalah seperti Pasar Sukowati, Bedugul juga menyediakan jajanan dalam warung-warung kecil. Laut biru membentang membawa hawa sejuk dan asyiknya jika kita menyewa motor boat untuk berkeliling.
Usai sudah perjalanan kami di surga Indonesia. Kami pulang membawa oleh-oleh segudang cerita. Kami tak akan melupakan pengalaman kami bersama teman-teman di Pulau Dewata. Terimakasih Bali.
Naskah Oleh :
Lusia Yotista E.P
Soka Mertoyudan Magelang
ID DPC : 28.01/28.02
Lusia Yotista E.P
Soka Mertoyudan Magelang
ID DPC : 28.01/28.02
DIENGPLATEAU.COM - Bagi para backpacker, Dieng adalah paradiso-nya backpack. Alasannya karena di Dieng tersedia tempat-tempat yang perfect buat ngecamp. Backpacker bisa ngecamp di dekat Candi-candi, di dekat Telaga Warna maupun Telaga Pengilon, atau di parkiran dekat Candi Srikandi (Pengalaman pribadi,he), asal jangan di Kawah Candradimuka karena berdampak matang bagi kulit kita.
Bagi yang tidak suka tidur di luar ruangan, Dieng juga tetap destinasi wisata yang tepat. Karena di Dieng banyak sekali tersedia homestay-homestay (kalau ga tau homestay, ya penginapan lah. .). homestay-homestay itu tersedia dari yang berkelas sampai yang sederhana. Anda mau pilih yang mana, monggo kerso. Jadi, turis-turis lokal maupun wisman-wisman, tidak perlu bingung jika tengah berwisata ke Dieng.
Nah, bagi mereka yang kurang paham letak Dieng, Dieng juga tempat yang pas untuk membuat mereka jadi paham. Dari Jogjakarta, Dieng bisa ditempuh melalui Magelang, Temanggung, Wonosobo, lalu lurus ke Dieng. Dan dari Semarang, silakan menuju Kendal, lalu ke Weleri, di Weleri belok kiri ke arah Temanggung, sebelum sampai di Temanggung tepatnya di Ngadirejo, silakan ambil jalan ke arah Gunung Sindoro lalu Gunung Sindoro itu dilewati saja sampai tiba di Dieng. Sedangkan dari Bandung, Anda bisa menuju Kota Purwokerto kemudian terus menuju Purbalingga, Banjarnegara, dan Wonosobo. Setelah tiba di Wonosobo, Anda bisa tanya pada siapa saja arah menuju Dieng. Orang di Wonosobo pasti tau arah ke Dieng. Apabila dari Jakarta, Anda bisa menuju Dieng dengan jalan yang mengarah ke Kota Cirebon, lalu Brebes, Tegal, lalu Kota Pemalang, lalu Pekalongan. Setelah tiba di Pekalongan, Anda bisa beralih ke arah Banjarnegara. Sebelum di Banjarnegara, tepatnya di Kalibening, Anda pindah ke arah yang menuju Dieng. Itulah jalur-jalur menuju Dieng.
Lalu, bagi para sejarawan, Dieng adalah universitas terbuka dalam arti yang sebenarnya. Karena Dieng menawarkan banyak hal bersejarah yang dapat dikaji dan diteliti. Ada Candi Trah Pandu yang bersejarah. Ada Sumur Jalatunda dengan aura Kurawanya. Ada Kawah Candradimuka dengan legenda Gatotkacanya.
Selanjutnya bagi para budayawan maupun pecinta seni, Dieng dapat menjadi sebuah lanskap yang indah. Jika Anda berjiwa budayawan, Anda dapat mengunjungi Dieng Plateu Theatre. Ataupun meneliti budaya-budaya asli masyarakat di daerah Dieng. Dan jika Anda berjiwa seni, silakan bisa membuat film dengan latar pemandangan Dieng. Ataupun mengabadikan scene Dieng dengan kamera Anda.
Dari uraian di atas, tak pelak lagi bahwa Dieng adalah destinasai wisata yang tak ada habisnya untuk dieksplor. Nah, bagi Anda yang tidak memiliki kategori sebagai orang-orang yang saya sebut di atas, silakan datang saja ke Dieng dan carilah jati diri Anda agar Anda tahu Anda termasuk kategori yang mana.
Selamat berwisata. .
Bagi yang tidak suka tidur di luar ruangan, Dieng juga tetap destinasi wisata yang tepat. Karena di Dieng banyak sekali tersedia homestay-homestay (kalau ga tau homestay, ya penginapan lah. .). homestay-homestay itu tersedia dari yang berkelas sampai yang sederhana. Anda mau pilih yang mana, monggo kerso. Jadi, turis-turis lokal maupun wisman-wisman, tidak perlu bingung jika tengah berwisata ke Dieng.
Nah, bagi mereka yang kurang paham letak Dieng, Dieng juga tempat yang pas untuk membuat mereka jadi paham. Dari Jogjakarta, Dieng bisa ditempuh melalui Magelang, Temanggung, Wonosobo, lalu lurus ke Dieng. Dan dari Semarang, silakan menuju Kendal, lalu ke Weleri, di Weleri belok kiri ke arah Temanggung, sebelum sampai di Temanggung tepatnya di Ngadirejo, silakan ambil jalan ke arah Gunung Sindoro lalu Gunung Sindoro itu dilewati saja sampai tiba di Dieng. Sedangkan dari Bandung, Anda bisa menuju Kota Purwokerto kemudian terus menuju Purbalingga, Banjarnegara, dan Wonosobo. Setelah tiba di Wonosobo, Anda bisa tanya pada siapa saja arah menuju Dieng. Orang di Wonosobo pasti tau arah ke Dieng. Apabila dari Jakarta, Anda bisa menuju Dieng dengan jalan yang mengarah ke Kota Cirebon, lalu Brebes, Tegal, lalu Kota Pemalang, lalu Pekalongan. Setelah tiba di Pekalongan, Anda bisa beralih ke arah Banjarnegara. Sebelum di Banjarnegara, tepatnya di Kalibening, Anda pindah ke arah yang menuju Dieng. Itulah jalur-jalur menuju Dieng.
Lalu, bagi para sejarawan, Dieng adalah universitas terbuka dalam arti yang sebenarnya. Karena Dieng menawarkan banyak hal bersejarah yang dapat dikaji dan diteliti. Ada Candi Trah Pandu yang bersejarah. Ada Sumur Jalatunda dengan aura Kurawanya. Ada Kawah Candradimuka dengan legenda Gatotkacanya.
Selanjutnya bagi para budayawan maupun pecinta seni, Dieng dapat menjadi sebuah lanskap yang indah. Jika Anda berjiwa budayawan, Anda dapat mengunjungi Dieng Plateu Theatre. Ataupun meneliti budaya-budaya asli masyarakat di daerah Dieng. Dan jika Anda berjiwa seni, silakan bisa membuat film dengan latar pemandangan Dieng. Ataupun mengabadikan scene Dieng dengan kamera Anda.
Dari uraian di atas, tak pelak lagi bahwa Dieng adalah destinasai wisata yang tak ada habisnya untuk dieksplor. Nah, bagi Anda yang tidak memiliki kategori sebagai orang-orang yang saya sebut di atas, silakan datang saja ke Dieng dan carilah jati diri Anda agar Anda tahu Anda termasuk kategori yang mana.
Selamat berwisata. .
Naskah Oleh :
Naelil Marom
Rt 6 Rw 2 Desa Cikadu Kec.Watukumpul Kab.Pemalang, Jawa Tengah, kode pos 52357
ID DPC : 28.01/28.02
Naelil Marom
Rt 6 Rw 2 Desa Cikadu Kec.Watukumpul Kab.Pemalang, Jawa Tengah, kode pos 52357
ID DPC : 28.01/28.02
DIENGPLATEAU.COM - Ide ini muncul dari ketua BPM (Badan Perwakilan Mahasiswa) FIB UGM, Salsabilla Sakinah. Seperempat tahun sebelum BPM (Badan Perwakilan Mahasiswa) akan berganti pengurus yang baru, mbak-mbak bergolongan darah B ini menawarkan, “Bagaimana kalo sebelum lengser, kita pergi jalan-jalan melepaskan penat?”
Tanggal 30 Desember 2011, hari-hari sebelum tahun baru dan sehari sebelum kelengseran BPM FIB, kami sepakat untuk pergi ke salah satu tempat wisata baru Indonesia yang terletak di desa Nglangeran, Yogyakarta, yaitu Bukit Api Purba Nglanggeran. Sayangnya, untuk melihat keindahan Bukit Nglanggeran, kami hanya bisa pergi bertiga karena anggota yang lain medadak ada urusan.
Tanggal 30 Desember 2011, hari-hari sebelum tahun baru dan sehari sebelum kelengseran BPM FIB, kami sepakat untuk pergi ke salah satu tempat wisata baru Indonesia yang terletak di desa Nglangeran, Yogyakarta, yaitu Bukit Api Purba Nglanggeran. Sayangnya, untuk melihat keindahan Bukit Nglanggeran, kami hanya bisa pergi bertiga karena anggota yang lain medadak ada urusan.
Dengan kampanye kendaraan sepeda motor sebanyak 2 buah, kami membutuhkan waktu 1,5 jam dari kota Yogyakarta untuk menuju ke Bukit Nglanggeran. Karena jalan gunung itu berbelak-belok tajam, jadi agak was-was juga. Meskipun sempat kesasar, jalan menuju ke situs cukup mudah karena sudah di aspal rata. Tapi sayangnya lampu penerangan jalan di Gunung Kidul kurang, jadi jalan agak gelap, apalagi waktu itu sore hari dan mendadak mendung. Tapi beruntungnya langit disekitar situs berpihak pada kami. Ketika sampai di bukit Nglanggeran, Saya dan mbak Michelle menunjuk bukitnya dari dekat dengan berkata “wah keren... keren...” lebih dari 3 kali. Kalau mbak Salsa sih katanya sudah sering kesana untuk penelitian arkeologi, jadi kayaknya agak aneh kalau dia menunjukan ekspresi yang sama dengan kita.
Tiket masuknya juga ternyata sangat murah, hanya Rp 4000,- per kepala, sudah termasuk karcis parkir Rp 1000,-. Tadinya saya saya pikir, sudah bayar ya sudah, kita bisa langsung lihat pemandangan dari atas gunung. Tapi ternyata, kami harus manjat bukitnya! *suara guntur.wav*
Jadi, saya dan mbak Michelle, hanya bisa pasrah menghadapi liburan yang seperti ini. Ini memang liburan ala anak arkeologi #ngelirik-yang-ngajak #paham. Saya yakin kalau ketuanya bukan anak arkeo yang hobi nggali-loncat batu, kami pasti tidak diajak manjat-manjat seperti ini.
Sebelum memanjat, kita sudah mendapatkan batu besar nan cantik. Karena tidak tahan, kita di fotoin mbak Michele deh.
Di bukit Nglanggeran ada cukup banyak pos. Pos-posnya kelihatan cukup sulit, tapi untungnya di situs ini sudah dipasang bantuan-bantuan seperti tali dan tangga untuk menaiki batu-batu besar.
Ngomong-ngomong, saya dan mbak Michele untuk pertama kalinya memanjat gunung. Jadi, begitulah, kami berdua sering teriak-teriak gak jelas di situs. Dengan adanya lintah yang lewat pun, mbak Salsa tau kalau wajah kita heran sekali ketika melihatnya. Tapi memang, betapa pun sulitnya untuk didaki, kita mendapatkan pemandangan yang indah ketika sampai di pos 1.
Ngomong-ngomong, saya dan mbak Michele untuk pertama kalinya memanjat gunung. Jadi, begitulah, kami berdua sering teriak-teriak gak jelas di situs. Dengan adanya lintah yang lewat pun, mbak Salsa tau kalau wajah kita heran sekali ketika melihatnya. Tapi memang, betapa pun sulitnya untuk didaki, kita mendapatkan pemandangan yang indah ketika sampai di pos 1.
Ini foto istirahat kami dengan keindahan Bukit Nglanggeran. Mbak Salsa bilang kalau pemandangan di pos 2 lebih oke lagi, jadi kita bangkit lagi, untuk melanjutkan ‘bunuh diri’ kepenatan di tingkat yang lebih tinggi!Ternyata jalan menuju pos 2 lebih curam lagi, saya dan mbak Michele sempat bergeleng-geleng. Kata-kata favorit kami, “kayaknya aku gak bisa deh.”, “ntar kalo batunya jatuh gimana?”, “aku takut tanganku ke jepit batu kayak di film 24 hours”, “kira-kira badanku muat gak ya?”, “kamu yakin, Salsa?”. Sebenarnya waktu itu saya cukup heran, kenapa mbak Salsa bisa dengan mudahnya loncat-loncat di antara batu-batu gunung.
Tahap akhir menuju puncak, kami harus melewati batu-batu ini. Mbak Salsa membantu kami dengan mengabadikan foto. Dia memang baik. Saat itu di dalam pikiran saya, mungkin itulah foto terakhir saya.
Ini foto-foto di pos 2. Kami berpose dengan kamera dengan bantuan
tripodnya mbak Salsa. Ketua memang banyak gunanya #ditendang-ke-jurang. Sampai
disini semua pohonnya hijau segar!
Bukit Nglanggeran kebanyakan berupa bukit-bukit batu yang ditumbuhi lumut hijau cantik.
Dari pos 2 Bukit Nglanggeran kita bisa melihat hamparan sawah, sepitak rumah-rumah kecil, hutan yang hijau dan langit luas sebiru laut. Pokoknya sejuk sekali! Jika kita melihat ke bawah, sudah jurang lho.
Karena terharu dengan keindahannya, mbak Michele malah tidak mau turun (padahal kita ada acara lagi). Kami berdua yang tidak terbiasa dengan kelelahan ini, istirahat sambil tidur-tiduran memandang langit. Karena belum makan, kami hanya berbolang sampai pos 2. Pingin ke puncaknya, tapi badan gak kuat.
Kami juga mengobrol banyak di bukit Nglanggeran. Terutama mengenai BPM. Kita akan jarang sekali berkumpul setelah lengsernya organisasi BPM kita ini. Oleh karena itu, bukit ini memiliki memori berharga bagi BPM periode kami.
Satu lagi hal yang mengejutkan, bicara soal manjat-memanjat, mbak Salsa di pos 2 mengatakan demikian, “Kalau memanjat gunung, kita memang tidak boleh dengan pede mengatakan bahwa kita bisa dengan mudah sampai ke puncak. Malah, yang takut-takut, seperti kalian tadi-lah yang ternyata bisa sampai dengan selamat.” Dia juga bilang kalau sebenarnya yang dicari anak-anak gunung adalah proses memanjatnya, bukan puncaknya.
Saya dan mbak Michelle tertegun. Bahwa, memanjat gunung itu memberikan pelajaran hidup sendiri bagi kami, agar tidak menjadi orang yang sombong dulu dalam mencapai sesuatu. Terimakasih mbak Salsa yang mengajak kami berwisata dengan pelajaran hidup di dalamnya. Terimakasih Bukit Nglanggeran yang memberikan inspirasi dan keindahan luar biasa Meskipun takut-takut pas naik, kapan ada waktu, saya mau ke Bukit Nglanggeran lagi. Rasanya memang benar, kalau mau membunuh-dirikan kepenatan, datanglah ke tempat ini!
Dari pos 2 Bukit Nglanggeran kita bisa melihat hamparan sawah, sepitak rumah-rumah kecil, hutan yang hijau dan langit luas sebiru laut. Pokoknya sejuk sekali! Jika kita melihat ke bawah, sudah jurang lho.
Karena terharu dengan keindahannya, mbak Michele malah tidak mau turun (padahal kita ada acara lagi). Kami berdua yang tidak terbiasa dengan kelelahan ini, istirahat sambil tidur-tiduran memandang langit. Karena belum makan, kami hanya berbolang sampai pos 2. Pingin ke puncaknya, tapi badan gak kuat.
Kami juga mengobrol banyak di bukit Nglanggeran. Terutama mengenai BPM. Kita akan jarang sekali berkumpul setelah lengsernya organisasi BPM kita ini. Oleh karena itu, bukit ini memiliki memori berharga bagi BPM periode kami.
Satu lagi hal yang mengejutkan, bicara soal manjat-memanjat, mbak Salsa di pos 2 mengatakan demikian, “Kalau memanjat gunung, kita memang tidak boleh dengan pede mengatakan bahwa kita bisa dengan mudah sampai ke puncak. Malah, yang takut-takut, seperti kalian tadi-lah yang ternyata bisa sampai dengan selamat.” Dia juga bilang kalau sebenarnya yang dicari anak-anak gunung adalah proses memanjatnya, bukan puncaknya. Saya dan mbak Michelle tertegun. Bahwa, memanjat gunung itu memberikan pelajaran hidup sendiri bagi kami, agar tidak menjadi orang yang sombong dulu dalam mencapai sesuatu. Terimakasih mbak Salsa yang mengajak kami berwisata dengan pelajaran hidup di dalamnya. Terimakasih Bukit Nglanggeran yang memberikan inspirasi dan keindahan luar biasa Meskipun takut-takut pas naik, kapan ada waktu, saya mau ke Bukit Nglanggeran lagi. Rasanya memang benar, kalau mau membunuh-dirikan kepenatan, datanglah ke tempat ini!
Naskah Oleh :
Ratih Widi Prabawani
Bandar Lampung
ID DPC : 28.01/28.02
Ratih Widi Prabawani
Bandar Lampung
ID DPC : 28.01/28.02
DIENGPLATEAU.COM - Kawan, pernahkah Anda menonton film Kera Sakti? Atau film-film kolosal Indonesia yang menampilkan penggambaran kahyangan para dewa?
Jika pernah, tidak diragukan lagi pasti gambaran kahyangan yang terbesit dalam pikiran Kawan pasti adalah pulau-pulau terbang yang dikelilingi awan-awan seperti tergambar dalam film “Avatar”.
Baik film kera sakti maupun film kolosal Indonesia yang menampilkan gambar kahyangan para dewa, pasti ingin menampilkan gambaran kahyangan sepersis mungkin dengan aslinya – paling tidak menurut Sang Sutradara. Lalu apa hubungannya dengan Dieng?
Hubungannya adalah kita dapat merasakan suasana kahyangan itu ketika berada di Dieng, terutama di Candi Trah Pandu, di pagi hari antara pukul 05.00 – 06.00. Jika Kawan tidak percaya, coba datang ke Dieng pada waktu yang saya sebutkan tadi. Dan banyak bule yang sudah merasakannya, terbukti dari mereka yang suka visit Dieng di pagi buta.
Dari tinjauan historis-kultural (indonesianya: tinjauan budaya dan sejarah), Candi di Dieng dapat dianggap sebagai persinggahan para Dewa. Begini analoginya. .
Sepanjang pengetahuan penulis dari film fiksi, para dewa tinggal di kerajaan yang berada di kahyangan langit nun jauh di sana agar bisa mengawasi seluruh mayapada. Agaknya dulu nenek moyang kita membangun berbagai candi yang letaknya tinggi di pegunungan seperti di Dieng (tinggi Dieng sekitar 2000 mdpl, setara dengan Gunung Ungaran) agar para dewa betah untuk singgah berlama-lama di candi buatan nenek moyang kita itu. Jadi, candi itu berfungsi sebagai semacam kahyangan di bumi. Nenek moyang dan kakek moyang membuat candi yang suasananya mirip kahyangan agar para dewa memiliki perasaan yang nyaman ketika berada di candi, tempat yang mirip kahyangan itu.
Nah, percaya atau tidak, silakan Kawan berkunjung ke Dieng untuk membuktikannya. Apakah di sana serasa di kahyangan atau malah serasa di surga. .
Dan satu hal yang pasti, Kawan, jika Kawan visit Dieng pada siang hari saat matahari terang benderang, Kawan tidak usah repot-repot membawa minuman dingin. Karena walaupun siang hari, suhu di Dieng masih tetap sedingin tatapan ibu jahat kepada anak tirinya. Hehe. .
Di Dieng suhunya bisa mencapai 19 derajat celcius. Silakan bayangkan sendiri rasanya sedingin apa.
Penulis harap tulisan ini bisa memberi kontribusi bagi dunia pariwisata di Indonesia khususnya Dieng. Visit Indonesia. .Visit diengplateau.com
Jika pernah, tidak diragukan lagi pasti gambaran kahyangan yang terbesit dalam pikiran Kawan pasti adalah pulau-pulau terbang yang dikelilingi awan-awan seperti tergambar dalam film “Avatar”.
Baik film kera sakti maupun film kolosal Indonesia yang menampilkan gambar kahyangan para dewa, pasti ingin menampilkan gambaran kahyangan sepersis mungkin dengan aslinya – paling tidak menurut Sang Sutradara. Lalu apa hubungannya dengan Dieng?
Hubungannya adalah kita dapat merasakan suasana kahyangan itu ketika berada di Dieng, terutama di Candi Trah Pandu, di pagi hari antara pukul 05.00 – 06.00. Jika Kawan tidak percaya, coba datang ke Dieng pada waktu yang saya sebutkan tadi. Dan banyak bule yang sudah merasakannya, terbukti dari mereka yang suka visit Dieng di pagi buta.
Dari tinjauan historis-kultural (indonesianya: tinjauan budaya dan sejarah), Candi di Dieng dapat dianggap sebagai persinggahan para Dewa. Begini analoginya. .
Sepanjang pengetahuan penulis dari film fiksi, para dewa tinggal di kerajaan yang berada di kahyangan langit nun jauh di sana agar bisa mengawasi seluruh mayapada. Agaknya dulu nenek moyang kita membangun berbagai candi yang letaknya tinggi di pegunungan seperti di Dieng (tinggi Dieng sekitar 2000 mdpl, setara dengan Gunung Ungaran) agar para dewa betah untuk singgah berlama-lama di candi buatan nenek moyang kita itu. Jadi, candi itu berfungsi sebagai semacam kahyangan di bumi. Nenek moyang dan kakek moyang membuat candi yang suasananya mirip kahyangan agar para dewa memiliki perasaan yang nyaman ketika berada di candi, tempat yang mirip kahyangan itu.
Nah, percaya atau tidak, silakan Kawan berkunjung ke Dieng untuk membuktikannya. Apakah di sana serasa di kahyangan atau malah serasa di surga. .
Dan satu hal yang pasti, Kawan, jika Kawan visit Dieng pada siang hari saat matahari terang benderang, Kawan tidak usah repot-repot membawa minuman dingin. Karena walaupun siang hari, suhu di Dieng masih tetap sedingin tatapan ibu jahat kepada anak tirinya. Hehe. .
Di Dieng suhunya bisa mencapai 19 derajat celcius. Silakan bayangkan sendiri rasanya sedingin apa.
Penulis harap tulisan ini bisa memberi kontribusi bagi dunia pariwisata di Indonesia khususnya Dieng. Visit Indonesia. .Visit diengplateau.com
Naskah Oleh :
Naelil Marom
Rt 6 Rw 2 Desa Cikadu Kec.Watukumpul Kab.Pemalang, Jawa Tengah, kode pos 52357
ID DPC : 28.01/28.02
Naelil Marom
Rt 6 Rw 2 Desa Cikadu Kec.Watukumpul Kab.Pemalang, Jawa Tengah, kode pos 52357
ID DPC : 28.01/28.02
Kami berangkat dari rumah sekitar pukul tujuh. Kebetulan rumah kami di daerah Bantul, Yogyakarta. Kondisi jalan tidak begitu berliku karena kami melalui jalan kota, atau lebih tepatnya melalui kota Wonosari. Perjalanan terhitung cukup lama memang. Dengan kendaraan roda dua bisa ditempuh selama kurang lebih 3 jam. Kami pun harus ‘rajin’ bertanya kepada penduduk setempat, karena jalan yang bercabang menghubungkan ke berbagai pantai yang belum tentu itu tujuan kita. Merasa lega setelah melewati TPR, karena tidak lama lagi kami akan segera sampai di Pantai Sundak.
Kami pun sampai di tempat tujuan. Sempat terhipnotis dengan nuansa yang berbeda dari pantai-pantai yang pernah saya kunjungi. Penuh dengan warna biru, putih, dan hijau. Biru warna airnya yang jernih, putih warna pasirnya yang mempesona, dan hijau ketika kita memandang keadaan alam sekitar yang penuh dengan tetumbuhan. “Wow...”, kata itu yang pertama kali muncul dari mulut kami. Takjub, tentu saja. Tak menunggu waktu lama lagi, kami segera berlari ke arah pantai, merasakan segarnya desir angin yang asin, debur ombak lirih yang menghantam rumput laut di kaki kami, dan atmosfer berbeda yang disuguhkan pantai ini. Kami pun mulai mengabadikan wisata kami kali ini. Beberapa pengunjung sangat menikmati keadaan di pantai ini.
Kami mulai menginjakkan kaki di salah satu karang yang memisahkan dua pantai. Dari atas sana, kami bisa dengan sangat jelas memandang keindahan Pantai Sundak. Di atas karang ini juga biasa digunakan sebagai tempat memancing.
Puas dengan keindahan alam yang disuguhkan Pantai Sundak, kami pun segera pulang, karena waktu sudah menunjukkan pukul 3 sore. Setelah makan siang, tak lupa kami singgah sebentar di Bukit Bintang, Pathuk, Gunung Kidul. Bukit bintang menjadi tempat yang cukup populer, karena dari tempat inilah kita bisa memandang kota Yogyakarta secara keseluruhan. Pemandangan yang benar-benar memanjakan mata kami.
Kami pun segera pulang, karena hari semakin petang. Senyum kami selalu terkembang, menyadari bahwa Indonesiaku punya keindahan alam yang tak pernah lengang. Love indonesia!
Naskah Oleh :
Rahayu Saktiningsih
Gesikan, Panggungharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta-55188
ID DPC : 28.01/28.02
Rahayu Saktiningsih
Gesikan, Panggungharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta-55188
ID DPC : 28.01/28.02
DIENGPLATEAU.COM - Tepat di permulaan bulan Juni tahun lalu, aku memutuskan untuk ikut mendaki gunung Semeru bersama satu komunitas penikmat alam yang kala itu baru saya ketahui melalui informasi seorang kawan dan salah satu situs jaringan sosial. Ketertarikanku dengan pendakian massal menuju Mahameru ini berawal dari sms dari seorang adik kelas ketika aku sedang kuliah, “Ka, punya matras atau sleeping bag ya?’’ Entah, saat menerima sms itu dahi berkerut sejenak, berpikir menerawang jauh ke luar kelas, dan aroma gunung pun mampir seketika. Yah, sudah lama rasanya tidak mencicipi aroma yang satu ini dan saya sempat berpikir, bahwa perjalanan ke gunung Gede tiga tahun lalu adalah yang pertama dan terakhir. Dalam perjalanan pulang ke rumah, aku baru membalas smsnya seraya menanyakan untuk apa meminjam barang-barang tsb. Exploring pun dilakukan dan aku dapati kalau gunung Semeru-lah yang menjadi tujuannya. Hm, Mahameru.. Titik tertinggi di tanah Jawa. Can I ?
Mahameru kokoh berdiri
Impian untuk menuju Mahameru sebenarnya sudah lama, mungkin setahun yang lalu, pasca membaca novel 5 cm. Bagiku, novel ini inspiratif sekali buat mereka yang hobi naik turun gunung, apalagi cerita persahabatannya yang sangat melekat. Kurang lebih dua hari lamanya menimbang-nimbang, akhirnya aku tergiur juga. Aku menghubungi adik kelasku itu minta dilaporkan pada ‘sang komandan’ komunitas bahwa aku hendak bergabung dalam pendakian massal tersebut. Segala kelengkapan pendakian segera di-list dan disiapkan ; mulai dari carrier, sleeping bag, matras, jaket, jas hujan, sepatu gunung, logistik, obat-obatan, hingga segala jenis ‘doping’ semisal madu, vitamin, coklat, dan jeruk sunkist, dan tidak lupa kamera pocket-ku. Alhamdulillah, saudaraku pun seorang hiker, jadi aku tidak repot meminjam sanasini. Latihan fisik juga aku jalani beberapa kali, salah satunya lari pagi. Dengan restu dari orang tua, ‘subsidi’ dari saudara kandungku, dan berbekal kepercayaan dengan kawan seperjalanan, aku pun berangkat dari St. Senen menuju St. Malang dengan kereta Matarmaja, kereta yang sangat merakyat, begitulah aku menyebutnya. Kau tahu, Kawan, sekitar 10 menit sebelum kereta berangkat, aku baru tiba di stasiun, alih alih Jakarta macet. Huft.. hampir saja aku ketinggalan kereta.
Kisah diatas barulah sepenggal awal perjalanan. Enam belas jam berada di kereta cukup melelahkan jiwa raga. Melepas lelah sejenak, kemudian kami pun singgah cukup lama di rumah salah seorang kawan, sekaligus berkenalan satu sama lain dan lanjut naik angkot ke Pasar Tumpang. Dari Dari Pasar Tumpang, kami menaiki jeep sampai ke Ranu Pane. Sungguh, sensasi luar biasa berada di atas jeep ditemani terpaan angin dan suguhan alam sepanjang perjalanan yang amat dahsyat, salah satunya bukit teletubbies. Lantunan dzikir kesyukuran dan mengagungkan namaNya tak henti-hentinya dilafazkan. Sungguh merupakan pemandangan yang jarang kusaksikan sebagai warga ibukota. Tiba di pos awal, Ranu Pane, kami beristirahat dan kembali menyiapkan segala kelengkapan serta melakukan registrasi pendakian. Dari komunitas ini, terdapat sekitar empat puluh-an peserta dari Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Kami pun dibagi dalam empat tim, agar memudahkan pengawasan sesama peserta. Benar-benar pendakian massal.. Setidaknya, karena banyaknya peserta yang ikut, izin pendakianku kali ini dipermudah oleh orang tuaku. Sebelum start, semua tim berkumpul melingkar, berdoa, dan saling memotivasi. Ada kata-kata bagus yang dilontarkan oleh sang komandan saat itu dan senantiasa kami pegang, “Puncak itu cuma bonus..”
Sekitar pukul empat sore, kami pun memulai awal pendakian. Ya Rabb.. Akhirnya jadi juga mendaki gunung ini.. Bismillaah. Allah, kuatkanlah.. sampaikan kami menuju puncak Mahameru. Perjalanan sore hingga malam menuju Ranu Kumbolo kami tempuh kurang lebih selama enam jam. Break selama perjalanan sudah tidak terhitung banyaknya. Pun tak jarang kaki kami merasa keram. Tapi cerita, sahutan dan celetukan renyah sesama kawan cukup mengobati rasa keletihan ini. Menyusuri jalan panjang, melipir bukit, sungguh sangat melelahkan. Bahkan, sedikit lagi tiba di pos kedua tersebut aku hampir putus asa atau mungkin hampir saja pingsan. Beban yang dipikul tidaklah ringan. Ditambah guyuran hujan yang cukup deras membuat tanah basah dan licin sehingga kami harus lebih berhati-hati. Allah.. Aku harus kuat. Aku tidak ingin menjadi beban bagi kawan-kawan satu timku.. Tekadku. Ya, akhirnya kami pun tiba di Ranu Kumbolo. Tenda didirikan dan kami pun memasak air serta makanan untuk menghangatkan tubuh. Masya Allah.. Rakum dinginnya dahsyat sekali..
Hamparan awan dr puncak
Pukul setengah lima pagi kami pun bangun kemudian ke luar tenda dan melihat sekeliling Rakum. Allahu Akbar.. Inilah yang aku tunggu-tunggu. Suasana fajar, masih ada bulan dan bintang-bintang yang mendampingi serta kabut yang menyelimuti. Segera aku ambil kamera pocket-ku untuk mengabadikan moment ini walaupun tubuh dan gigi ini gemetar luar biasa karena suhu pagi yang teramat dingin. Matahari kian meninggi. Harmonisasi alam Ranu Kumbolo semakin menarik untuk dinikmati. Birunya langit beserta refleksi dua bukit dari danau Rakum menambah keeksotisannya. Subhanallah.. Diri ini pun harusnya juga bercermin. Betapa Ia Maha Besar, dan aku bukanlah apaapa tanpaNya.
Stamina yang sudah ok setelah beristirahat semalaman menambah semangat untuk kembali melanjutkan perjalanan. Menuju pos Kalimati, kami lagilagi disajikan pemandangan alam nan elok. Mulai dari tanjakan cinta yang katanya ada legenda sepasang kekasih hingga dinamai tanjakan cinta dan Oro-Oro Ombo, hamparan padang luas yang membentang dikelilingi bukit. Setiap sudutnya, Semeru memang memesona.. Segala lelah menjadi tak dirasa..
Tiba di pos Kalimati, kami beristirahat. Dari sini, terlihat jelas Mahameru kokoh berdiri dengan wedus gembel-nya. Subhanallah.. Pendakian sebenarnya akan segera tiba. Di pos ini, tidak jauh terdapat mata air Sumber Mani. Perbekalan air terakhir disiapkan disini. Timku memutuskan untuk mendirikan tenda di Arcopodo, pos terakhir, dengan maksud lebih dekat menuju summit attack, sedangkan yang lain tetap di Kalimati. Mencari tanah datar di Arcopodo ternyata tidak mudah, tapi setidaknya kami mendirikan tenda di tempat yang tidak terlalu dingin karena cukup rapat dikelilingi pepohonan.
Tepat pukul 12 malam kami melakukan summit attack. Vegetasi sudah tidak ada. Yang ada hanyalah pasir berbatu. Ya, inilah perjalanan yang sesungguhnya.. Berbekal headlamp, masker, dan tas selempang berisi persediaan ‘doping’ yang masih tersisa aku melangkah. Setiap melangkah dua tiga pijakan, kemudian turun satu langkah. Begitu seterusnya. Dingin menyelimuti karena hembusan angin makin kencang di atas sana. Ketahuilah, Kawan, disinilah sifat asli masing-masing dari kita muncul. Semakin dekat dengan puncak, ego kita bermain. Ada yang berlomba-lomba sampai lebih dulu di puncak, namun ada juga yang saling membantu, memotivasi, dan setia menunggu kawan yang sedang berlelah-payah. Sedang aku, setengah perjalananku menuju puncak dibantu oleh kawan-kawanku. Dengan genggaman erat mereka, aku menapaki satu demi satu pijakan berpasir itu. Aku payah sekali saat itu. Letih dan asa berpadu, entah seperti apa kala itu. Menatap puncak yang masih teramat jauh sempat membuatku terbesit untuk berhenti di satu titik. Tapi satu hal yang aku yakini.. Laa haula wa laa quwwata illa billaah. Yang harus aku lakukan hanyalah melangkah dan terus melangkah. Semburat jingga dari arah timur kemudian menandakan bahwa sebentar lagi akan datang sunrise. Alhamdulillah.. bonus tak terduga dan itu artinya, puncak sudah dekat. Satu moment yang tidak akan kulupakan. Seluruh tenaga dikerahkan, merangkak pun kulakukan. Kurang lebih pukul enam pagi aku dan kawanku tiba di puncak. Alhamdulillah.. What a great adventure! Kami pun saling menyalami satu sama lain. Lelah itu kini terbayar sudah. Menatap seantero puncak Mahameru, hamparan awan bak kapas melayang di udara. Sungguh sebuah suguhan pemandangan alam raya yang luar biasa.
Allah.. Syukur tak terhingga berada di titik tertinggi, merasakan begitu dekat denganMu. Karena itu, aku, hambaMu, dapat lebih merendah, serendah-rendahnya berada dihadapanMu. Merasakan keberadaanMu, Sang Pencipta alam raya. KebesaranMu, keMahaTinggianMu, duhai Rabbi. Menaklukan segala emosi yang bertandang di hati. Menepis sisi negatif diri.. Sekali lagi untuk Mahameru, terima kasih atas perjalanan ini. Pun orang tuaku, sahabat-sahabat perjalananku.. Tanpa kalian semua, mungkin aku tak akan sanggup menggapai titik itu..
Naskah Oleh :
Ida Ayu Rostini
Jalan Jambu Rt 06/010 No. 35 B Jati Padang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
ID DPC : 26.01/26.02
:: SAVE DIENG :: ~ We Just Want To Help ... ~
1. Mengapa Ada Longsoran ?
2. Monitoring Peredaran dan Penggunaan Pestisida
3. Mutualisme Pariwisata dan Pertanian, Sebuah Mimpi Singkronisasi
4. Sindoro Waspada !
5. Panduan Umum Penanggulangan Bencana Berbasis Masyarakat
6. Pencitraan Pariwisata Melalui Peningkatan Kualitas Pengelolaan
7. Potensi Yang Tersembunyi
8. Sejarah Pengelolaan Situs
9. Upaya Mitigasi Bencana Gerakan Tanah
10. Ketugasan dan Kesiapan Aparat Dalam Menghadapi Bencana
11. Ada Pahlawan Diantara Kita
12. Penerapan Rotasi Tanaman Menuju Pertanian Berwawasan Lingkungan
13. Dieng Perlu Sentuhan
14. Gelar Budaya Sebagai Pemikat Turis Asing
15. Kami Jamin Keamanan Anda Selama Berwisata
16. Kunci Utama Menaikkan Nilai Jual Tempat Wisata
17. Menemukan Kembali Mutiara Yang Hilang
18. Perempuan dan Pelestarian Dieng
19. Mengubah Paham Antroposentris Menjadi Ekosentris
20. Penanaman Pinus dan Kentang Secara Proporsional
3. Mutualisme Pariwisata dan Pertanian, Sebuah Mimpi Singkronisasi
4. Sindoro Waspada !
5. Panduan Umum Penanggulangan Bencana Berbasis Masyarakat
6. Pencitraan Pariwisata Melalui Peningkatan Kualitas Pengelolaan
7. Potensi Yang Tersembunyi
8. Sejarah Pengelolaan Situs
9. Upaya Mitigasi Bencana Gerakan Tanah
10. Ketugasan dan Kesiapan Aparat Dalam Menghadapi Bencana
11. Ada Pahlawan Diantara Kita
12. Penerapan Rotasi Tanaman Menuju Pertanian Berwawasan Lingkungan
13. Dieng Perlu Sentuhan
14. Gelar Budaya Sebagai Pemikat Turis Asing
15. Kami Jamin Keamanan Anda Selama Berwisata
16. Kunci Utama Menaikkan Nilai Jual Tempat Wisata
17. Menemukan Kembali Mutiara Yang Hilang
18. Perempuan dan Pelestarian Dieng
19. Mengubah Paham Antroposentris Menjadi Ekosentris
20. Penanaman Pinus dan Kentang Secara Proporsional




















Siapa tak kenal Candi Borobudur? Candi Budha ini memiliki 1460 relief dan 504 stupa Budha di kompleksnya. Jutaan orang mendamba untuk mengunjungi bangunan yang termasuk dalam World Wonder Heritages ini.

2010 Dieng Plateau Tourism - News And Articles About Tourism, Culture In Dieng Plateau